20 November 2019

Kekerasan Anak

Kekerasan Anak Masih Terjadi dalam Keluarga, Ini Imbauan Yohana Yembise

KONFRONTASI -  Kekerasan Anak Masih Terjadi dalam Keluarga, Stop dengan Cara Ini.

Hari Anak Nasional (HAN) 2019 baru saja diperingati bersama pada 23 Juli kemarin. Namun, di tengah kegembiraan merayakan hari anak, tak bisa dipungkiri bahwa kekerasan terhadap anak masih terjadi dimana-mana.

Entah itu kekerasan fisik, verbal, dan seksual. Mirisnya kekerasan terhadap anak terjadi di dalam lingkungan yang paling kecil, yakni keluarga.

Edan, Wanita Hamil di China Tega Siram Bayi dengan Sup Panas

Konfrontasi - Kita mungkin sering mendengar bahwa ibu hamil jadi lebih sensitif daripada biasanya. Wanita yang sedang mengandung rasanya lebih cepat marah dan mudah emosi. Hal ini terjadi karena perubahan hormon dan tubuh yang terjadi saat hamil.

Namun sayangnya, seorang wanita hamil berusia 28 tahun nekad menyiram sup panas kepada seorang anak di China, karena ia merasa terganggu dengan suara berisik.

Di Bogor, Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Jaksa Segera Sidangkan Pelaku

KONFRONTASI -  Meningkatnya kekerasan terhadap anak disikapi oleh Jaksa dengan cepat. Di Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor (Kejari Bogor) segera menindaktegas pelaku kekerasan anak.

Seorang pelaku dengan inisial HB, sudah diterima berkasnya oleh Kejari Bogor. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, pihaknya akan menjerat pelaku dengan semaksimal mungkin.

Lakukan Penyiksaan Kepada Muridnya, Guru TK di China di Bui 18 Bulan

Konfrontasi - Seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) di China dijatuhi vonis 18 bulan penjara karena menyiksa anak-anak dengan jarum. Vonis yang dinilai terlalu ringan itu memancing kritikan publik secara online. 
 

Keprihatinan Desy Ratnasari Tehadap Kasus Kekerasan Anak

KONFRONTASI - Berbagai kasus yang terjadi terhadap anak membuat anggota DPR RI, Desy Ratnasari prihatin. Untuk itu ia meminta Undang-Undang nomor 35 tahun Perlindungan Anak disosialisasikan hingga daerah di pelosok.

"Seluruh masyarakat harus tahu tentang UU ini, karena bisa menjadi pencegah atau antisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak seperti marak yang terjadi saat ini," katanya yang menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI di Sukabumi, Selasa (10/5).

Kak Seto: Kita Akan Bentuk Satgas Perlindungan Anak di 30 Kota

Konfrontasi - Psikolog anak, Seto Mulyadi, mengatakan, di Indonesia mesti adanya pembentukkan satgas perlindungan anak di tingkat RW dan RT agar semua kekerasan terhadap anak bisa dicegah secara bersama.

Bahkan, pria yang akrab disapa Kaka Seto itu, dari pihaknya tengah merancang pembentukkan satgas perlindungan anak ditingkat RW dan RT di 30 kota dan kabupaten di Indonesia.

"Kita akan membentuk satgas RW dan RT di 30 kota di Indonesia," kata Kak Seto, Minggu (8/5/2016).

Sukabumi Darurat Kekerasan Seksual Anak

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sukabumi, Jawa Barat menyebut Kabupaten Sukabumi sudah masuk dalam status darurat kekerasan seksual terhadap anak karena maraknya kasus pelecehan.

Upaya Indonesia Akhiri Kekerasan Anak Dipuji

KONFRONTASI-Wakil Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kekerasan Terhadap Anak, Marta Santos Pais, memuji Pemerintah Indonesia atas berbagai upaya signifikan untuk melindungi anak-anak dan mengakhiri semua jenis kekerasan.

"Saya sangat gembira melihat Pemerintah Indonesia menempatkan kekerasan terhadap anak sebagai pertimbangan prioritas dalam agenda kebijakan dan berkomitmen untuk membuat kemajuan signifikan dalam tahun-tahun mendatang," catatnya, dalam siaran persnya, Sabtu.

Kasus Kekerasan Anak di Bekasi Turun Tipis di 2015

Konfrontasi - Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat angka kekerasan terhadap anak mengalami penurunan sebanyak lima kasus pada 2015.

“Penurunan kasus tersebut tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan BP3AKB selama ini,” kata Kepala BP3AKB Kota Bekasi Riswanti di Bekasi, Senin (4/1).

Laporkan Kekerasan Orang Tua, Komnas PA Apresiasi Bocah 6 Tahun

Konfrontasi - Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait mengapresiasi keberanian IA. Bocah berusia 6 tahun warga Wonokusumo VI Surabaya itu mendatangi Polsek Semampir sendirian untuk melaporkan kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya.

Hebatnya, IA tidak menangis saat melaporkan kasus yang dialaminya. Bahkan dengan berani dia menunjukkan beberapa luka lebam di badannya akibat dianiaya ayahnya, Agus Arifin.

Pages