25 May 2019

Korea Utara

Korut Bandel, Tiga Pemimpin Negara Rapat Lewat Telepon

KONFRONTASI-Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas peningkatan tekanan dan sanksi bagi Korea Utara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, kata kantor kepresidenan Prancis, Sabtu.

Ketiga pemimpi menekankan keperluan untuk sebuah reaksi yang "terpadu dan tegas" dari masyarakat internasional kepada Pyongyang, menurut kantor Macron.

Korea Selatan pada Sabtu bersiap untuk kembali menghadapi uji coba peluru kendali nuklir saat negata itu merayakan ulang tahunnya, hanya beberapa hari setelah uji coba nulir keeenam dan terbesarnya yang membuat menggoyang pasar uang global dan makin meningkatkan ketegangan di kawasan.

Pada pekan lalu Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang memicu kecaman dunia internasional.

Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer Bumi.

Sri Mulyani Sebut Donald Trump dan Kim Jong Un Ancaman Geopolitik Dunia

Konfrontasi - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut ancaman geopolitik dunia saat ini adalah ketegangan hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Kondisi ini dapat memengaruhi perekonomian global.

Filipina Resmi Hentikan Hubungan Dagang dengan Korea Utara

Konfrontasi - Filipina menghentikan hubungan dagang dengan Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB atas uji peluru kendali Korut yang terus berulang dilakukan. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina pada Jumat (8/9/2017).

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya telah mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi baru yang keras terhadap Korea Utara. Ini setelah Pyongyang melakukan uji coba terkini pada minggu lalu, yang mereka sebut sedang mengembangkan bom hidrogen.

Filipina Putuskan Hubungan Dagang dengan Korut

KONFRONTASI-Filipina menghentikan hubungan dagang dengan Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB atas uji coba peluru kendali Korut yang terus berulang dilakukan, kata Menteri Luar Negeri Filipina seperti dikutip Reuters.

Masyarakat Korsel Yakin Korut Tak Berani Memulai Perang, Ini Buktinya

Konfrontasi - Kekhawatiran Korea Utara (Korut) akan memulai perang nuklir tampaknya hanya dirasakan elite pemimpin dunia. Masyarakat biasa justru tak percaya negara pimpinan Kim Jong Un itu berani macam-macam.

Menurut survei Gallup Korea, sebanyak 58 persen warga Korea Selatan menilai Korut tak mungkin memulai perang. Hanya 37 persen yang menjawab sebaliknya.

Padahal, negara mereka adalah musuh bebuyutan dan tetangga terdekat Korut. Jika perang benar-benar terjadi, Korsel bisa dipastikan menderita kerusakan yang tak kecil.

Ironisnya lagi, Seoul baru saja meningkatkan kesiagaan karena mendapat informasi Korut akan meluncurkan Intercontinental Ballistic MIssile (ICBM) besok, Sabtu (9/9/2017).

Empat sistem antirudal Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) baru dipasang di Seongju County untuk mengantisipasi serangan tersebut.

Meksiko Usir Duta Besar Korea Utara

Konfrontasi - Pemerintah Meksiko mengusir duta besar Korea Utara sebagai bentuk protes terhadap uji coba nuklir negara tersebut. Langkah tegas yang mengejutkan ini membuat Meksiko selaras dengan Amerika Serikat dalam menyikapi krisis nuklir Korea.

Melalui sebah pernyataan, Kamis (7/9/2017), pemerintah Meksiko mengumumkan bahwa Duta Besar Kim Hyong Gil telah ditetapkan sebagai persona non grata.

Anak buah Kim Jong Un itu diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Meksiko.

Korut Bandel, Jepang Pertimbangkan Beli Nuklir

KONFRONTASI-Kenekatan Korut menguji coba bom hidrogen atau termonuklir saat situasi politik di Semenanjung Korea tengah panas membuat murka para pemimpin dunia. Terutama pemimpin Jepang dan Korsel.

Karena itu, negara yang dipimpin PM Shinzo Abe tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membeli senjata nuklir dengan atas nama AS. Sebab, mereka terikat traktat nonproliferasi (NPT).

Sukses Uji Bom Hidrogen, Korea Utara Pesta Pora

KONFRONTASI - Korea Utara menggelar perayaan massal untuk para ilmuwan yang terlibat dalam uji coba peledakan bom nuklir terbesarnya. Pesta pora ini diwarnai dengan nyala kembang api dan pawai di Pyongyang.

Warga ibu kota Korea Utara ini berbaris di jalan-jalan, kemarin, melambaikan pom-pom warna merah muda dan ungu, serta bersorak ke arah konvoi bus yang membawa para ilmuwan ke dalam kota, sembari melemparkan bunga kertas hiasan kepada mereka begitu berjalan memasuki Lapangan Kim Il-Sung.

Merkel dan Trump Bertemu, Korea Utara Terancam Sanksi Lebih Keras

KONFRONTASI - Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (4/9) sepakat mendorong penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Korea Utara setelah uji coba nuklir terbaru Pyongyang menurut kantor Merkel.

Merkel dan Trump Kompak Terapkan Sanksi Keras ke Korea Utara

KONFRONTASI  -   Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (4/9) sepakat mendorong penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Korea Utara setelah uji coba nuklir terbaru Pyongyang menurut kantor Merkel.

Pages