25 August 2019

korupsi

Jusuf Kalla: Dua Menag Dari Parpol Terlibat Korupsi Timbulkan Kecurigaan

KONFRONTASI -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keterlibatan dua menteri agama dari partai politik yang terlibat kasus korupsi memang menimbulkan kecurigaan adanya keterlibatan partai politik dalam kasus tersebut.

“Dari 10 menteri agama (yang pernah ada di Indonesia), hanya dua yang dari partai. Ya kalau dihubung-hubungkan, dan dua-duanya kena (kasus korupsi), tentu juga ada kecurigaan juga memang, bahwa di sini ada pengaruhnya. Tapi biar kita menunggu saja proses hukum,” kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (19/3).

KPK Sita Rp180 Juta Plus USD3 Ribu dari Ruang Kerja Menteri Agama

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang senilai Rp180 juta dan 30 ribu dolar AS dari hasil penggeledahan yang dilakukan di ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di gedung Kemenag, Jakarta, Senin (18/3).

“Setelah dihitung, jumlah uang yang ditemukan di laci meja kerja di ruang Menteri Agama tersebut sekitar Rp180 juta dan 30 ribu dolar AS,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/3).

KPK Periksa Delapan Anggota DPRD Jambi Terkait Kasus Suap RAPBD

KONFRONTASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami terhadap delapan anggota DPRD Provinsi Jambi soal aliran dana dalam penyidikan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2017 and 2018.

"Saksi-saksi didalami terkait dugaan aliran dana ke anggota DPRD dan proses pembahasan anggaran," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Adapun pemeriksaan terhadap delapan saksi tersebut dilakukan di Mapolda Jambi, Selasa.

Rommy Merasa Dijebak, BPN: Ya Dijebak Jabatan Politiknya

KONFRONTASI-Jabatan Romahurmuziy di PPP tamat sudah setelah resmi menyandang status sebagai tersangka di KPK. Rommy--panggilan karibnya--merasa telah dijebak, yang diamini oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang notabene berbeda kiblat politik dengan Rommy.

Rommy sebelumnya dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 15 Maret 2019, saat menjabat Ketua Umum PPP. Politikus itu juga merupakan pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019.

Geledah Ruang Menag, KPK Sita Uang Ratusan Juta

KONFRONTASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta dari ruangan menteri agama (menag) di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat. Uang tersebut terbagi menjadi pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

"Termasuk juga disita dari ruangan menteri agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai seratusan juta rupiah. Tapi detilnya tentu akan di-update lebih lanjut," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Selain menemukan dan menyita sejumlah uang di Kemenag, KPK juga melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian. Dokumen tersebut menjelaskan soal proses seleksi kepegawaian, baik bagaimana tahapan seleksi itu dan hasil seleksi kepegawaian tersebut.

"Kemudian diamankan juga dokumen dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan pada salah satu tersangka, HRS, yang kemudian dipilih sebagai kanwil di Jawa Timur," tuturnya.

Dari kantor DPP PPP, KPK mengamankan dan menyita dokumen-dokumen terkait posisi mantan ketua umum PPP, Romahurmuziy alias Romi, yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ada tiga ruangan di DPP PPP yang digeledah oleh tim KPK.

"Kami akan terus mendalami dugaan penerimaan suap yang sudah ditetapkan tiga orang tersangkanya dan informasi-informasi lain terkait penanganan perkara ini," terang dia.

Saat ini, kata Febri, proses penggeledahan masih berlanjut. Tim penyidik KPK masih melakukan beberapa hal di lokasi-lokasi tersebut, termasuk melakukan penghitungan uang yang disita dari ruangan menag secara lebih rinci.

"Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian penanganan perkara," ungkapnya.

Meski begitu, Febri menyebutkan, semua pihak sekiranya jangan menyimpulkan terlebih dahulu apakah menag terlibat atau tidak pada kasus tersebut. Itu karena proses penggeledahan masih berlangsung. Kemungkinan adanya pihak lain yang dijadikan tersangka selain tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka ia katakan juga tergantung pada alat bukti dan perkembangan penanganan perkara.

"Kemungkinan itu (memanggil menag) terbuka ya sepanjang dibutuhkan oleh penyidikan. Apalagi juga ada beberapa dokumen dan uang yang diamankan atau disita dari ruangan menteri agama hari ini," katanya.

Uang yang disita itu merupakan hasil penggeledahan yang dilakukan oleh KPK pada Senin (18/3). Ada tiga ruangan di kementerian tersebut yang digeledah yang salah satunya adalah ruangan menteri.

"(Ruangan) menteri, sekretaris jenderal, dan kepala biro kepegawaian," ungkap Febri.

Penggeledahan tersebut KPK lakukan siang ini. Penggeledahan ini dilakukan terkait dengan kasus suap jabatan di Kemenag.

Febri menerangkan, proses penggeledahan sedang berjalan. Menurutnya, pihak KPK percaya pihak-pihak di lokasi tersebut akan kooperatif dan mendukung proses penggeledahan itu. Penggeledahan dilakukan karena diduga terdapat bukti yang relevan di lokasi-lokasi tersebut.

"Diduga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan perkara di lokasi-lokasi tersebut," ungkap Febri.

KPK telah menetapkan tiga tersangka pada kasus ini, yaitu diduga sebagai penerima yaitu anggota DPR periode 2014-2019 Romahurmuziy. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai komitmen sebelumnya.

"Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Sabtu (16/3) lalu.

Atas perbuatannya, dua tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara Romi, tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

KPK Geledah Kantor Kemenag dan DPP PPP Terkait Kasus Rommy

KONFRONTASI-Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua kantor terkait kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yang menyeret Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi

Dua kantor itu yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Senin (18/3) ini.

"Siang ini, dalam rangka penyidikan, tim disebar di Kantor Kementerian Agama dan Kantor PPP," kata juru bicara KPK Febri Diansyah ditemui wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.

KPK Bakal Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

KONFRONTASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah
“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).
Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Saat OTT KPK, Rommy Ternyata Sempat Ingin Kabur

KONFRONTASI-Saat tim penyidik KPK akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Romahurmuziy alias Rommy, Ketua Umum PPP itu ternyata sempat berusaha melarikan diri, Jumat (15/3/2019).

Peristiwa itu terjadi saat Tim dari KPK sempat meminta Rommy melalui temannya untuk keluar dari restoran hotel untuk menemui petugas.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, saat itu Tim dari KPK meminta Rommy keluar supaya tidak menimbulkan kegaduhan di restoran, namun Rommy malah pergi ke tempat lain.

Kena OTT KPK, Rommy Harus Mundur

KONFRONTASI-Pengamat politik dan hukum dari Universitas Udayana, Jimmy Usfunan mengatakan Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy harus mengundurkan diri dari partainya, setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan oleh KPK pada Jumat (15/3).

"Yang bersangkutan perlu mengundurkan diri untuk menghormati proses penegakkan hukum," ujar Jimmy ketika dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Inilah Fakta-fakta Mengejutkan Terkait Penangkapan Ketum PPP

KONFRONTASI- Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah fakta mengejutkan dibeberkan KPK. 

Rommy sedang berada di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), saat terjaring OTT KPK di depan Hotel Bumi Surabaya, Jumat (15/3/2019) sekitar pukul 08.00 WIB. Rommy dan 4 orang lainnya yang ditangkap langsung dibawa ke Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan awal. Mereka kemudian akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Pages