22 May 2018

Jusuf Kalla

Wapres Jusuf Kalla Sebut, Teroris Gabung Bikin Universitas, Kalau Dipecah Bikin Virus

KONFRONTASI -  Wapres Jusuf Kalla memastikan Polri bisa menangani rusuh di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kerusuhan, menurutnya, terjadi bukan lantaran terorisme, tapi karena adanya persoalan di rutan. 

"Bukan soal terorismenya, mungkin ada masalah-masalah," ujar JK kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).

Jika JK Bisa Jadi Cawapres Tiga Kali, SBY Juga Bisa 'Nyapres' Lagi Dong. Kacau!

Ngototnya Jusuf Kalla ke Pilpres 2019 Bisa Jadi Preseden Buruk untuk Demokrasi Indonesia.

KONFRONTASI -  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golkar masih mempertimbangkan Wakil Presiden Jusuf Kallauntuk kembali mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.

Pengamat: JK Dukung Wakapolri Syafruddin jadi Cawapres Jokowi

KONFRONTASI - Pengamat Politik Hukum dan Keamanan, Rr Dewinta Pringgodani menilai, figur Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin, sangat layak mendampi Jokowi dalam perhelatan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Di mata Dewinta, duet Jokowi-Syafruddin bisa saling melengkapi. Karena di samping seorang jenderal polisi yang santri dan memahami dunia internasional, figur Syafruddin juga bisa mewakili Indonesia Timur.

JK dan Gatot Cawapres Terkuat: 2019 Presiden Baru, Mungkinkah?

KONFRONTASI - Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kalah telak dengan Jusuf Kalla (JK) sebagai Cawapres 2019.  "Elektabilitas JK 15.3 persen, Gatot 7.3 persen. Kemudian Anies dan AHY masing-masing 3,4 persen dan 3,3 persen," kata peneliti Populi Center Hartanto Rosojati di Kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2).

JK Tak Mungkin Maju Lagi untuk Dampingi Jokowi

KONFRONTASI-Wartawan senior terkemuka, John McBeth, dalam tulisannya di situs Asia Times pekan lalu menyebut Joko Widodo dan Jusuf Kalla berpeluang kembali bersama di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Alasannya, Jokowi kesulitan memilih cawapres yang dapat membantu mengamankan pemilih tradisional Muslim. Kalla pun dianggap sebagai sosok yang tepat karena dekat dengan umat Muslim.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Udayana, Bali, Jimmy Z Usfunan, mengatakan bahwa peluang Kalla kembali berduet mendampingi Jokowi telah kandas.

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Ruang Kendali dan Monitor Asian Games

KONFRONTASI -  Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK), Rabu 31 Januari 2018, mengunjungi markas Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) atau panitia Asian Games di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta. JK selain memantau kesiapan INASGOC sekaligus meresmikan Main Operation Center (MOC).

MOC merupakan ruang kendali dan monitor yang dilengkapi dengan 24 layar pemantau. Nantinya, semua kegiatan yang dilakukan seluruh deputi di INASGOC, yakni Games Operation, Administration, Support dan Security, bisa terpantau dari sana.

Petani Tolak Impor Beras, JK Beralasan Tak Mau Ambil Resiko

KONFRONTASI-Wakil Presiden, Jusuf Kalla, merespon atau menanggapi terkait penolakan para petani khususnya yang berasal dari pulau Jawa terkait rencana pemerintah mengimpor beras.

JK: Pemilu 2019 Bakal Jadi Terumit Sedunia

KONFRONTASI-Pemilu 2019 bisa jadi merupakan yang pemilihan terumit di seluruh dunia, mengingat pemilihan presiden akan disatukan dengan pemilihan legislatif. Demikian diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kalau kita lihat di dunia ini, tahun yang akan datang tahun 2019 di mana pileg bersamaan dengan pilpres disatukan, itu adalah pemilu terumit di dunia ini,” kata Kalla dalam pembekalan rapat pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (23/1).

Jusuf Kalla: Masjid Pusat Ekonomi dan Pendidikan

Konfrontasi - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengukukuhkan pengurus DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Pria yang karib disapa JK itu mengatakan, menjadi pengurus masjid adalah suatu tantangan keikhlasan yang bernilai ibadah.

Dia menambahkan, seseorang yang menjadi pengurus masjid akan mendapatkan amal besar.

Pages