19 November 2019

KPAI

Djarum Foundation vs KPAI: Ketika Audisi Berbau “Tembakau” Dikritik

Oleh :  Mila Haniif
Pegiat Literasi Lit-Taghyir

Ketua KPAI Susanto Nilai Audisi Bulutangkis Djarum Dekatkan Anak Pada Rokok

KONFRONTASI -   Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan bahwa meski tidak secara langsung mengajak anak merokok, Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum bisa mendekatkan anak pada rokok.

Menurut Susanto di Jakarta, Rabu (11/9), anak-anak yang mengikuti audisi bulutangkis itu otomatis akan mendapat informasi tentang produk rokok karena nama produk rokok menjadi bagian dari nama audisi.

Anak yang mendapatkan informasi tentang rokok bisa tergoda untuk mencoba rokok dan kemudian susah berhenti merokok karena sudah kecanduan.

Eks Komisioner KPAI: Tidak Ada Eksploitasi Anak Dalam Iklan PB Djarum

KONFRONTASI-Mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menilai tidak ada unsur eksploitasi anak dalam audisi badminton PB Djarum. Dia menyarankan agar seluruh pihak bijak dalam melihat persoalan tersebut.

Erlinda mengaku bahwa dalam iklan audisi PB Djarum memang terdapat merek rokok. Namun, menurut dia, rokok dan audisi badminton harus dipandang berbeda. Pasalnya, audisi yang diselenggarakan PB Djarum merupakan salah satu pembibitan terhadap anak bangsa.

Duo Semangka Dipanggil KPAI Gara-gara Video Musik

KONFRONTASI-Duo Semangka, Clara Gopa dan Vhanya Kiara penuhi panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI Jasra Putra membenarkan kedatangan mereka.

"Iya jadi, tadi datang sekitar jam satu (siang) lebih lah," kata Jasra saat dihubungi, Kamis (22/8/2019).

Sebelumnya diketahui, Duo Semangka sempat absen dari panggilan KPAI, Senin (19/8). Mereka beralasan karena ada kesibukan yang tak bisa ditinggalkan.

Siswa Tewas, KPAI Minta SMA Taruna Indonesia Dievaluasi

KONFRONTASI- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyardi menyatakan SMA Taruna Indonesia perlu dievaluasi secara menyeluruh karena menerapkan sistem pendidikan bergaya militer mengingat sekolah ini cukup diminati di seluruh Indonesia.

Retno di Palembang, Rabu, mengatakan, evaluasi ini sangat mendesak karena seorang siswa baru meninggal dunia saat Masa Orientasi Siswa dan seorang siswa lainnya sakit akibat dugaan penganiayaan.

KPAI Desak Polri Usut Kasus Korban Anak Saat Rusuh 22 Mei

KONFRONTASI -   Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyayangkan peristiwa kerusuhan 22 Mei 2019 yang sampai menimbulkan kekerasan dan korban terhadap anak. Jasra meminta agar Polisi Republika Indonesia (Polri) mengusut tuntas kasus tersebut.

"KPAI mendesak Polri untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap tiga korban anak yang meninggal termasuk yang sedang dirawat di Rumah Sakit," ujar Jasra kepada Republika.co.id, Jumat(24/5).

Prihatin, 11.116 Anak Tersangkut Kasus Kriminal

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat jumlah anak yang menjadi pelaku kejahatan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Sejak 2011 hingga akhir 2018 lalu, sebanyak 11.116 orang anak di Indonesia tersangkut kasus kriminal.

KPAI Minta Para Orang Tua Cegah Anak Ikut Geng Motor

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau orang tua untuk bisa melakukan pencegahan dini dengan mencegah anak agar tidak ikut geng motor.
   
"KPAI mengimbau orang tua untuk memberikan perhatian penuh pada anak-anak dan memberikan rasa nyaman sehingga anak-anak merasa diterima oleh orang tua," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
   

KPAI Ingatkan Tak Libatkan Anak Dalam Aksi Demo

KONFRONTASI-Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan bahwa dalam setiap aksi demo yang melibatkan anak, banyak hak anak yang terlanggar.

Komisioner KPAI Jasra Putramenjelaskan, meski aksi demo merupakan hak masyarakat pada negara demokrasi, di sisi lain, pada saat berdemo dengan melibatkan anak, ada hak anak yang terlanggar.

Guru Diingatkan Tak Sampaikan Pandangan Politiknya Dalam Proses Pembelajaran

KONFRONTASI-Kasus guru agama berinisial N di salah satu SMA Negeri di DKI Jakarta yang diduga menyampaikan pandangan politiknya dan ujaran kebencian terhadap capres tertentu di ruang kelas, menjadi viral. N dituduh salah satu orangtua murid tidak bersikap netral, karena menyampaikan pandangan politiknya untuk memengaruhi peserta didiknya memilih calon tertentu.

Pages