21 July 2019

Julian Assange

Ahli PBB Sebut Julian Assange Alami Siksaan Psikologis

KONFRONTASI-Julian Assange mengalami "siksaan psikologis berkepanjangan" menurut ahli PBB mengenai penyiksaan, Nils Melzer.

Melzer menyarankan agar pemerintah Inggris tidak mengekstradisi pendiri Wikileaks itu, sembari mengingatkan bahwa hak asasi Assange bisa terlanggar karenanya. Melzer juga mengingatkan bahwa Assange tidak fit untuk menjalani sidang pengadilan.

Ia juga menuduh "beberapa negara demokratis" telah melakukan "upaya bersama-sama untuk mematahkan semangat Assange".

Pemerintah Inggris menyatakan mereka "tidak setuju pada sejumlah pengamatan" Melzer.

Juru bicara Kementrian Kehakiman mengatakan Inggris tidak berpartisipasi dalam penyiksaan. Hakim juga independen dari pemerintah dan siapapun yang menjadi terpidana, berhak mengajukan banding.

Assange, 47 tahun, sedang berupaya melawan ekstradisi ke Amerika Serikat terkait tuduhan membocorkan rahasia negara.

Ia sempat mencari suaka politik di Kedutaan Besar Ekuador di London pada tahun 2012, di mana ia tinggal hingga penangkapannya awal tahun ini.

Melzer yang bertemu Assange awal bulan Mei menyatakan kepada surat kabar Washington Post bahwa ia awalnya enggan terlibat dalam kasus ini, karena ia tidak terlalu suka pada Wikileaks dan menganggap pendirinya itu adalah seorang "aktor yang buruk".

Apa yang dikatakan Melzer?

Pelapor khusus PBB soal penyiksaan ini mengatakan Assange menjadi korban dari persekusi kolektif - termasuk pernyataan bernada ancaman dan hasutan bernada kekerasan terhadapnya.

"Saya telah bekerja di berbagai daerah perang sepanjang hidup saya, dalam situasi penuh kekerasan. Saya bicara kepada korban persekusi di seluruh dunia dan saya sudah melihat berbagai kejahatan serius," kata Melzer kepada BBC.

"Namun saya tak pernah melihat satu orang, sendirian, diisolasi dengan sengaja, dan menurut saya, dipersekusi - bukan dituntut - oleh beberapa negara demokratis dalam sebuah upaya yang diatur bersama dengan tujuan akhir mematahkan semangatnya."

Ia menambahkan bahwa ia percaya Assange "punya kasus yang kuat dan ketakutan beralasan, bahwa jika ia diekstradisi ke Amerika Serikat ia tak akan punya kesempatan untuk menjalani sidang secara adil dengan tingkat prasangka yang sangat besar terhadapnya", tambah Melzer.

Melzer menambahkan karena perlakuan ini, kesehatan Assange berada dalam risiko besar.

Pendiri WikiLeaks Ditangkap, Donald Trump: Itu Bukan Urusan Saya

Konfrontasi - Presiden AS Donald Trump mengaku tidak tahu apa-apa tentang WikiLeaks ketika ditanya soal penangkapan Julian Assange di London.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang WikiLeaks. Itu bukan urusan saya dan saya tahu ada tindakan yang mesti dikenakan terhadap Julian Assange. Saya telah melihat apa yang terjadi dengan Assange," kata Trump, dikutip dari CNN, Jumat 12 April 2019.

Trump pada hari Kamis berulang kali membantah tahu tentang WikiLeaks dan Assange.

Pamela Anderson Kritik PM Australia Terkait Nasib Julian Assange

Konfrontasi - Aktris Amerika Serikat (AS) Pamela Anderson mengecam Perdana Menteri Australia (PM) Scott Morrison melalui surat terbuka, mengatakan dia telah "meremehkan" pendiri WikiLeaks Julian Assange, dan berkomentar "cabul" tentang dirinya.

Inggris Tolak Ekuador Beri Diplomatik Untuk Julian Assange

Konfrontasi - Inggris menolak permintaan Ekuador untuk memberikan status diplomatik kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Assange telah bersembunyi selama lebih dari lima tahun di kedutaan besar Ekuador di London di mana dia mendapat suaka pada tahun 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan perkosaan.

Ekuador Jajaki Mediasi Terkait Status Pendiri Wikileaks

KONFRONTASI-Ekuador mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya sedang menjajaki mediasi untuk memecahkan kebuntuan mengenai status pendiri WikiLeaks, Julian Assange, yang telah bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London selama lima tahun.

Tujuh Tahun Sudah, Kasus Dugaan Pemerkosaan Julian Assange Akhirnya Dihentikan

KONFRONTASI -  Kejaksaan Swedia menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan yang diduga melibatkan pendiri Wikileaks, Julian Assange, tujuh tahun setelah setelah sangkaan ini diarahkan ke dirinya.

Kasus ini membuat Assange menyelamatkan diri dengan tinggal di kantor kedutaan Ekuador di London sejak 2012.

Trump Priorotaskan Penangkapan Julian Assange

KONFRONTASI -  Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, mengatakan bahwa penangkapan pendiri Wikileaks, Julian Assange merupakan 'prioritas' pemerintahan Donald Trump.

Sejak hampir lima tahun lalu, Julian Assange tinggal di kedutaan besar Ekuador di London, setelah mendapatkan suaka politik dari pemerintah negara Amerika Selatan itu.

Ketika ditanya tentang kemungkinan penangkapannya, Sessions mengatakan, "Kami meningkatkan upaya kami dan kalau suatu kasus hukum sudah ditetapkan, kami akan melakukan upaya mengirim orang-orang ke penjara."

CIA was hacking iPhones one year after launch: WikiLeaks

KONFRONTASI - Whistleblower website WikiLeaks has claimed the US Central Intelligence Agency (CIA) has been hacking Apple products to spy on their owners.

The new WikiLeaks release, called Vault 7 “Dark Matter,” was released on Thursday.  It described a handful of programs that the CIA has apparently used for nearly a decade—in some cases to surreptitiously monitor Apple device owners.

Obama attempting to delegitimize Trump: Assange

KONFRONTASI - WikiLeaks founder Julian Assange says US President Barack Obama is using the alleged hacking attacks against Democrats to “delegitimize” President-elect Donald Trump before his January 20 inauguration.

“They’re trying to delegitimize the Trump administration as it goes into the White House,” Assange said in a Fox News interview to be aired on Tuesday night, according to a transcript provided by the network.

WikiLeaks cancels Clinton revelation over security concerns

KONFRONTASI - Whistle-blowing website WikiLeaks has canceled a major announcement about US Democratic presidential nominee Hillary Clinton, citing “security concerns.”

Julian Assange, the website’s founder who has long taken refuge at the Ecuadorian Embassy in London, was supposed to make the announcement from the embassy’s balcony on Tuesday.

However, NBC News reporter James Rodriguez said in a tweet on Sunday night that the event has been called off.

Pages