21 April 2019

korupsi

Wanita Cantik Ini Bungkam Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Distribusi Pupuk

KONFRONTASI-Siesa Darubinta yang merupakan saksi suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) memilih bungkam usai diperiksa KPK.

Adapun pengangkutan itu untuk kepentingan distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia.

KPK pada hari Senin memeriksa Siesa sebagai saksi untuk tersangka Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (AWI).

Usai diperiksa, Siesa tidak memberikan keterangan saat dikonfirmasi awak media seputar materi pemeriksaannya kali ini.

Suharsono Yakin Kasus Romi tak Turunkan Suara Partai PPP

Konfrontasi - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklaim kasus korupsi yang terjadi di tubuh partainya tak memengaruhi elektabilitas partai. Pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa percaya diri partaimya tetap akan meraih suara maksimal pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, khususnya di Tasikmalaya.

Menurut dia, kasus korupsi yang menimpa mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy tak akan berdampak menurunkan elektabilitas partai. Ia juga tak khawatir dengan kasus tersebut membuat partainya terpuruk.

Romy Melawan KPK, Gugatan Praperadilan Diajukan ke PN Jakarta Selatan

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima surat permohonan praperadilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pengajuan itu dilakukan oleh tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, sidang praperadilan Romahurmuziy dijadwalkan pada 22 April 2019.

Nusron Wahid Berpeluang Diperiksa KPK Terkait 400 Ribu Amplop Serangan Fajar

KONFRONTASI-Politikus Golkar Nusron Wahid nampaknya akan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat ini. 

KPK akan memeriksa Ketua BNP2TKI itu setelah disebut-sebut sebagai pihak yang meminta tersangka kasus suap Bowo Sidik untuk menyiapkan 400 ribu amplop uang yang rencananha bakal digunakan untuk serangan fajar di Jawa Tengah pada Pemilu April 17 mendatang.

Pengacara Bowo Sidik Sebut Uang Rp8 Miliar Dalam 400 Ribu Amplop Berasal dari Menteri Jokowi

KONFRONTASI-Tersangka dugaan yang juga Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso menyebut bahwa salah satu menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menjadi sumber dari 400 ribu amplop yang akan digunakan untuk serangan fajar. Hal itu disampaikan Bowo melalui pengacaranya Saut Edward Rajagukguk.

Total uang dalam 400 ribu amplop tersebut setidaknya berjumlah Rp8 miliar. Uang sebanyak itu terdiri dari pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke dalam masing-masing amplop.

Kasus Krakatau Steel: KPK Perpanjang Penahanan Empat Tersangka

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap empat tersangka kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) Tahun 2019.

Empat tersangka itu, yakni Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro (WNU), Kenneth Sutarja (KSU) seorang pengusaha PT Grand Kartech, Kurniawan Eddy Tjokro (KET) berpofesi karyawan swasta, dan Alexander Muskitta (AMU) seorang wiraswasta.

Sjamsul Nursalim Mangkir Terus, Ini yang akan Dilakukan KPK

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menempuh upaya hukum alternatif terhadap pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim. Sebab, Sjamsul sudah dua kali mangkir alias tidak hadir saat dipanggil di proses penyelidikan kasus korupsi penerbitan SKL BLBI.

"Nanti kan ada upaya hukum alternatifnya, makanya nanti kita akan umumkan," ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Korupsi, 70 PNS di Banten Dipecat

Gubernur Banten Wahidin Halim

 

KONFRONTASI  -    Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) kepada 17 ASN yang bertugas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Prabowo: Bangsa Kita Dikuasai Elit Yang Tidak Cinta Bangsa

Konfrontasi - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menjelaskan bahwa kemiskinan di Indonesia saat ini disebabkan karena maraknya praktik korupsi yang dilakukan oleh elit bangsa Indonesia saat ini.

Karena itu, ia menilai bahwa kondisi kerusakan ekonomi saat ini dikarenakan para elit-elit bangsa yang tidak cinta terhadap bangsa dan rakyatnya.

KPK Sita Rp8 Miliar dari Kantor Bowo Sidik, Diduga untuk Serangan Fajar

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan satu orang anggota DPR, Kamis (28/3/2019) dini hari. Ini merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) salah satu direksi badan usaha milik negara ( BUMN) di Jakarta terkait distribusi pupuk.

"Dini hari tadi, KPK mengamankan 1 anggota DPR. Saat ini sedang proses pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulis, Kamis (28/3/2019).

Rabu (27/3/2019) malam, KPK telah mengamankan tujuh orang di sejumlah titik di Jakarta.

Dengan ditangkapnya satu anggota DPR, artinya KPK telah mengamankan delapan orang dalam OTT kali ini.

"Dengan demikian, sampai pagi ini delapan orang diamankan dalam OTT di Jakarta dari Rabu sore hingga Kamis dini hari," ujar Febri.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka.

Selain Bowo, KPK juga menetapkan pihak swasta dari PT Inersia, Indung dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti sebagai tersangka.

Bowo dan Indung diduga sebagai penerima suap.

Sementara, Asty diduga sebagai pemberi suap.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan tiga orang tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019) malam.

Bowo diduga menerima fee kepada PT HTK terkait biaya angkut untuk distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia.

Fee yang diterima sejumlah 2 dollar Amerika Serikat per metrik ton.

KPK menduga sebelumnya terjadi 6 kali penerimaan oleh Bowo di berbagai tempat.

Nilainya sekitar Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat.

Uang tersebut yang kemudian diduga dipecahkan ke dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu.

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menemukan uang sekitar Rp 8 miliar yang tersimpan dalam 84 kardus.

Uang itu ditemukan dalam operasi tangkap tangan ( OTT) di Jakarta, Rabu (27/3/2019) sampai Kamis (28/3/2019) dini hari.

"Tim bergerak menuju ke sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop pada 84 kardus," kata Basaria.

KPK menduga uang tersebut untuk kepentingan "serangan fajar" pencalonan Bowo sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2019.

Menurut penelusuran, KPK menyangka ada dua sumber penerimaan uang.

Pertama diduga berkaitan dengan commitment fee untuk membantu pihak PT HTK menjalin kerja sama penyewaan kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik.

Penyewaan itu untuk distribusi pupuk yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia.

Kedua, KPK menduga ada penerimaan dari sumber lain oleh Bowo, terkait jabatannya sebagai anggota DPR.

Saat ini, KPK masih menelusuri lebih lanjut sumber penerimaan lain tersebut.

Basaria mengatakan uang itu diduga dipersiapkan untuk dibagikan kepada warga atau kerap diistilahkan dengan "serangan fajar" terkait pencalonannya sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2019.

"Jadi, BSP (Bowo) memang menjadi caleg, dia calon untuk daerah Jawa Tengah II.

Apakah ini untuk dirinya sendiri atau yang lainnya?

Untuk sementara dari hasil pemeriksaan tim kita beliau (Bowo) mengatakan ini memang dalam rangka kepentingan logistik pencalonan dia sendiri," kata Basaria.

"Dia diduga telah mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan-penerimaan yang dipersiapkan untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 nanti," lanjut Basaria.

Basaria membantah jika uang sekitar Rp 8 miliar itu juga dipersiapkan sebagai logistik untuk calon presiden dan wakil presiden tertentu.

"Sama sekali tidak. Dari awal tadi sejak konpers (konferensi pers) tidak berbicara soal itu. Saya ulang kembali hasil pemeriksaan memang untuk kepentingan dia akan mencalonkan diri kembali," kata dia

Pages