24 August 2019

Kesehatan

Awas, Stres Bisa Picu Asam Lambung

KONFRONTASI-Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Santa Elisabeth Purwokerto, dr Andreas, SpPD mengingatkan bahwa stres bisa memicu peningkatan asam lambung.

"Secara umum stres bisa menjadi salah satu pemicu asam lambung, sehingga masyarakat perlu menghindari stres," katanya di Purwokerto, Jumat.

Dia menambahkan, secara umum stres bisa memicu masalah pencernaan melalui mekanisme gut-brain axis atau aksis antara otak dengan lambung/usus.

Minum Jus Jeruk Saat Sarapan, Amankah?

KONFRONTASI-Tidak semua jus buah aman dikonsumsi saat pagi. Salah satu jus buah yang harus dihindari adalah jeruk.

Dokter spesialis gizi Harjanto Fransiskus menjelaskan, buah sitrus yang mengandung vitamin C akan mengakibatkan perut Anda sakit.

Apalagi, jika Anda mengonsumsi jus jeruk sebelum sarapan. Hal tersebut rawan menimbulkan trauma pada perut.

Kenali Skoliosis dan Cara Menanganinya

KONFRONTASI-Skoliosis adalah kondisi tulang belakang manusia jika dilihat dari belakang akan tampak meIengkung ke kiri atau ke kanan, dengan kurva lengkung biasanya berbentuk "S' atau 'C' sedikitnya 10 derajat, kata Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS(K), SpKP. 

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa, spesialis bedah saraf dari Brain and Spine Bunda Neuro Center itu menuturkan bahwa dalam beberapa kasus, lengkungan skoliosis bisa stabil atau malah bertambah seiring waktu. 

Mengulik Ragam Khasiat Terong Belanda

KONFRONTASI-Tamarillo atau terong Belanda memiliki segudang vitamin, antioksidan, mineral, antivirus dan banyak khasiat lainnya. Dengan nutrisi tersebut, buah ini tentu berkhasiat untuk kesehatan.

Daging buah terong Belanda bisa dikonsumsi secara langsung dan dapat digunakan sebagai bahan masakan.

Namun kulitnya memiliki rasa yang pahit. Salah satu manfaat utama terong Belanda adalah untuk menurunkan berat badan. Berikut ini adalah beberapa manfaat terong Belanda untuk tubuh dilansir Boldsky, Senin. 

Tips Turunkan Berat Badan Setelah Operasi Sesar

KONFRONTASI-Tubuh perlu waktu untuk sembuh usai melahirkan, khususnya bagi mereka yang melalui operasi sesar.

Tubuh butuh hingga 12 minggu untuk pulih sepenuhnya setelah operasi sesar, lebih lama dibanding proses melahirkan alami yang cuma perlu waktu enam sampai delapan minggu, kata Cristina Munoz, MD, seorang profesor rekanan di bagian kebidanan umum dan ginekologi di Universitas North Carolina, Women's Health, Jumat (15/2).

Riset: Air Putih Tingkatkan Kemampuan Kognitif

KONFRONTASI-Banyak minuman yang memiliki manfaat untuk kesehatan seperti teh hijau, jus atau smoothie memiliki manfaat untuk kesehatan. Namun, ada juga minuman lainnya yang bisa menyebabkan permasalahan seperti minuman berenergi.

Sejumlah minuman berenergi bila dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa membuat detak jantung tidak beraturan dan membuat peminumnya selalu merasa cemas. Tidak banyak yang menyadari, air putih yang kelihatannya sederhana justru memberikan manfaat yang luar biasa. 

Jangan Dibuang, Ini Ragam Manfaat Kesehatan dari Biji Pepaya

KONFRONTASI-Biji buah pepaya ternyata juga memberikan manfaat untuk kesehatan. Bji pepaya mengandung zat gizi mikro yang dikenal flavonoid dan polifenol.

Kedua zat itu merupakan antioksidan dan membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Dilansir dari laman Boldsky, biji pepaya bisa menjadi sumber nutrisi yang sangat baik seperti fosfor, kalsium, magnesium, serat, protein dan antioksidan. Mereka tinggi lemak dan mengandung asam lemak tak jenuh tunggal termasuk asam oleat. Pengin tahu apa saja sih manfaatnya?

Tiga Kiat Berhenti Merokok

KONFRONTASI- Ada saatnya setiap perokok memutuskan untuk berhenti. Meskipun itu adalah keputusan yang sulit dibuat. Mengatasi kecanduan nikotin bukanlah jalan-jalan di taman dan bisa pulang dengan gembira. Oleh karena itu, harus benar-benar jelas dulu visi dan tujuan berhenti merokok.

Agar berhenti merokok berjalanan sukses dan tanpa ragu, seperti dilansir Times OF India,ada 3 langkah mudah melakukannya. Berikut ulasannya;

1. Tidak menyerah

Apakah Kuku Panjang Baik untuk Kesehatan?

Konfrontasi - Kebanyakan orang, terutama kaum Hawa, memilih untuk memanjangkan kuku mereka untuk alasan estetika. Di sisi lain, banyak juga yang rajin memotong kuku agar kuku tetap pendek bersih.

Kalau dilihat dari sisi medis, sebenarnya mana yang lebih baik, membiarkan kuku tumbuh lentik dan panjang atau dipotong saja supaya selalu pendek?

Sekilas tentang kuku

Kuku terbuat dari lapisan protein yang disebut keratin. Sel kuku baru terus tumbuh dari kantong matriks yang berada di bawah kutikel.

Sel kuku ini kemudian terdorong keluar ke arah ujung jari, lama-lama menebal dan mengeras menjadi kuku yang bisa Anda lihat saat ini. Kuku rata-rata tumbuh sekitar 0,1 milimeter per harinya.

Agar bisa memenuhi seluruh permukaan jari, kuku butuh waktu sekitar enam bulan untuk bertumbuh.

Kecepatan pertumbuhan kuku pada umumnya dipengaruhi oleh aliran darah menuju matriks kuku dan dari nutrisi makanan.

Selain itu, musim juga dipercaya mampu memengaruhi pertumbuhan kuku. Beberapa penelitian menunjukkan kuku tumbuh lebih cepat di musim panas daripada di musim dingin.

Penggunaan obat-obatan, usia, hingga penyakit tertentu juga dapat memengaruhi tingkat pertumbuhannya.

Mana yang lebih baik, memanjangkan kuku atau rutin memotong kuku?

Banyak orang yang membiarkan kukunya tumbuh panjang. Entah karena ingin mempercantik penampilannya dengan cat kuku warna-warni, atau memang malas untuk potong kuku.

Namun, ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui dari kebiasaan memanjangkan kuku.

Sebut saja kuku yang jadi rentan rapuh dan patah. Ketika patah, pertumbuhan kuku selanjutnya bisa jadi terhambat dan bahkan malah bertumbuh ke dalam sehingga menyebabkan cantengan.

Kuku yang terlalu panjang juga dapat menyebabkan Anda kesulitan saat beraktivitas normal, misalnya ketika harus mengetik atau mencengkeram sesuatu. Hal ini lama-lama dapat menyebabkan otot-otot jari menegang.

Belum lagi risiko mencakar diri sendiri atau orang lain ketika kuku terlalu panjang.

"Terlebih, tidak banyak yang menyadari bahwa kuku adalah salah satu sarang favorit bagi bakteri," tulis Hello Sehat.

Kuku yang panjang menyimpan lebih banyak bakteri di dalamnya yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Tak menutup kemungkinan bahwa jamur juga dapat bersemayam di balik kuku dan menyebabkan infeksi jamur kuku.

Rutin memotong kuku agar tetap pendek dapat menghindari Anda dari semua potensi masalah ini.

Namun, jangan terlalu pendek juga ketika memotong kuku. Kuku yang dipotong kependekan, tumbuhnya bisa tidak rata atau tumbuh ke dalam yang mengakibatkan cantengan.

Terlalu sering potong kuku juga dapat menyebabkan kuku cepat rusak. Ketika dipotong, kuku akan mengalami tekanan dan gesekan yang cukup keras.

"Kalau Anda terlalu sering memotong kuku berarti kuku akan terus-terusan mendapat tekanan tersebut. Kuku pun jadi lebih rapuh dan mudah patah," sambungnya.

Jepang Diteror Demam Babi

KONFRONTASI- Wabah demam babi di Jepang menyebar ke lima prefektur termasuk Osaka, dan lebih dari 10,000 babi akan dimusnahkan sebagai bagian dari langkah pencegahan penularan lebih lanjut, kata pemerintah, Rabu.

Menurut pejabat kementerian pertanian, ini merupakan jenis yang berbeda dari demam babi Afrika yang mematikan, yang telah diperangi China.

Pages