6 December 2019

Korut

Kim Jong-un Ancam Hancurkan Resort Wisata Korsel di Gunung Kumgang

KONFRONTASI-Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, mengecam keberadaan sebuah resor wisata Korea Selatan (Korsel) yang dibangun di Gunung Kumgang yang masuk wilayah Korut. Kim Jong-Un lantas berjanji akan menghancurkan resor wisata itu dan pembangunan kembali dengan cara modern sesuai metode Korut.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (23/10/2019), kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA) menyebut bahwa hal tersebut disampaikan saat Kim Jong-Un menginspeksi tujuan wisata di pantai timur Korut tersebut, pekan ini.

AS Desak China Tekan Pyongyang untuk Kembali ke Meja Perundingan

KONFRONTASI-Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik, Randall Schriver mendesak China untuk meningkatkan penegakan sanksi terhadap Korea Utara (Korut). Dia juga berharap China mengambil langkah lain untuk menekan Pyongyang agar lebih konstruktif dalam pembicaraan dengan AS.

Jepang Kecam Peluncuran Rudal Korut

KONFRONTASI-Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengecam keras peluncuran misil balistik yang dilakukan oleh Korea Utara, Rabu, dan mengatakan langkah tersebut melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PM Abe mengatakan Pyongyang telah meluncurkan dua peluru kendali balistik.

Peluncuran itu terjadi sehari setelah Korea Utara mengumumkan akan mengadakan pembicaraan tingkat kerja dengan Amerika Serikat pada akhir pekan.

Tahun Depan, Korut Diprediksi Miliki 40 Hulu Ledak Nuklir

KONFRONTASI-Seorang peneliti dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) memperkirakan Korea Utara (Korut) dapat melipatgandakan gudang senjata nuklirnya pada tahun depan.

Dan Smith memprediksi bahwa Pyongyang akan memiliki antara 30 hingga 40 hulu ledak nuklir yang dapat digunakan pada tahun 2020. Demikian laporan surat kabar Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo, mengutip pernyataannya di kediaman Duta Besar Swedia di Seoul.

Menlu Korut: Kami Siap Dialog atau Konflik

KONFRONTASI-Korea Utara memperingatkan bahwa negara itu "siap untuk berdialog atau berkonflik" dengan AS, seraya memperingatkan bahwa Pyongyang telah memberi Washington "cukup waktu" untuk mengubah pendekatannya terhadap pembicaraan nuklir yang macet.

Dalam pesan yang dimuat di kantor berita KCNA, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho juga mengatakan akan terjadi "miskalkulasi" jika Washington memberlakukan sanksi-sanksi lagi terhadap Pyongyang.

Rakyat Korut Terancam Kelaparan, Kim Jong-un Bisa Makin Beringas

KONFRONTASI-Kim Jong-un bisa menjadi semakin berbahaya karena rakyatnya di Korea Utara (Korut) terancam kelaparan selama musim dingin mendatang. Demikian peringatan peneliti kondisi Korea Utara, Srinivasan Sitaraman, daru Universitas Clark yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Menurut Sitarman, negara komunis Korea itu menghadapi kekurangan makanan setelah dijatuhi serentetan sanksi keras AS dan PBB terkait uji coba senjata nuklir dan rudal.

Korut Kembali Tembakkan Dua Proyektil ke Laut Lepas Sabtu Pagi

KONFRONTASI -   Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua proyektil tidak dikenal ke laut lepas pantai timurnya pada Sabtu (10/8/2019). Ini adalah peluncuran kelima yang dilakukan Korut dalam dua pekan terakhir.Peluncuran terbaru ini datang tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia telah menerima "surat yang sangat indah" dari pemimpin Korut Kim Jong-un.

Trump mengecilkan peluncuran rudal yang dilakukan Korut baru-baru ini ketika ia berbicara kepada wartawan Jumat kemarin.

Ekonomi Korut Nyungsep, Kim Jong-un Masih Saja Sibuk Main Rudal

KONFRONTASI-Jumat (26/7) Bank of Korea merilis perkiraan produk domestik bruto (PDB) Korea Utara alias Korut pada 2018. Menurut mereka, PDB itu hanya sekitar 35,9 triliun won (Rp 425 triliun). Sedangkan pendapatan per kapita mencapai USD 1.119 alias Rp 15,6 juta per tahun.

Korut-Korsel Mulai Bersihkan Ranjau di Perbatasan

KONFRONTASI-Pasukan dari Korea Utara dan Korea Selatan pada Senin mulai membersihkan sejumlah ranjau darat di sepanjang perbatasan mereka yang dibentengi secara ketat, kata kementerian pertahanan Korsel.

Pembersihan ranjau itu merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai untuk menurunkan ketegangan antara kedua negara serta membangun kepercayaan di semenanjung Korea yang terpisah itu.

Ngeri, Korut di Ambang Krisis Pangan

KONFRONTASI -   Disebutkan sebuah badan bantuan bencana terbesar di dunia, Korea Utara sudah di ambang krisis pangan. Kondisi itu bisa berubah menjadi bencana kelaparan mirip seperti yang terjadi tahun 1990an.

Di Korut pada tahun 1990an itu bencana kelaparan telah menewaskan sekitar 3 juta orang. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Jenewa mengatakan gelombang panas telah menyebabkan padi, jagung, dan tanaman lainnya di Korut layu.

Pages