23 January 2020

kadin

Ketua Kadin Harap Pemerintah Revisi Program Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Konfrontasi - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menilai Indonesia belum membutuhkan kereta cepat, utamanya kereta cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya, situasi dan kondisi ekonomi Indonesia tengah mengalami perlambatan.

"Saat ini kereta cepat belum terlalu penting banget. Kereta api sekarang saja kecepatannya 80 kilometer (km) per jam. Mudah-mudahan tidak sama sekali dibangun kereta yang lebih cepat," ujar Suryo, saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Kadin Siap Kerjasama dengan Para Menteri Baru Hasil Reshuffle

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan Roeslani siap menjalin kerja sama dengan para menteri baru hasil perombakan kabinet (reshuffle) yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

"Kadin siap bekerja sama membantu tim ekonomi yang baru. Selamat untuk para tokoh yang terpilih," kata Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8).

Ekonomi Lesu, KADIN Desak Pemerintah Benahi Enam Hal

KONFRONTASI-Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan menilai kelesuan perekonomian global yang berimbas ke Indonesia, berdampak besar bagi sektor kelautan dan perikanan nasional.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengungkapkan, sebagian pengusaha terpaksa mengurangi tenaga kerja karena mengalami kerugian yang cukup besar.

Kadin: Permintaan Bati Menurun Sejak Ramadhan

Konfrontasi - Kamar dagang dan industri (Kadin) Jawa Tengah menyatakan permintaan produk batik menurun sejak memasuki bulan Ramadhan.

"Kalau untuk besaran penurunannya belum dapat saya sebutkan karena para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bertindak sebagai produsen masih menghitung penurunan tersebut," kata Manajer Perdagangan, Pelatihan, dan Pusat Informasi Kadin Jateng Gendut Marjoko di Semarang, Jumat (24/7).

Para Pengusaha Nantikan Reshuffle Kabinet Jokowi

Konfrontasi - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan pergantian menteri atau reshuffle dalam tubuh kabinetnya tengah di nanti para pengusaha.

Dia menilai rombakan kabinet diperlukan jika kondisi ekonomi Indonesia tidak juga mengalami perubahan. "Ini kita perlukan dan dinanti," paparnya di Wisma Elang Laut, Jakarta, Senin (6/7).

Ketum Kadin: Kroasia Pintu Gerbang Produk Indonesia untuk Dipasarkan di Uni Eropa

KONFRONTASI - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, dalam kunjungan kerja ke Kroasia beberapa waktu lalu bertemu dengan Presiden Kroasia Kolinda Grabar Kitarovic untuk membicarakan peluang kerja sama ekonomi kedua negara.

Bangun Indonesia Timur, Kadin Siapkan Rp12 Triliun

KONFRONTASI-Untuk membangun potensi wilayah timur Indonesia, para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berhasil mengumpulkan dana sebesar USD1 miliar atau sekira Rp12 triliun (kurs Rp12.000 per USD) . Dana ini berasal dari gabungan antara pengusaha Eropa Barat yang dikonsolidasikan di Inggris.

"Dana awal yang disiapkan itu USD1 miliar. Kita kerjasama dengan investment fund di Eropa," ujar Ketua bidang Investasi, Banking, Finance dan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Wilayah Timur, Reza Maspaitella, di kantornya, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Menteri Ekonomi Jokowi Dinilai tidak Sensitif

Konfrontasi - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hukum dan Hubungan Antarlembaga Bambang Soesatyo menilai menteri-menteri ekonomi dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak sensitif.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (3/5), Bambang menilai tim ekonomi Kabinet Kerja tidak sensitif akan harga kebutuhan pokok masyarakat selepas pencabutan subsidi energi.

Daya Beli Masyarakat Turun, Banyak Pengusaha Gulung Tikar

KONFRONTASI-Banyak pelaku usaha di Sumatra Selatan 9Sumsel) yang terpaksa gulung tikar akibat lesunya permintaan dari pasar sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Ketua Kadin Sumsel Ahmad Rizal mengatakan lesunya kegiatan usaha disebabkan daya beli masyarakat yang terus mengalami penurunan, sehingga pengusaha lebih memilih menutup usahanya demi menghindari kerugian yang lebih besar.

Kadin Berteriak Terkait Kenaikan Harga BBM, Gas Elpiji serta TDL

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan tidak hanya pengusaha besar, pelaku usaha kecil menengah alias UKM juga kena imbas yang sama parah akibat memburuknya kondisi perekonomian nasional pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), gas elpiji dan tarif dasar listrik (TDL).

"Memang belum sampai ada yang tutup. Tapi rata-rata sudah mengurangi produksinya. Untuk industri tempe misalnya, mereka sudah mengurangi produksi dan juga memperkecil ukuran tempe yang dijualnya agar tidak rugi," jelasnya Minggu malam (12/4). 

Pages