29 March 2020

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Sebelum Disodomi, 41 Korban Babeh Dipaksa Telan Gotri

Konfrontasi - Puluhan korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh guru honorer Wawan Sutiono alias Babeh (49) dipaksa menelan butiran besi kecil atau gotri sebelum mereka disodomi oleh pelaku.

Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, gotri tersebut diyakini oleh pelaku untuk memperlancar proses masuknya ilmu kebal yang akan diajarkan oleh pelaku kepada anak-anak.

Dipanggil KPAI, Penerbit Buku Pelajaran LGBT Tak Kooperatif

Konfrontasi - Beredarnya lagi buku pelajaran yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bertindak.

KPAI pun memanggil penerbit buku pelajaran berjudul ‘Balita Langsung Lancar Membaca dengan metode BSB (Bermain Sambil Belajar)’.

Dalam hasil penelusuran KPAI, Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

KPAI: Para Korban Pencabulan di SD Ciracas Masih Trauma

Konfrontasi - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra mengungkap jika saat ini kondisi korban dugaan pelecehan oknum disebuah SD di Ciracas Jakarta Timur dalam kondisi masih trauma.

“Kondisi (korban) trauma yang sangat luar biasa,” kata Jasra Putra di Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Jasra sendiri mengaku pihaknya telah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan para korban. Jasra mengatakan para korban terus menangis saat ditanya soal kejadian pelecehan seksual itu.

Gadis 14 Tahun Syarat Minimal Lelang Perawan Situs Nikkahsirri.com

Konfrontasi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bakal memanggil pemilik lelang "keperawanan" situs nikahsirri.com. Menurut Ketua KPAI Susanto, nikah siri merupakan bentuk pernikahan secara syar'i, tetapi bertentangan dengan UU Perkawinan.

Belakangan ini, nikah siri dalam sejumlah kasus bukan bermotif syar'i, tapi karena sejumlah faktor.

Kasus Pornografi Anak, Pekan Depan KPAI Temui Twitter

Konfrontasi - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, merencanakan untuk bertemu pihak twitter pekan depan. Ia berencana untuk melakukan pendalaman dan pembahasan terkait penyebaran konten pornografi gay anak atau Video Gay Kids (VGK) di media sosial tersebut.

"Rabu nanti kami rencanakan untuk mengundang pihak twitter," kata Susanto dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu 17 September 2017. 

Kasus Penyalahgunaan Obat, KPAI Minta Pemerintah Jangan Sekadar Memadamkan Api

Konfrontasi - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta pemerintah menyelesaikan masalah penyalahgunaan obat dengan tuntas. Salah satunya berkaca pada kasus di Kendari, Sulawesi Tenggara dimana mayoritas korban adalah remaja. Sebab, KPAI melihat kasus tersebut bisa jadi merupakan puncak gunung es.

"Tentu saja KPAI berharap ini tidak sekadar memadamkan api sehingga nanti kasus ini berulang terjadi," kata Retno seusai acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

KPAI Sebut Ada Motif Lain di Balik Peredaran PCC

Konfrontasi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia tak percaya hanya motif ekonomi di balik beredarnya obat Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC). Pasalnya, barang bukti yang didapat polisi cuma sejumlah Rp700 ribu.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti khawatir ada motif yang lebih besar. "Ada upaya menghancurkan generasi muda kita," kata Retno di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017.

KPAI Desak Penyedia Ojek Online Perketat Seleksi Pengemudi

Konfrontasi - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mendesak perusahaan penyedia layanan ojek online tidak asal-asalan dalam merekrut pengemudinya. Tujuannya agar pengemudi yang menjadi mitra tidak bertindak sembarangan, apalagi sampai memerkosa penumpang yang masih belia.

Susanto mengatakan, perusahaan ojek online mestinya tidak merekrut pengemudi dari pelamar yang sekadar memenuhi syarat formal. Menurutnya, rekam jejak pelamar pun harus diketahu.

KPAI Larang Anak Nonton Film Surat Kecil untuk Tuhan

Konfrontasi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengeluarkan public notice terkait film 'Surat Kecil Untuk Tuhan' yang disutradarai Fajar Bustomi. Film yang dibintangi Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari tersebut dinilai tidak pantas menjadi tontonan anak-anak.

Ketua umum LPAI Seto Mulyadi menyatakan, walaupun film tersebut mengangkat tema tentang anak-anak, namun cerita film dinilai mengandung muatan dengan perspektif dan standar kepatutan dewasa.

Pages