15 October 2019

KPAI

Soal Bilqis, KPAI akan Panggil Ayu Ting Ting

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana memanggil penyanyi dangdut Ayu Ting Ting.

Hal itu dikatakan Sekretaris KPAI Rita Pranawati dalam konferensi pers di kantornya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017)

"KPAI akan memanggil tidak hanya Mbak Ayu karena ini kan menyangkut kedua belah pihak. KPAI sendiri merasa ini adalah bagian dari proses untuk menyiapkan kembali bahwa ada hak-hak anak yang terlanggar," kata Rita,

KPAI Minta Tiga Serangkai Minta Maaf pada Masyarakat

Konfrontasi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia, atau KPAI menilai, tindakan penerbit buku cerita anak, 'Aku Berani Tidur Sendiri', PT Tiga Serangkai, yang menarik buku tersebut dari pasaran, tidaklah cukup untuk menebus kesalahan mereka.

Ketua KPAI Asrorun Ni'am meminta dengan tegas kepada penerbit dan penulis buku tersebut untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka di muka publik.

Lindungi Anak dari Pengaruh Terorisme, BNPT Gandeng KPAI

KONFRONTASI - Pengaruh dan imbas terorisme tidak hanya menyebar di kalangan orang dewasa, tapi juga sudah menyasar anak-anak. Ironisnya, bila paham radikal dan terorisme tertanam di anak sejak usia dini, maka pengaruh itu akan berdampak besar di pola pikirnya.

KPAI akan Polisikan Akun Facebook Komnas PA

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana melaporkan pengelola akun facebook dengan nama Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kepada aparat kepolisian.

Hal ini berkaitan dugaan pelanggaran yang dilakukan akun Komnas PA tersebut di lamannya yang mempublikasikan identitas anak yang tengah berhadapan dengan hukum.

Hanny Hendrany: KPAI dan Polri Harus Usut Tuntas Pembuat Baju Anak Bermotif Porno

KONFRONTASI - Kabar beredarnya baju anak-anak tak senonoh di Indonesia tengah menjadi sorotan banyak orang. Generasi Paduli Anti Narkoba (GPAN) mendesak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kepolisian mengusut tuntas peredaran baju anak bermotif pornografi tersebut. Pasalnya, baju anak-anak bermotif dua panda tersebut sedang melakukan hubungan intim dalam berbagai pose.

KPAI Apresiasi Vonis Hukuman Mati bagi Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap Anak

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi atas vonis hukuman mati kepada terdakwa pelaku kejahatan seksual terhadap anak di Bengkulu.

"Kepada hasil hukuman mati untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak Y (14) di Pengadilan Negeri Curup, Bengkulu, pada hari ini, kami memberikan apresiasi," kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Kasus Vaksi Palsu: KPAI akan Panggil Rumah Sakit yang Terlibat

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memanggil rumah sakit yang terlibat dalam kasus peredaran vaksin palsu sebagai pendalaman terhadap skandal kesehatan nasional itu. Pemerintah harus bertanggung jawab dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan anak terpapar vaksin palsu, bukan rumah sakit bersangkutan. 

KPAI: Kasus Vaksin Palsu Kejahatan Kemanusiaan

KONFRONTASI-Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait menyatakan keprihatinan terhadap bayi yang ternyata mendapat vaksin palsu.

"Kasihan anak-anak khususnya bayi yang mendapatkan vaksin palsu, mereka tidak ngerti apa-apa tiba-tiba ada vaksin palsu yang tidak jelas kandungannya disuntikkan ke tubuh mereka," kata Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Senin.

Hal tersebut, kata dia, salah satu bentuk kejahatan serius yang tidak boleh dibiarkan.

Usai Tonton Film Porno, AS Cabuli Puluhan Bocah di Palabuhanratu

Konfrontasi - Perbuatan AS (14) mencabuli sebelas anak diduga atas pengaruh film porno.

"Dari pengakuan salah satu korban, dia dicabuli setelah diajak menonton film porno oleh tersangka. Jadi, kemungkinan besar memang tersangka tak kuat menahan birahinya karena pengaruh film dewasa itu," ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Sukabumi, Dian Yulianto melalui telfon, Sabtu (18/6/2016).

KPAI: Gerombolan Pemerkosa Tren Negatif yang Harus Diwaspadai

KONFRONTASI-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait mengatakan munculnya fenomena gerombolan pemerkosa menjadi tren negatif yang keberadaannya harus diwaspadai oleh masyarakat.

"Fenomena gerombolan pemerkosa belakangan ini jadi tren negatif yang harus diwaspadai," kata Arist di Semarang, Rabu.

Menurut dia, fenomena semacam itu telah terjadi di wilayah Jawa Tengah.

Sebelum kasus kejahatan seksual terhadap siswi SD di Kota Semarang, kata dia, kejadian serupa telah terjadi lebih dahulu di Pemalang.

Pages