16 December 2017

Keturunan Tionghoa

Mitos Keturunan Tionghoa dan Penguasaan Ekonomi Indonesia

KONFRONTASI  -   Di Zaman orba, konglomerat keturunan cina menguasai indonesia dan berkembang pemikiran bahwa kaum minoritas cina menguasai ekonomi indonesia. Pemikiran ini berkembang terus di kalangan kaum pribumi dan sebagian kaum keturunan cina yg miskin. Sebenarnya sejak kejatuhan orde baru, ekonomi sudah dikuasai oleh pribumi lewat BUMN. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Kecuali pertamina yang belum diperbolehkan go public karena alasan nasionalisme.

Jadi Gembul Dengan Bisnis Bakpao

Konfrontasi - Bakpao merupakan makanan tradisional dari China. Di Indonesia umumnya bakpao hanya berisi daging, cokelat atau kacang hijau. Namun bakpao besutan Keni Shiboura memiliki keunikan tersendiri. Lewat bendera usaha Pop Pao, dia menawarkan bakpao isi aneka rasa serta warna dan penampakan bakpao yang unik.

Gurihnya Bakpao Telur Asin

Konfrontasi - Siapa yang tak kenal dengan makan yang satu ini, Bakpao. Makanan tradisional asal keturunan Tionghoa ini memang cukup banyak yang menyukainya. Bakpau yang satu ini patut dicoba. Saat disobek kulitnya, adonan kuning telur asinnya meleleh lembut. Rasanya? Hmm...gurih mengelus lidah!

Bahan:

Kulit:

Ini Syarat Jadi Pasangan Ryn Cherrybelle

Konfrontasi - Perayaan Hari Raya Imlek sudah menjadi tradisi orang keturunan Tionghoa untuk mengenalkan pasangannya kepada keluarga. Namun salah satu personil Cherrybelle, Ryn mengaku di hari besar ini belum memiliki pasangan.

Ryn mengungkapkan statusnya bahwa saat ini dia masih jomblo. Namun dia welcome jika ada orang yang ingin serius menjalin hubungan dengannya.

"Belum ada nih, cariin dong, silahkan bisa daftar," ujarnya seperti dikutip Kapanlagi.com.

KTP Keturunan Tionghoa Diduga Banyak yang Aspal

KONFRONTASI - Sekretaris Jenderal Institut Kewarganegaraan Indonesia Indradi Kusuma mengatakan tidak ada data resmi mengenai warga keturunan Tionghoa yang belum berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). "Saat ini tidak ada data resmi atau akurat mengenai warga Tionghoa yang lahir di Indonesia dan masih bermasalah soal kewarganegaraan," katanya di Jakarta, Kamis.

Dalam wawancara dengan Antaranews, Indradi mengemukakan IKI mengasumsikan ada 100 ribu warga Tionghoa yang lahir di Indonesia namun belum jelas kewarganegaraannya.