26 August 2019

Korea Utara

Fakta Mengejutkan dari Pembunuhan Kim Jong-nam

Konfrontasi - Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang dibunuh beberapa bulan lalu, ternyata menyimpan selusinan botol kecil berisi penawar racun gas saraf VX dalam tas gendongnya pada hari dia diracun. Kesimpulan ini terungkap dari proses peradilan Malaysia kasus tersebut pekan ini.

Korut Nyatakan Program Pengembangan Nuklirnya Telah Selesai

KONFRONTASI- Pemerintah Korea Utara mengklaim sukses melaksanakan uji tembak rudal balistik antar-benua barunya pada Rabu, dan mengumumkan bahwa pengembangan sistem senjata nuklirnya telah selesai.

Kantor berita pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), menyiarkan rudal antar-benua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) Hwasong-15 yang telah berhasil diluncurkan itu membawa "hulu ledak super besar" dan mampu "menyerang seluruh daratan AS."

Korut Luncurkan Rudal Balistik Antar-benua, DK-PBB Didesak Bersikap

KONFRONTASI-Amerika Serikat dan Jepang bertindak cepat dengan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan membahas peluncuran misil balistik antar-benua (ICBM) Korea Utara.

Pyongyang telah kembali melakukan uji coba misil balistik pada Rabu (29/11/2017) pagi waktu setempat.

Misil yang diberi nama Hwasong-15 oleh Korea Utara tersebut diklaim Korea Utara sebagai misil yang bisa menjangkau seluruh wilayah di AS.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pun kemudian mendeklarasikan negaranya sebagai negara berkekuatan nuklir.

Ngeri, Rudal Korut Hampir Bisa Jangkau Tempat Mana Pun di Muka Bumi

KONFRONTASI-Korea Utara (Korut) terus memperbarui teknologi senjatanya. Jangkauan rudal balistik negeri pimpinan Kim Jong-un ini pun ini semakin meninggi. Pejabat AS, memperingatkan rezim ini semakin mendekati kemampuan mencapai sasaran "dimana pun di dunia" dengan serangan nuklir.

Rudal balistik antarbenua tersebut diluncurkan pada Rabu (29/11) dini hari, tampaknya dari dekat Pyongyang, pada tes pertama sejak Korut melepaskan rudal ke arah Jepang pada pertengahan September. Rudal kali ini mencapai ketinggian 4.000 kilometer, meluncur selama 50 menit sebelum turun sekitar 1.000 kilometer jauhnya di perairan barat Jepang.

"Jangkauannya menjadi lebih tinggi, terus terang, daripada tembakan mereka sebelumnya," kata Menteri Pertahanan AS James Mattis pagi ini.

"Ini upaya penelitian dan pengembangan mereka dalam membangun rudal balistik yang pada dasarnya dapat mengancam dimana pun di dunia," ujarnya.

"Intinya adalah upaya terus-menerus membangun ancaman rudal balistik yang membahayakan perdamaian dunia," tambah Mattis.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendapatkan pengarahan saat rudal masih berada di udara, dan kemudian mengatakan kepada wartawan AS akan menanganinya. "Ini adalah situasi yang akan kami tangani," katanya.

Pentagon mengatakan rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah AS atau sekutunya. Militer Korea Selatan langsung melakukan latihan penembakan rudal sebagai respons terhadap provokasi tersebut, sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memanggil menteri kabinetnya untuk rapat pada sekitar Pukul 3.30 dinihari waktu setempat.

PM Abe langsung meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan mengatakan Jepang akan "tidak mentolerir tindakan sembrono Korea Utara".

Menlu Australia Julie Bishop turut mengecam ujicoba Korut tersebut. "Pemerintah Australia mengecam sekeras-kerasnya tindakan Korut yang terus melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami meminta rezim Korea Utara untuk meninggalkan program ilegal mereka," katanya.

Nuklir Pyongyang Hanya Targetkan AS

KONFRONTASI-Ketegangan di Semenanjung Korea jauh dari kata berakhir seiring keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memasukkan Pyongyang sebagai sponsor terorisme pekan lalu. Terbaru, seorang pejabat tinggi Korea Utara (Korut) menyatakan program nuklir negara komunis itu tidak menargetkan negara lain selain AS.

Cerita Pembelot Korea Utara Paparkan Kehidupan Mereka Lewat Komik Online

KONFRONTASI - Perjalanan melarikan diri dari Korea Utara menuju kebebasan di Korea Selatan adalah hal yang berat dan mengerikan. Tapi, seorang pengungsi dari negara tertutup itu mencoba melihat dari sisi yang lain. Dia menyisipkan humor dalam perjalanan dan transisi sulit yang dialami rekan se-negaranya dalam komik online.

Berikut kisah lengkapnya seperti dilansir dari Program Asia Calling produksi Kantor Berita Radio (KBR).

Semenanjung Korea Memanas, AS akan Kirim Pesawat Siluman ke Korsel

Konfrontasi - Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan pesawat tempur siluman F-22 Raptor ke Korea Selatan (Korsel) untuk latihan bersama, menurut sejumlah laporan pada Jumat (24/11/2017), dalam sebuah aksi pamer kekuasaan yang ditujukan kepada Pyongyang.

Enam jet tempur, yang biasanya berbasis di Okinawa, Jepang, akan dikerahkan ke Korea Selatan untuk latihan militer lima hari, Vigilant Ace, yang dimulai pada 4 Desember, lapor media setempat seperti dikutip AFP.

Dukung Korut, Kuba Serukan Perdamaian di Semenanjung Korea

KONFRONTASI-Kuba, satu dari sedikit sekutu Korea Utara, menyerukan "perdamaian dan stabilitas" di semenanjung Korea dan menekankan perlunya dialog untuk mengurangi ketegangan antara Pyongyang dan Washington.

Saat menerima timpalannya dari Korea Utara Ri Yong-Ho di Havana, Rabu, Menteri Urusan Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengatakan Kuba "mendukung perdamaian dan stabilitas", menambahkan bahwa "hanya setelah dialog dan perundingan solusi politik yang langgeng bisa dicapai" menurut siaran media Kuba.

AS Perluas Sanksi atas Korut

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi-sanksi ekonomi baru yang menyasar perusahaan ekspedisi Korea Utara dan pedagang China yang berbisnis dengan Pyongyang.

Kebijakan tersebut diambil sehari setelah Presiden Donald Trump menetapkan Korea Utara sebagai negara pendukung terorisme dan memperingatkan serangkaian sanksi baru atas program nuklir terlarangnya.

AS Sebut Korut Pendukung Teror, China Serukan Perundingan

KONFRONTASI-China pada Selasa mengatakan bahwa "lebih banyak yang harus dilakukan" untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara melalui dialog setelah Amerika Serikat (AS) kembali menyebut Pyongyang sebagai negara yang mendukung terorisme.

Pages