24 August 2019

Korea Utara

Dijerat Sanksi, Korut Malah Makin Menjadi-jadi

KONFRONTASI-Korea Utara pada Rabu berjanji akan mempercepat program senjatanya dalam menanggapi sanksi "keji" yang diberlakukan Dewan Keamanan PBB setelah uji coba senjata terbaru dan paling kuat.

Korea Utara sebut Sanksi dan Tekanan AS Sembrono

KONFRONTASI - Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) menyebut sanksi dan tekanan Amerika Serikat sudah mencapai fase yang sangat sembrono.

"Sanksi dan tekanan dari AS untuk menghapus kedaulatan DPRK (Democratic People's Republic of Korea) dan hak atas keberadaannya, telah mencapai fase yang sangat sembrono," begitu pernyataan yang disiarkan KCNA, pada hari ini (Senin, 11/9).

Jepang Dukung AS Beri Sanksi Batasi Pasokan Minyak Korut

Konfrontasi - Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera menyatakan dukungannya terhadap AS untuk memberikan sanksi pembatasan pasokan minyak ke Korea Utara. Dia memperingatkan, kemajuan rezim Korut dalam teknologi rudal telah menyulitkan Jepang.

"Situasi keamanan Jepang semakin parah. Mungkin ini adalah keadaan paling serius dalam periode pasca perang," kata Onodera, dikutip Bloomberg, Minggu (10/9/2017).

Ini Saran Kanselir Jerman untuk Akhiri Krisis Korut

KONFRONTASI-Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan ia siap terlibat dalam sebuah inisiatif diplomatik untuk mengakhiri progtam nuklir dan rudal Korea Utara (Korut). Ia pun menyarankan agar perundingan nuklir Iran bisan menjadi contoh.

"Jika partisipasi kita dalam pembicaraan diinginkan, saya akan segera mengatakan ya," kata Merkel saat diwawancara oleh salah satu media Jerman seperti dikutip dari Reuters, Minggu (10/9/2017).

Korut Bandel, Tiga Pemimpin Negara Rapat Lewat Telepon

KONFRONTASI-Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas peningkatan tekanan dan sanksi bagi Korea Utara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, kata kantor kepresidenan Prancis, Sabtu.

Ketiga pemimpi menekankan keperluan untuk sebuah reaksi yang "terpadu dan tegas" dari masyarakat internasional kepada Pyongyang, menurut kantor Macron.

Korea Selatan pada Sabtu bersiap untuk kembali menghadapi uji coba peluru kendali nuklir saat negata itu merayakan ulang tahunnya, hanya beberapa hari setelah uji coba nulir keeenam dan terbesarnya yang membuat menggoyang pasar uang global dan makin meningkatkan ketegangan di kawasan.

Pada pekan lalu Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang memicu kecaman dunia internasional.

Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer Bumi.

Sri Mulyani Sebut Donald Trump dan Kim Jong Un Ancaman Geopolitik Dunia

Konfrontasi - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut ancaman geopolitik dunia saat ini adalah ketegangan hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Kondisi ini dapat memengaruhi perekonomian global.

Filipina Resmi Hentikan Hubungan Dagang dengan Korea Utara

Konfrontasi - Filipina menghentikan hubungan dagang dengan Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB atas uji peluru kendali Korut yang terus berulang dilakukan. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina pada Jumat (8/9/2017).

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya telah mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi baru yang keras terhadap Korea Utara. Ini setelah Pyongyang melakukan uji coba terkini pada minggu lalu, yang mereka sebut sedang mengembangkan bom hidrogen.

Filipina Putuskan Hubungan Dagang dengan Korut

KONFRONTASI-Filipina menghentikan hubungan dagang dengan Korea Utara untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB atas uji coba peluru kendali Korut yang terus berulang dilakukan, kata Menteri Luar Negeri Filipina seperti dikutip Reuters.

Masyarakat Korsel Yakin Korut Tak Berani Memulai Perang, Ini Buktinya

Konfrontasi - Kekhawatiran Korea Utara (Korut) akan memulai perang nuklir tampaknya hanya dirasakan elite pemimpin dunia. Masyarakat biasa justru tak percaya negara pimpinan Kim Jong Un itu berani macam-macam.

Menurut survei Gallup Korea, sebanyak 58 persen warga Korea Selatan menilai Korut tak mungkin memulai perang. Hanya 37 persen yang menjawab sebaliknya.

Padahal, negara mereka adalah musuh bebuyutan dan tetangga terdekat Korut. Jika perang benar-benar terjadi, Korsel bisa dipastikan menderita kerusakan yang tak kecil.

Ironisnya lagi, Seoul baru saja meningkatkan kesiagaan karena mendapat informasi Korut akan meluncurkan Intercontinental Ballistic MIssile (ICBM) besok, Sabtu (9/9/2017).

Empat sistem antirudal Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) baru dipasang di Seongju County untuk mengantisipasi serangan tersebut.

Meksiko Usir Duta Besar Korea Utara

Konfrontasi - Pemerintah Meksiko mengusir duta besar Korea Utara sebagai bentuk protes terhadap uji coba nuklir negara tersebut. Langkah tegas yang mengejutkan ini membuat Meksiko selaras dengan Amerika Serikat dalam menyikapi krisis nuklir Korea.

Melalui sebah pernyataan, Kamis (7/9/2017), pemerintah Meksiko mengumumkan bahwa Duta Besar Kim Hyong Gil telah ditetapkan sebagai persona non grata.

Anak buah Kim Jong Un itu diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Meksiko.

Pages