26 April 2017

Kartini

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

KONFRONTASI - Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;

"Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

Menteri Susi: Stop Pikirkan Wanita!

KONFRONTASI-Besok, Jumat (21/4), Bangsa Indonesia akan menggelar peringatan Hari Kartini. Hari Kartini diperingati sebagai tonggak bagi perjuangan emansipasi wanita.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ternyata punya pandangan tersendiri soal Hari Kartini. Salah satu Srikandi di Kabinet Kerja itu mengharapkan seluruh wanita Indonesia bisa semakin maju tanpa mengalami diskriminasi.

Sejalan dengan itu, pemilik maskapai Susi Air tersebut juga punya penilaian soal emansipasi. Singkat, tapi jleb banget.

Sosok Kartini di Mata Christine Hakim

KONFRONTASI-Aktris senior Christine Hakim memiliki pandangan tersendiri menyoal sosok Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara yang dikenal sebagai pejuang hak perempuan.

"Saya melihat dimensi perjuangan Kartini berbeda. Hidup adalah pilihan. Ada pilihan sulit, mimpi mencapai pendidikan setinggi-tingginya untuk kaum perempuan," ujar dia di Jakarta, Rabu.

Kendati Kartini, sambung Christine, tetap tinggal di tanah kelahirannya dan harus menikah dengan pria beristri, namun tak serta merta dia melupakan cita-citanya.

Dian Sastro Sempat Khawatir Saat Harus Perankan Kartini

KONFRONTASI-Rasa khawatir bisa menyerang siapa saja, termasuk aktris Dian Sastrowardoyo. Dia tak menampik munculnya kekhwatiran kala harus memerankan suatu tokoh, salah satunya Kartini.

"Aku penggemar beratnya (sosok) Kartini. Memang ini tugas yang sangat besar buat siapapun. Hanya, kalau aku terlalu mengkhawatirkan apa yang membuat aku panik, itu enggak terlalu produktif jadinya," ujar Dian dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ayushita Biasakan Diri Pakai Kain dan Sanggul

KONFRONTASI-Ayushita Nugraha mengubah penampilannya yang modern menjadi perempuan ayu mengenakan kain dengan rambut disanggul demi mendalami karakter di film “Kartini”. Dalam film periodik perdananya, Ayushita berperan sebagai Kardinah, adik kandung Kartini.

Mimpi Acha Septriasa Main Film Bareng Dian Sastrowardoyo Terwujud

JAKARTA-Artis peran, Acha Septriasa diam-diam rupanya memiliki kekaguman kepada artis Dian Sastrowardoyo, sejak adanya film 'Ada Apa Dengan Cinta' (AADC 1).

Acha mengaku, ketika mendapatkan tawaran membintangi film layar lebar 'Kartini' dan beradu akting dengan Dian, rasa bahagia pun dirasakannya.

Film Kartini: Dian Sastrowardoyo menjadi Sosok Kartini. Bakal Memukau

JAKARTA-Dalam film Kartini, yang produksinya baru pada tahap reading (pembacaan skenario), Dian Sastrowardoyo, yang berumur 30 tahun, berperan sebagai Kartini dalam usia 19 tahun.

Oleh karena itu, sutradara film tersebut, Hanung Bramantyo, berusaha mendekatkan Dian dengan sosok Kartini, salah satu perempuan pahlawan Indonesia.

KPK: Hari Kartini jadi Momentum Perempuan Antikorupsi

KONFRONTASI - KPK mengadakan sejumlah kegiatan untuk memperingati Hari Kartini pada 21-23 April 2016 sebagai upaya mendorong peran perempuan menyebarkan nilai-nilai antikorupsi.

"Habis Gelap Terbitlah Terang, dulu Korupsi sekarang tidak korupsi, selamat hari Kartini," kata kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Kamis (21/4).

Kartini Masa Kini Dimata Krisdayanti

KONFRONTASI - Di usia yang tidak lagi muda dan di era globalisasi saat ini, memaknai Hari Kartini bagi aktris dan penyanyi Krisdayanti bukan hanya sebuah ceremony.

Ibu dari dua orang putra dan dua orang putri itu melihat karakter Kartini patut ditiru, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kartini Pasti Menangis Melihat Nasib Siti Zaenab yang Dieksekusi Mati Arab Saudi

KONFRONTASI - Anggota Komisi IX DPR RI/Fraksi PPP, Okky Asokawati mengatakan RA Kartini pasti akan menangis sedih atau bahkan tersedu sedu melihat nasib Siti Zaenab maupun Karni yang meninggal dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi. Bukan itu yg Kartini harapkan dari hasil perjuangannya bagi perempuan.

Menurutnya, Kartini pun akan bersedih hati ketika melihat para pekerja perempuan yang enggan memberikan ASI bagi bayi-bayi yang dilahirkan. Karena Kartini pasti sadar bahwa perempuan sebagai "ibu generasi" harus cerdas dan mencerdaskan generasi penerus.

Pages