6 December 2019

Kartel Narkoba

Baku Tembak Pecah dengan Kartel Narkoba di Meksiko, 14 Orang Tewas

Konfrontasi - Pertempuran pecah antara pasukan keamanan melawan kartel narkoba Meksiko. baku tembak terjadi selama satu jam di kota Villa Union yang tidak jauh dari perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Dalam peristiwa itu, 14 orang dilaporkan tewas.

Dilaporkan Fox 10, polisi bergerak karena kelompok bersenjata menyerang kantor-kantor pemerintahan lokal. Anggota kartel masuk ke Villa Union dengan konvoi truk. Kota Villa Union hanya berpenduduk 3.000 orang.

Gubernur Coahuila Miguel Angel Riquelme menyebut empat orang yang tewas merupakan petugas kepolisian. Sedangkan 10 lainnya diduga anggota Kartel Timur Laut.

Video-video beredar di media sosial ketika asap hitam melambung tinggi suara peluru yang memekakan telinga terdengar di TKP. Warga pun diimbau agar tetap berada di dalam ruangan. Foto-foto dari laman Facebook Tv Laguna 4.1 menunjukan tampak depan kantor pemerintah yang habis dilubangi peluru.

Gubernur Riquelme menuturkan, pasukan keamanan juga akan menetap di kota selama beberapa hari untuk mengembalikan rasa keamanan. Pemerintah juga memberikan pernyataan bahwa mereka akan terus waspada terhadap serangan kartel.

"Kelompok-kelompok ini tidak akan dibiarkan masuk ke wilayah negara bagian," demikian pernyataan pemerintah Coahuila.

Anggota Keluarga yang Ditembak Kartel Narkoba di Meksiko: Kami Seperti Tinggal di Afghanistan

Konfrontasi - Keluarga korban pembantaian geng narkoba di Meksiko menyebut kelompok itu lebih buruk dan barbar ketimbang ISIS. Sembilan orang, yakni tiga perempuan dewasa dan enam anak-anak, dibantai secara sadis dengan ditembak lalu dibakar di mobil mereka.

Para korban merupakan anggota klan Mormon bekewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Lima di antaranya yakni satu perempuan dewasa dan empat anak merupakan satu keluarga.

Kartel Narkoba Meksiko Bunuh Perempuan secara Brutal

KONFRONTASI - Kartel obat bius Meksiko membunuh seorang perempuan secara brutal dan menggunakan akun Twitter korban untuk mengumumkan kematiannya, serta mengancam rekan-rekan korban untuk menutup akun Twitter mereka.

Dilansir Daily Mail, Kamis 23 Oktober, Maria del Rosario Fuentes Rubio dengan berani berbicara tentang kejahatan terorganisir yang terjadi di kotanya, Reynosa, negara bagian Tamaulipas. Maria menjalankan kegiatan jurnalisme warga di Twitter dengan hashtag #reynosafollow.