24 May 2019

Korea Utara

Komunis Korea Utara Bela Palestina, Kecam AS soal Yerusalem

KONFRONTASI- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menuai kecaman dari seluruh dunia.

Korea Utara ( Korut), yang notabene merupakan musuh AS, tidak ketinggalan mengecam langkah politik presiden 71 tahun itu.

Melalui kantor beritanya KCNA, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), Pyongyang menyatakan tidak terkejut dengan aksi Trump yang mereka sebut sebagai dotard atau "orang tua yang punya penyakit mental".

Polisi Jepang Tangkap 3 ABK Korut Diduga Curi Pembangkit Listrik

Konfrontasi - Kepolisian Jepang menangkap tiga awak kapal Korea Utara, karena mencuri pembangkit listrik dari sebuah bangunan di pulau tak berpenghuni. Penangkapan tersebut merupakan drama terkini di tengah meningkatnya kedatangan perahu nelayan Korea Utara di Jepang.

Media di Korsel Edarkan Cara Lindungi Diri dari Nuklir

Konfrontasi - Sebuah surat kabar yang terbit di Korea Selatan memuat artikel sebanyak satu halaman penuh yang berisi petunjuk untuk selamatkan diri dari nuklir. Koran yang dikelola pemerintah di sebuah provinsi perbatasan China timur itu memberi informasi pada pembaca bagaimana cara terbaik bertahan jika terjadi serangan nuklir.

Melalui artikel bertajuk "Pengetahuan Umum tentang Senjata dan Perlindungan Nuklir," ditampilkan secara penuh di halaman depan harian Jilin Newspaper, surat kabar resmi provinsi Jilin. Provinsi ini memiliki perbatasan sepanjang 1.200 km dengan Korea Utara.

Diberitakan oleh Shanghaiist, 8 Desember 2017, artikel tersebut merinci beberapa informasi dasar dan sejarah tentang senjata nuklir, termasuk seberapa jauh gelombang ledakan bisa tercapai. Artikel itu juga memberikan beberapa petunjuk bermanfaat tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan nuklir.

Menurut artikel tersebut, seseorang seharusnya tidak melihat bola api nuklir, tapi langsung jatuhkan diri ke tanah dan mencari penutup. Jika tubuh berada di dekat air, lompatlah.

Setelah itu, untuk menghindari kontaminasi, pembaca disarankan untuk tetap di rumah dan menutup semua jendela dan pintu. Semua pakaian harus digosok dan dicuci dengan seksama. Pembaca juga harus mandi, memberi perhatian khusus untuk membersihkan bagian dalam mulut dan telinga.

Jika kebetulan mengkonsumsi sesuatu yang terkontaminasi radiasi, maka disarankan harus segera memaksa diri untuk memuntahkannya kembali. Untuk membantu pembaca mengingat tip ini, makalah tersebut juga menyertakan ilustrasi kartun.

Media di Korsel Edarkan Cara Lindungi Diri dari Nuklir

Meski tak menyinggung nama Korea Utara, namun bisa dipahami mengapa koran tersebut menerbitkan artikel ini. Selama beberapa bulan terakhir, Korea Utara terus melakukan uji coba nuklir dengan kemampuan yang konon terus di upgrade. Selama beberapa hari terakhir, AS juga  melakukan latihan besar-besaran bersama di atas semenanjung Korea. Latihan bersama itu membuat Pyongyang memperingatkan bahwa negara-negara mendekati "ambang perang."

Dikecam Korut, Korsel-AS Tetap Gelar Latihan Gabungan

KONFRONTASI-Korea Selatan dan Amerika Serikat menggelar latihan udara bersama terbesar mereka pada Senin menurut beberapa pejabat, seminggu setelah Korea Utara menyatakan telah melakukan uji coba rudal paling mutakhir memicu ketegangan global.

Rudal Korut Hancur Saat Masuk Kembali ke Atmosfer

Konfrontasi - Rudal balistik antarbenua Korea Utara (Korut) yang terbaru tidak bertahan saat masuk kembali ke atmosfer bumi saat peluncuran uji coba tengah minggu ini. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Amerika Serikat (AS).

Pejabat tersebut menambahkan bahwa sekutu AS sedang mencari sisa-sisa hulu ledak setelah jatuh ke dekat pantai Jepang pada hari Rabu seperti dikutip dari Fox News, Minggu (3/12/2017).

Kim Jong Nam Diyakini Bawa Obat Penawar saat Diracun

Konfrontasi - Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, diyakini memiliki dan membawa obat penawar pada saat dirinya diracun di Bandara Internasional Kuala Lumpur, 13 Februari 2017.

Kim Jong Nam dipercaya membawa lusinan botol obat penawar racun di dalam tas yang dibawanya saat hari kejadian. Obat penawar yang bisa untuk menangkal racun syaraf yang menyebabkan kematiannya.

Fakta Mengejutkan dari Pembunuhan Kim Jong-nam

Konfrontasi - Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang dibunuh beberapa bulan lalu, ternyata menyimpan selusinan botol kecil berisi penawar racun gas saraf VX dalam tas gendongnya pada hari dia diracun. Kesimpulan ini terungkap dari proses peradilan Malaysia kasus tersebut pekan ini.

Korut Nyatakan Program Pengembangan Nuklirnya Telah Selesai

KONFRONTASI- Pemerintah Korea Utara mengklaim sukses melaksanakan uji tembak rudal balistik antar-benua barunya pada Rabu, dan mengumumkan bahwa pengembangan sistem senjata nuklirnya telah selesai.

Kantor berita pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), menyiarkan rudal antar-benua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) Hwasong-15 yang telah berhasil diluncurkan itu membawa "hulu ledak super besar" dan mampu "menyerang seluruh daratan AS."

Korut Luncurkan Rudal Balistik Antar-benua, DK-PBB Didesak Bersikap

KONFRONTASI-Amerika Serikat dan Jepang bertindak cepat dengan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan membahas peluncuran misil balistik antar-benua (ICBM) Korea Utara.

Pyongyang telah kembali melakukan uji coba misil balistik pada Rabu (29/11/2017) pagi waktu setempat.

Misil yang diberi nama Hwasong-15 oleh Korea Utara tersebut diklaim Korea Utara sebagai misil yang bisa menjangkau seluruh wilayah di AS.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pun kemudian mendeklarasikan negaranya sebagai negara berkekuatan nuklir.

Ngeri, Rudal Korut Hampir Bisa Jangkau Tempat Mana Pun di Muka Bumi

KONFRONTASI-Korea Utara (Korut) terus memperbarui teknologi senjatanya. Jangkauan rudal balistik negeri pimpinan Kim Jong-un ini pun ini semakin meninggi. Pejabat AS, memperingatkan rezim ini semakin mendekati kemampuan mencapai sasaran "dimana pun di dunia" dengan serangan nuklir.

Rudal balistik antarbenua tersebut diluncurkan pada Rabu (29/11) dini hari, tampaknya dari dekat Pyongyang, pada tes pertama sejak Korut melepaskan rudal ke arah Jepang pada pertengahan September. Rudal kali ini mencapai ketinggian 4.000 kilometer, meluncur selama 50 menit sebelum turun sekitar 1.000 kilometer jauhnya di perairan barat Jepang.

"Jangkauannya menjadi lebih tinggi, terus terang, daripada tembakan mereka sebelumnya," kata Menteri Pertahanan AS James Mattis pagi ini.

"Ini upaya penelitian dan pengembangan mereka dalam membangun rudal balistik yang pada dasarnya dapat mengancam dimana pun di dunia," ujarnya.

"Intinya adalah upaya terus-menerus membangun ancaman rudal balistik yang membahayakan perdamaian dunia," tambah Mattis.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendapatkan pengarahan saat rudal masih berada di udara, dan kemudian mengatakan kepada wartawan AS akan menanganinya. "Ini adalah situasi yang akan kami tangani," katanya.

Pentagon mengatakan rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah AS atau sekutunya. Militer Korea Selatan langsung melakukan latihan penembakan rudal sebagai respons terhadap provokasi tersebut, sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memanggil menteri kabinetnya untuk rapat pada sekitar Pukul 3.30 dinihari waktu setempat.

PM Abe langsung meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan mengatakan Jepang akan "tidak mentolerir tindakan sembrono Korea Utara".

Menlu Australia Julie Bishop turut mengecam ujicoba Korut tersebut. "Pemerintah Australia mengecam sekeras-kerasnya tindakan Korut yang terus melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami meminta rezim Korea Utara untuk meninggalkan program ilegal mereka," katanya.

Pages