21 April 2019

Korea Utara

Korut Uji Coba Senjata Taktis Baru

KONFRONTASI-Negeri pimpinan Kim Jong-un, Korea Utara, mengklaim telah menguji coba senjata model baru "yang dipandu secara taktis".

Klaim yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, itu tidak menjelaskan secara rinci. Yang jelas, sebagaimana disebutkan dalam laporan itu, senjata tersebut dipasangi "hulu ledak yang kuat". Demikian BBC, Kamis (18/3/2019).

Akhir Bulan Ini Trump dan Kim Bertemu di Vietnam

Konfrontasi - Presiden AS, Donald Trump mengatakan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un akan diadakan di ibukota Vietnam, Hanoi, akhir bulan ini.

"Perwakilan saya baru saja meninggalkan Korea Utara setelah pertemuan yang sangat produktif dan disepakati waktu dan tanggal untuk KTT kedua dengan Kim Jong Un. Itu akan berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 27 & 28 Februari," kata Trump di Twitter pada hari Jumat (8/2/2019) sambil menambahkan selama ini, pertemuan yang sangat produktif.

Perundingan Denuklirisasi Macet, Media Korut Salahkan AS

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) dipersalahkan atas macetnya perundingan denuklirisasi Korea Utara (Korut). Pernyataan tersebut muncul di sebuah surat kabar Korut sehari setelah Direktur Intelijen Nasional Dan Coats mengatakan kepada anggota Komite Intelijen Senat bahwa tindakan Korut tidak konsisten dengan kesepakatan denuklirisasi penuh.

Surat kabar Partai Buruh Korut, Rodong Sinmun mengatakan, kemajuan pembicaraan telah ditunda karena Washington bersikeras melakukan denuklirisasi sebelum memberikan keringanan sanksi.

Pertemuan Kedua Trump-Kim Sudah Ditentukan

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa lokasi untuk Pertemuan Tingkat Tinggi kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah diputuskan.

"Kami memilih sebuah negara," kata Trump kepada wartawan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut (Sabtu, 19/1/2019), seperti dikabarkan Channel News Asia. 

Tanggal pertemuan belum dirilis, namun diperkirakan akan digelar pada akhir Februari. 

Korut Ancam Kembali Produksi Nuklir Jika AS Langgar Janji

Konfrontasi - Korea Utara (Korut) memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan serius mempertimbangkan untuk kembali mengembangkan rudal balistik jika AS tak segera mencabut sanksi ekonomi.

Pernyataan ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Korut atas nama direktur untuk Studi Amerika. 

"Pengembangan rudal mungkin akan kami pertimbangkan lagi secara serius jika AS tak mencabut sanksi ekonomi yang keras itu," sebut pernyataan Kemenlu Korut dikutip dari KCNA, Minggu (4/11/2018).

Korut Ingin Jadi Penghubung Transportasi Kawasan Seperti Singapura

KONFRONTASI-Korea Utara (Korut) akan mengeksplorasi rencana untuk menjadi penghubung transportasi di kawasan seperti Swiss dan Singapura. Demikian dikatakan Peneliti senior Akademi Ilmu Sosial Institut Ekonomi Korut, Ru Ki Song.

Ri mengatakan jika sanksi-sanksi yang diberikan Korut dicabut dan iklim politik semakin membaik maka Korut bisa meniru beberapa negara yang memiliki karakteristik yang mirip seperti mereka, seperti Swiss dan Singapura.

"Yang mana memiliki sedikit sumber daya alam dan wilayah yang kecil tapi bisa menggunakan lokasi geografis mereka untuk keuntungan yang sangat besar, kami berada di tengah Asia Timur, jadi letak kami di Semenanjung Korea memiliki keuntungan lokasi geografis yang sangat besar, kata Ri, Senin (29/10). 

Korut bertetanggaan dengan Cina dan Korea Selatan. Dua perekonomian terbesar di Asia dan dunia. Ri mengatakan di masa mendatang negaranya akan memanfaatkan lokasi mereka yang sangat strategis untuk menghubungan negara-negara di kawasan Asia Timur.

"Di masa mendatang kami akan mencoba untuk membuat kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk membangun industri transportasi, jika kami menggunakan rel kereta dari Selatan menuju Siberia, banyak yang negara yang akan lebih memilih menggunakan rel kami untuk melakukan pengiriman melalui lautan," kata Ri.

Ide itu sudah ada selama bertahun-tahun, Korut pun sudah memiliki rel yang menghubungkan Rusia, Cina, dan Korea Selatan. Presiden Korsel Moon Jae-in sudah mengungkapkan dukungannya dan melakukan kerja sama ulang rel tersebut cepatnya. Tapi usaha untuk membangun skema transportasi ini kerap kali gagal karena gesekan antar negara atau sedikitnya investor yang tertarik.

Ri juga mengatakan ada kemungkinan Korut berencana untuk bergabung dengan institusi ekonomi dunia seperti International Monetary Fund (IMF). Bergabungnya Korut dengan IMF akan terjadi jika pemimpin negara tersebut menghentikan kebijakan mengisolasi diri.

Bergabung dengan institusi ekonomi dunia akan membuka pintu bantuan dana pembangunan yang sangat dibutuhkan Korut. Presiden Korsel Moon mengatakan Kim Jong-un mengekspresikan ketertarikannya untuk bergabung dengan IMF atau World Bank. Tapi, Korut membutuhkan reformasi struktural dan buruknya transparansi baik di sektor politik maupun ekonomi di sana akan menghalangi niat tersebut.

Ri tidak yakin Korut dapat memenuhi persyaratan yang diminta oleh institusi-institusi finansial dunia. Meski dari data stasistik GDP Korut mampu bergabung. Ia mengatakan persoalan ini ada di tangan pengadilan internasional.

"Karena sanksi dan pergerakan yang dilakukan negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, usaha kami bergabung dengan organisasi internasional belum terealisasi sejauh ini," kata Ri.

Ia menyinggung tentang kegagalan Korut untuk bergabung dengan Asian Development Bank pada tahun 1990-an. "Jika kami bahkan tidak bisa bergabung dengan organisasi di kawasan akan jauh lebih sulit bergabung dengan organisasi internasional," kata Ri. 

AS Perpanjang Larangan Kunjungan ke Korut

KONFRONTASI-Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Kamis, mengatakan memutuskan memperpanjang satu tahun pelarangan warga negara AS berkunjung ke Korea Utara.

Pembicaraan Denuklirisasi Korut Kemungkinan Berantakan

KONFRONTASI-Pejabat-pejabat Korea Utara telah memperingatkan Amerika Serikat melalui surat bahwa pembicaraan soal penghapusan senjata nuklir (denuklirisasi) "kembali dipertaruhkan dan mungkin berantakan", menurut laporan CNN, Selasa, yang mengutip sejumlah sumber.

Surat itu disampaikan secara langsung kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan menyatakan bahwa pemerintahan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merasa proses itu tidak bisa maju.

Trump: Rusia Setuju Bantu Korea Utara

KONFRONTASI - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Rusia akan membantu Korea Utara (Korut). Rusia secara antusias menawarkan pembaruan terhadap proses negosiasi AS dengan Korut terkait senjata nuklir.

"Rusia telah setuju untuk membantu Korea Utara, di mana hubungan dengan kami sangat bagus dan prosesnya berjalan seiring," kata Trump di Twitter.

IAEA Siap Bantu Denuklirisasi Korut

KONFRONTASI - Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menyatakan kesiapannya  untuk memberikan bantuan organisasi kepada Pyongyang dan Washington dalam verifikasi denuklirisasi Korea Utara (Korut).

Pages