10 December 2019

korupsi

Terungkap, Menag Lukman Akui Pernah Terima Gratifikasi dari Pejabat Saudi

KONFRONTASI-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengakui telah menerima uang sebesar USD30 ribu dari Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Ibrahim. Kata Lukman, pemberian uang tersebut terkait kegiatan MTQ Internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Demikian diakui Lukman Hakim Saifuddin saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap jual-beli jabatan pada lingkungan Kemenag untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi.

Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenag: Saksi Sebut Ada Keinginan Pimpinan

KONFRONTASI-Saksi Hasan Effendi, Anggota Panitia Seleksi Jabatan di Kementerian Agama, mengakui ada atensi khusus untuk Haris Hasanuddin, terdakwa suap jualbeli jabatan di Kemenag.

Hal itu disampaikan Hasan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Sekjen bicara itu, ada keinginan pimpinan nama itu masuk. Menyebut namanya tidak vulgar. Ada kepentingan, yang dari Jatim itu masuk," kata Hasan menjawab pertanyaan jaksa.

Hasan mengaku tak tahu detail siapa pimpinan yang dimaksud Sekjen Kemenag.

JK Tolak Usulan Napi Korupsi Dipindahkan ke Nusakambangan, Alasannya?

KONFRONTASI-Wakil Presiden Jusuf Kalla tak sependapat dengan usulan pemindahan semua narapidana kasus korupsi ke lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

JK beralasan, kasus pelesirnya narapidana kasus KTP elektronik Setya Novanto tidak bisa menjadi alasan semua napi korupsi dipindahkan ke Nusakambangan. Sebab, ia menilai tidak semua narapidana korupsi melanggar aturan seperti Novanto.

KPK Jangan Takut Usut Dugaan Korupsi di KBN

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tak takut menangani perkara dugaan korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar di PT Karya Citra Nusantara (KCN). PT KCN merupakan anak perusahaan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Hal ini disampaikan Ketua Front Masyarakat Antikorupsi Indonesia (F-MAKI), Syaefudin sebagai pihak pelapor kasus tersebut.

KPK Ditantang Sita Aset Empat Tersangka Kasus BLBI

KONFRONTASI-Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dituding radikal karena semangat menangkap koruptor. Namun Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi kebesaran jiwa menerima tudingan tersebut dan mendesak Novel membuktikan keradikalannya dengan menangkap empat koruptor kelas kakap.

Hal ini dikatakan Ketua Presidium IPW Neta S. Pane dilansir Kantior Berita RMOL, Sabtu (22/6).

KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di KPU

KONFRONTASI-Team Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) menyerahkan sejumlah bukti kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Data tersebut terkait ketidakjelasan dan ketidaktransparanan KPU dalam mempertanggunjawabkan penggunaan anggaran pemilu yang berasal dari APBN.

KPK akan Panggil Ulang Menag Lukman dan Khofifah Pekan Depan

KONFRONTASI-Kesaksian Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinilai sangat diperlukan dalam sidang perkara jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Namun keduanya tidak hadir untuk dimintai kesaksiannya bagi terdakwa Haris Hassanudin dan Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) hari ini, Rabu (19/6/2019).

KPK Periksa Staf Keuangan Waskita Karya Terkait 14 Proyek Fiktif

KONFRONTASI - KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya, Wagimin, terkait kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya.

Wagimin akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman. 

"Yang bersangkutan (Wagimin) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR (Fathor Rahman-mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi awak media, Senin, 17 Juni 2019.

TPKR Bergerak! Besok, ‘Jumbo’ Korupsi di KPU Dilaporkan ke KPK

KONFRONTASI- Pasca dilaunching pada tanggal 1 Juni 2019 kemarin, Team Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) yang diketuai oleh Ahmad Yani SH, didukung lebih dari seratus Advokat, berencana melakukan dua laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan pertama adalah dugaan kasus “jumbo” korupsi yang terjadi di Komisi Pemilihan Umum (KPU). TPKR akan melaporkan langsung ke KPK, besok Selasa 18 Juni 2018.

Gagal Bikin SIM, Nasib Pak Bejo Tak Bejo Saat Coba Sogok Polisi Rp 50 Ribu

Konfrontasi - Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seseorang yang diduga telah melakukan tindak pidana suap atau percobaan suap terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Penyelenggara Negara. Aksi itu terjadi pada Sabtu (15/6), sekitar pukul 10.00 WIB, di Kantor SATPAS SIM Polres Metro Bekasi Kota.

Kasat Lalu Lintas Polres Metro Bekasi AKBP Ojo Ruslani mengatakan, ada seorang bernama Bejo alias BJ ingin membuat SIM. Namun, dirinya dinyatakan gagal oleh petugas.

Pages