26 August 2019

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Hadapi Pilkada 2020, KPU Pertimbangkan Asuransi untuk Petugas KPPS

Konfrontasi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai melakukan evaluasi usai menyelenggarakan pemilu serentak 2019. Lembaga ini tengah menyusun program agar pelaksanaan pilkada serentak 2020 tak sampai memakan korban jiwa akibat kelelahan seperti penyelenggaraan Pemilu.

"Paling dekat nanti Pilkada 2020, apakah mungkin evaluasi asuransi untuk petugas KPPS," kata Komisioner KPU RI, Ilham Saputra di sela penyerahan santunan kepada ahli waris anggota KPPS meninggal di KPU Kota Bekasi, Jumat (12/7/2019).

KPU Rilis Jumlah Petugas KPPS yang Meninggal Dunia dan Sakit

Konfrontasi - Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah. Hingga malam ini sebanyak 424 petugas KPPS dilaporkan meninggal dunia.

"Jumlah petugas KPPS yang wafat 424 orang," ujar sekjen KPU Arif Rahmat Hakim kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

Data tersebut per pukul 19.00 WIB. Sementara itu jumlah petugas KPPS yang sakit juga bertambah menjadi 3.668 orang, sehingga total petugas yang sakit dan meninggal dunia sebanyak 4.092 orang.

KPU Beri Santunan ke Keluarga 2 Petugas KPPS yang Meninggal Dunia

Konfrontasi - Ahli waris dua petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS)  di Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  yang meninggal dunia dalam Pemilu serentak tahun 2019 mendapatkan santunan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

KPU Targetkan Penyaluran Santunan untuk Petugas KPPS Meninggal Dimulai Pekan Depan

Konfrontasi - Sampai saat ini, jumlah petugas KPPS meninggal dunia sebanyak 230 orang. Sedangkan jumlah pengawas Pemilu yang meninggal sebanyak 55 orang. KPU telah mengusulkan uang santunan bagi para petugas ini disalurkan mulai pekan depan.

Ketua KPU RI, Arief Budiman menyampaikan, pihaknya mengusulkan kepada Kementerian Keuangan jumlah santunan untuk petugas yang meninggal dunia sebesar Rp 36 juta. Sementara untuk petugas yang sakit sampai Rp 30 juta, tergantung dari jenis penyakit yang dideritanya.

Coblos Ulang di Surabaya, Gairah Warga Menurun

Konfrontasi - Partisipasi pemilih pada pemungutan suara ulang di dua TPS di Surabaya, Sabtu, 27 April 2019, mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya karena pemilih kemungkinan masuk hari kerja.

Di TPS 11 Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, pencoblosan ditutup pukul 13.00 WIB. Tercatat hanya 219 orang yang hadir dari total 289 DPT. Sebelumnya, pada 17 April 2019 lalu, sebanyak 254 orang.

Ketua KPPS TPS 11 Lidah Kulon, Bambang Marsandi, mengatakan pencoblosan berjalan lancar meski ada penurunan partisipasi masyarakat. "Memang ada penurunan, kemungkinan ada yang kerja sehingga tidak datang. Sosialisasi sudah kita lakukan, " ujarnya.

Kondisi sama juga terjadi di TPS 28 Rungkut Menanggal, Gunung Anyar, yang juga digelar pungutan suara ulang (PSU). Tercatat hanya 178 orang yang menggunakan hak suaranya. Jumlah ini menurun jika dibandingkan pemilu 17 April lalu yang mencapai 215 orang.

Ketua PPS Rungkut Menanggal, Syamsul Anam, mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan agar warga datang kembali ke TPS untuk menggunakan hak suaranya. Mulai dari menyediakan makanan gratis hingga hiburan musik.

"Sebagian memang beraktivitas, seperti bekerja, yang membuat pemilih tidak dapat menggunakan hak memilihnya. Itu faktor terbesar terjadinya penurunan," ucapnya,

Di Surabaya ada dua TPS yang harus menggelar PSU karena terjadi pelanggaran. Sebelumnya, di TPS 28 Rungkut Menanggal ditemukan enam pemilih di luar DPT yang ikut mencoblos tanpa menggunakan formulir A5.

Salinan Form C1 Hilang Dicuri, Warga Pertanyakan Transparasi Pemilu

Konfrontasi - Sejumlah caleg meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya untuk melengkapi data salinan hasil penghitungan suara di kelurahan.

KPU menyatakan, data tersebut sebenarnya sudah dipasang pada 19-20 April.

Komisioner KPU Surabaya Muh. Kholid Asyadulloh menerangkan, salinan itu dipasang saat malam.

Keesokan harinya petugas mendapati salinan tersebut tidak utuh. “Mungkin terkena angin atau diambil orang,” ujarnya.

225 KPPS Meninggal, Warganet Desak Presiden Pecat Arief Budiman

Konfrontasi - Tagar #225MeninggalPecatKetuaKPU ramai menjadi perbincangan warganet hingga menjadi trending topic di jagad Twitter tanah air, Jumat (26/4/2019).

Hal ini menyusul bertambahnya jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia usai pelaksanaan pemilu 2019.

Sebelumnya, dilaporkan ada 119 petugas KPPS yang meninggal. Namun, hingga Kamis (25/4/2019), jumlah petugas yang meninggal bertambah hingga 225 orang.

Pemkot Bekasi Akan Beri Penghargaan Dua Ketua KPPS Meninggal Usai Bertugas

Konfrontasi - Pemerintah Kota Bekasi akan memberikan penghargaan kepada dua ketua KPPS yang meninggal dunia usai menjalankan tugas. Pemerintah tengah menyusun bentuk penghargaan sebagai apresiasi kepada dua orang yang dinilai sebagai pejuang demokrasi dalam Pemilu 2019 tersebut.

"Bertugas melaksanakan pemilihan ini tentunya ini adalah sebuah apresiasi," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effedi usai bertemu dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyatakat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Minggu (21/4/2019).

Pemilu Serentak 2019 Banyak Makan Korban, KPU Segera Lakukan Evaluasi

Konfrontasi - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) berencana mengevaluasi sistem penyelenggaraan pemilu serentak menyusul adanya kasus yang menewaskan petugas penyelenggara Pemilu 2019 di beberapa daerah.

"Setelah pemilu selesai baru akan dilakukan evaluasi," kata Ketua KPU RI Arief Budiman saat diwawancarai wartawan di kantornya, Sabtu (20/4/2019).

Oknum Caleg Partai Golkar Culik dan Aniaya Ketua KPPS di Sulsel

Konfrontasi - Mahdan, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, diculik dan dipukuli oknum calon anggota legislatif dari Partai Golkar.

Dari penuturan Mahdan, Ia sebelumnya didatangi dua orang pelaku menggunakan mobil Honda Brio. Salah satunya diketahui bernama Febry Ramadani (23). Pelaku bersama seorang rekannya mendatanginya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mempertanyakan formulir C1 yang dicoret.

Pages