19 December 2018

kapolri

Beda Pendapat Presiden Dan Polri : Itu Tanda Lemahnya Kepemimpinan Nasional. Harus Diganti, kata Anak Pergerakan (Prodem)

KONFRONTASI- Perbedaan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Kadiv Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal soal status keamanan di Kabupaten Nduga, Papua merupakan tanda dari lemahnya kepemimpinan.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Syafti Hidayat mengatakan, kepemimpinan nasional yang seperti itu harus segera diganti. Perbedaan informasi yang disajikan kepada publik sebagai bukti lemahnya koordinasi antar lembaga negara.

Kasus Teror Novel Terkatung-katung, Jokowi: Tanya Langsung ke Kapolri

KONFRONTASI -  Kasus teror fisik terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap menjadin catatan tersendiri di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Bagaimana perjalanan penyelesaian kasus tersebut?

Kapolri Pimpin Sertijab, Polda Banten Resmi Dipimpin Tomsi Tohir

KONFRONTASI -   Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) kepada sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri. Sertijab ini merupakan tindak lanjut dari Telegram Rahasia Kapolri No. ST/ 2947 /XI/KEP/2018 tertanggal 17 November 2018.

Salah satu Pati Polri yang melakukan Sertijab ialah Brigjen Pol Tomsi Tohir yang akan menjabat sebagai Kapolda Banten. Tomsi sebelumnya menjabat sebagai Karo Wassidik Bareskrim Polri.

Hoax, Surat Pemanggilan KPK untuk Kapolri

KONFRONTASI-Foto surat panggilan KPK ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian beredar. KPK memastikan surat itu palsu alias hoax.

"Surat itu tidak benar," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Jumat (26/10/2018).

Febri menegaskan KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Dia mengatakan penomoran hingga stempel yang digunakan dalam surat palsu itu salah.

"Penomorannya keliru, tanda tangan dan stempel juga salah dan KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut," ujarnya.

Kapolri Mutasi 149 Perwira Tinggi Polri

JAKARTA- Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali mengeluarkan surat telegram yang berisikan mutasi sejumlah jajarannnya. Sebanyak 149 perwira tinggi (PATI) Polri dimutasi.

Surat Telegram Kapolri ini dikeluarkan dalam 4 nomor yakni ST/2593/X/KEP./2018, ST/2594/X/KEP./2018, ST/2595/X/KEP./2018, ST/2596/X/KEP./2018, ST/2597/X/KEP./2018, ST/2598/X/KEP./2018 tanggal 14 Oktober 2018 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri.

Lagi Soal Buku Merah, Waketum Gerindra: Ada Keanehan dan Operasi Terstrutur untuk Copot Kapolri Tito

KONFRONTASI- Kontroversi soal Buku Merah mewarnai ruang publik. Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono angkat bicara soal merebaknya pemberitaan seputar buku kas bersampul merah atas nama Serang Noer IR yang di dalamnya menyebut nama Kapolri Tito Karnavian sebagai salah satu penerima dana dari pengusaha Basuki Hariman.

Puyouno mencium adanya keanehan dan operasi terstrutur untuk mencopot Tito Karnavian dari Posisi Kapolri. Dia pun menyebut upaya tersebut sebagai bentuk ketidakadilan terhadap Tito.

IndonesiaLeaks dan Kredibilitas Polri Kini Diuji

KONFRONTASI- Kontroversi seputar laporan hasil investigasi IndonesiaLeaks tampaknya akan berbuntut panjang dan perlu disikapi dengan bijakBeberapa pihak menuding temuan IndonesiaLeaks terkait isu gratifikasi sebagai kabar bohong, namun di sisi lain, pengelola lembaga tersebut bersikukuh temuan mereka valid, berdasarkan fakta dan data.

Lima Kali Nama Kapolri Dicatut, Polda Metro Diminta Tangkap Pelakunya

KONFRONTASI- Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera mengusut kasus hoax Indonesialeaks dan menangkap pelakunya.

Menurut Neta, pengusutan itu penting dilakukan agar dugaan kasus fitnah serta pencatutan nama Kapolri Tito Karnavian tidak terus berulang.

Ada yang Tak Suka dengan Prestasi Tito Karnavian

KONFRONTASI-Isu buku merah diduga sengaja digulirkan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan keberhasilan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam memimpin Polri.

Demikian disampaikan Ketua BEM FPBS UPI, Beli Saputra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/10).

“Ada keanehan dalam hal ini karena yang jadi sasaran tembak hanyalah pak Tito Karnavian seorang,” ungkap Beli Saputra.

Padahal, sambung Beli, kasus dugaan suap ini sudah lama, namun kenapa kembali dimunculkan ditahun politik menjelang Pemilihan Presiden.

Ada Konspirasi untuk Lengserkan Kapolri

KONFRONTASI-Ada konspirasi menjatuhkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Dugaan itu menyusul mencuatnya kembali dugaan pengrusakan barang bukti kasus suap oleh dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) dari unsur kepolisian.

Dalam laporan investigasi Indonesialeaks, muncul nama Tito saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya, dalam daftar penerima uang yang diberikan oleh pengusaha CV Sumber Laut Perkasa tersebut.

Pages