23 May 2019

Jokowi

Pimpinan Al Ma'soem Meninggal saat Sambut Jokowi, Kok Bisa?

KONFRONTASI - Pimpinan Perusahaan Al-Ma'soem Group, Nanang Iskandar Ma'soem, meninggal dunia setelah menyambut kedatangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam agenda taraweh bersama di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan formal Al-Masoem, Kabupaten Sumedang, Jabar, Rabu (2/7) malam.

"Pak Nanang Wafat pukul 21.40 di Rumah Sakit Al-Islam (Bandung)," kata Kepala Humas Ma"soem Group, Asep Juhana, melalui pesan singkat telepon seluler.

Soal "Obor Rakyat", Pendukung Jokowi Datangi Mabes Polri

KONFRONTASI-Para pihak yang mendukung Jokowi-Jusuf Kalla tak sabar dengan langkah Bareskrim Polri, yang masih belum juga menjerat pengelola Tabloid Obor Rakyat.

Mereka mendatangi Bareskrim Polri dan beraudensi dengan Direktur Tindak Pidana Umum Mabes Polri, Brigjen Hery Prastowo, Rabu (2/7).

"Menurut Hery, kasus ini masih membutuhkan keterangan dari saksi ahli. Memang ada yang berhalangan datang dari saksi ahli, tapi kami ingin agar kasus ini berjalan cepat," kata anggota Tim Advokasi Jokowi-JK Marihot Siahaan, Jakarta.

Prabowo Terkaya, Jokowi Termiskin

KONFRONTASI-Proses klarifikasi harta kekayaan kedua calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan jika capres nomor satu Prabowo menjadi yang paling kaya dengan harta kekayaan Rp. 1,6 triliun dan US Dollar 7.500.134. Nilai itu jauh sekali dengan kekayaan Jokowi yang hanya Rp 29,8 miliar dan US Dollar 27.633.
    

Ini Alasan FUUI Haramkan Pilih Jokowi-JK

KONFRONTASI-Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) keluarkan maklumat haram untuk memilih pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres mendatang. Alasannya, pasangan itu dianggap meresahkan dan mengancam eksistensi umat Islam. Pasangan itu juga dinilai akan berpotensi menciptakan iklim sentimen keagamaan yang dapat bermuara pada konflik horizontal. 

Analis: Warga Jakarta Ogah Digurui Revolusi Mental Jokowi

jokowi

Konfrontasi - Analis politik Forum Inteligensia Bebas, Fathor Rasi, menegaskan, "revolusi mental" ala Jokowi sah-sah saja jika di populerkan di luar DKI Jakarta. Nasib revolusi mental Jokowi di Jakarta, lanjut Fathor, menjadi "revolusi mentah," sebab banyak program-program Jokowi yang mulai ditagih, utamanya oleh masayarakat menengah ke atas.

Bela Jokowi, anak petani jawab surat terbuka putri Amien Rais

KONFRONTASI-Surat terbuka putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia untuk Joko Widodo (Jokowi) langsung direspons. Bukan dari sang calon presiden, tetapi surat itu dijawab oleh Achmad Room Fitrianto.

Dalam surat terbuka yang diambil dari akun facebooknya, Achmad mengaku sebagai anak petani yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Perth, Australia. Ada enam pernyataan disampaikan Staf pengajar Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel, Surabaya, itu untuk merespons surat Tasniem.

Fahri Sebut Jokowi Sinting

KONFRONTASI-Anggota Tim Sukses pasangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah menyebut Joko 'Jokowi' Widodo sinting. Sebutan itu dilontarkan Fahri menanggapi janji Jokowi untuk menetapkan 1 Muharram sebagai hari santri nasional.

"Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melalui akun twitternya @Fahrihamzah.

13 Hari Menentukan, Jokowi Tetap Ungguli Prabowo

KONFRONTASI-Tingkat keterpilihan calon presiden dan calon wakin presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa belum bisa menyalip Joko Widodo-Jusuf Kalla. Survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Jokowi-JK tetap unggul dengan 45 persen, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 38,7 persen.

"Selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6,3 persen saja. Siapa yang menang dan kalah dalam pemilu presiden adalah pasangan yang paling berhasil memenangkan hati dan pikiran  pemilih galau ini," kata Anggota Tim Peneliti LSI, Adjie Alfaraby di Jakarta, Kamis (26/6).

Kekuatan Neo-Imperialisme di Belakang Jokowi?

KONFRONTASI-Kekuatan individu Joko Widodo tidak ada apa-apanya dibandingkan Prabowo Subianto, baik soal visi maupun penguasaan terhadap kompleksitas persoalan bangsa.

"Hal itu terbukti dalam beberapa kali debat capres-cawapres,"jelas Direktur The Indonesian Reform Syahrul Efendi Dasopang, kepada pers, pagi ini (Kamis, 26/6).

Misalnya, Jokowi terlihat kaku dan harus melihat catatan yang dia bawa dalam setiap debat. Orang bawa catatan biasanya karena memang tidak manguasai masalah. "Berlainan dengan Prabowo yang terlihat natural dan lentur," sambung Syahrul.

Jokowi Lebih Religius dari Surya Paloh

KONFRONTASI - Juru kampanye nasional Jokowi-JK, Surya Paloh menyatakan Calon Presiden yang diusung Partai NasDem, PDI Perjuangan dan PKB  lebih religius dari dirinya. "Kalau ada yang meragukan dia bukan muslim yang baik. Saya ingin menyatakan muslim Jokowi lebih baik dari muslim Surya Paloh," kata Surya dalam acara 'Pencerahan Ketua Umum Partai NasDem di Pekanbaru, Riau, Rabu (25/6/2014).

"Saya muslim, dia muslim. Dia muslim yang lebih baik daripada diri saya," ujarnya menambahkan dan disambut sorakan simpatisan Jokowi-JK dalam acara itu.

Pages