20 August 2019

kadin

Ekonom: Ketahanan Ekonomi Kita Rapuh

KONFRONTASI-Ekonom senior yang juga Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik Rachbini mengakui bahwa ketahanan ekonomi nasional saat ini tengah dalam keadaan rapuh. Hal ini ditandai dari beberapa indikator yang belum menunjukkan signifikan.

Turunkan Suku Bunga, Kadin Minta BI Mengacu The Fed

KONFRONTASI - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai Bank Indonesia (BI) lebih baik menurunkan tingkat suku bunga acuan setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve memangkas bunga acuannya. 

Artinya, bank sentral nasional tak perlu buru-buru memangkas tingkat bunga acuan, meski bank sentral di negara lain sudah melakukan penurunan bunga acuan. 

Rekonsiliasi, Kadin Kumpulkan Para Pengusaha dari Kubu Jokowi dan Prabowo

KONFRONTASI-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia malam ini mengumpulkan para pengusaha yang dalam kontestasi politik terpecah dua antara pendukung capres-cawapres 01 dan 02. Kadin ingin para pengusaha melakukan rekonsiliasi pasca pilpres 17 April demi menjaga perdamaian.

Kegiatan ini bertema Merajut Persatuan Untuk Indonesia Damai di Djakarta Theater, Jakarta , Selasa malam (23/4).

Ada Apa Kadin Kumpulkan Bulog, Kemendag dan Kementan?

KONFRONTASI-Para pengusaha yang tergabung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengumpulkan para pemangku kepentingan, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, Senin (24/9/2018).

Kadin Pertanyakan Signifikansi Tarif PPh Terhadap Pengurangan Impor

KONFRONTASI -  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mempertanyakan seberapa besar kebijakan kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) impor terhadap 1.147 pos tarif dapat mengurangi aktivitas impor secara signifikan.

Sebab, kebijakan tersebut hanya bernilai impor US$6,6 miliar pada 2017, tak sebanding dengan nilai impor Indonesia secara keseluruhan yang bernilai US$156,89 miliar.

Rupiah Terus Melemah, Ini Respon Kadin

KONFRONTASI-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengaku tidak terkejut dengan kenaikan suku bunga global AS sehingga menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.

Kadin: Aksi Teror Tak Berdampak Pada Dunia Usaha

KONFRONTASI-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani meyakini aksi teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, tidak akan berdampak pada dunia usaha.

"Prospek investasi tetap terbuka luas karena dukungan perbaikan birokrasi dan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah," kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan aksi yang menyebabkan 13 warga meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka itu juga tidak akan memengaruhi investasi di dalam negeri.

Rupiah Melemah, Industri yang Bergantung Pada Impor Tercekik

KONFRONTASI-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kalangan industri membutuhkan kestabilan nilai tukar rupiah di tengah tren pelemahan rupiah yang terus berlanjut.

"Industri itu yang penting ada kestabilan. Kalau tiba-tiba dari Rp13.500 ke Rp14.000 ya pening kepala," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, pengusaha tidak mempermasalahkan besaran pelemahan rupiah asalkan ada kestabilan yang berlangsung dalam periode waktu tertentu.

Kadin Optimis Pilkada 2018 Bakal Bawa Berkah Ekonomi

KONFRONTASI-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis ekonomi akan tumbuh pada 2018 sejalan dengan banyaknya peluang usaha pada tahun politik itu.

"Pengusaha harus selalu optimis. Di tahun 2018 banyak Pilkada," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Setidaknya terdapat 171 pemilihan kepala daerah pada 2018.

Menurut dia, Pilkada membawa berkah tersendiri pada roda ekonomi. Banyak usaha yang bergairah saat tahapan pilkada mulai dari papan reklame hingga kaos untuk kepentingan kampanye.

Kadin Beberkan Penyebab Utama 7-Eleven Gulung Tikar

Konfrontasi - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menilai surutnya bisnis ritel 7-Eleven (7-Eleven), yang membuat semua tokonya ditutup, lantaran bisnis model seperti 7-Eleven tidak terlalu cocok berkembang di Indonesia.

"7-Eleven mungkin bisnis modelnya kurang pas, karena marjin mereka tipis kan, tapi mereka sewa tempat besar. Karena banyak dipakai nongkrong, tapi marjinnya tipis," kata dia di Rumah Dinas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Pages