20 May 2019

Jokowi

De facto Indonesia already has a New President. Five Reasons Why Jokowi Has Been Defeated

KONFRONTASI- Until today, the Jokowi camp and commissioners of the General Election Commission (KPU) are still trying to convince the people, Jokowi won. This effort is like enforcing wet threads.

The public understands, witnesses for themselves, and most importantly, strongly believes Prabowo wins.

De facto Indonesia already has a new president. Just waiting de jure.

Whatever the reasons, massif quick count public mind manipulation and intimidation through the Situng KPU application is useless.

Lima Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah

Lima  Alasan Mengapa Jokowi Sudah Pasti Kalah

Oleh : Hersubeno Arief

Sumber : https://bit.ly/2Uzgxvf

Hingga hari ini kubu Jokowi dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih mencoba meyakinkan rakyat,  Jokowi menang. Upaya ini seperti menegakkan benang basah.  

Publik sudah paham,  menyaksikan sendiri, dan yang paling penting sangat meyakini  Prabowo menang.

Secara de facto Indonesia sudah mempunyai presiden baru. Tinggal menunggu secara de jure.

Mewaspadai Penggelembungan (dan Pemotongan) Suara di SITUNG KPU

Mewaspadai Penggelembungan (dan Pemotongan) Suara di SITUNG KPU
Oleh: Gede Sandra
(Analis Pergerakan Kedaulatan Rakyat)

Tak Ingin Kompromi, Prabowo Tolak Utusan Jokowi

KONFRONTASI - Ketua Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo-Sandi, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso mengatakan, kemenangan Prabowo-Sandi sudah tidak bisa berubah lagi.

Djoko menyampaikan hal itu dalam syukuran dan konsolidasi relawan Prabowo-Sandiaga di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu 24 April 2019.

"Pernyataan Prabowo menang itu adalah titik yang enggak bisa kembali. Untuk itu, kita harus siap berjuang," kata Djoko, Rabu 24 April 2019.

Akal Sehat: Para Tokoh Nasional, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Disarankan Berkumpul bersama Prabowo Bahas Solusi atas Pemilu-Pilpres

KONFRONTASI- Dengan hati nurani dan akal sehat, segenap  tokoh nasional, tokoh masyarakat dan tokoh  agama  sebaiknya berkumpul bersama Prabowo Subianto untuk mencari solusi rasional, etis, obyektif  dan damai atas tragedi pemilu pilpres 2019. Sebab  Pemilu Pilpres 2019 ada indikasi kuat terjadi curang/kecurangan luar biasa dan perampasan daulat rakyat sehingga sebagai bangsa, kita ini  sangat dipermalukan di mata dunia internasional maupun rakyatnya sendiri.

Daulat Rakyat Dirampas, Kecurangan Pemilu Pilpres dilakukan secara Mencolok Mata

KONFRONTASI- Pemilu Pilpres 2019 sangat  tragis dan miris karena curang/kecurangan dilakukan secara mencolok mata. Pemilu Pilpres 2019 ada indikasi kuat terjadi curang/kecurangan luar biasa dan perampasan daulat rakyat sehingga sebagai bangsa, kita ini  sangat dipermalukan di mata dunia internasional maupun rakyatnya sendiri. Betapa malunya para intelektual, ulama dan masyarakat madani, betapa hancurnya martabat bangsa kita dan NKRI di gelanggang dunia.

Rizal Ramli soal Pilpres: Kalau Pemain Curang, ada Wasit. Tapi kalau Wasit Terus Menerus Berusaha Curang, ya Harusnya Langsung Diganti

KONFRONTASI- Pilpres 2019 sungguh tragis. Kata tokoh nasional/teknokrat senior Dr Rizal Ramli, ‘’Mungkin baru pertama kali sejarah dunia, sebagian besar penonton harus bersusah payah mengawasi Wasit (pemerintahan Presiden Joko widodo-red) agar tidak curang. Bathil banget. Kalau pemain curang, ada Wasit. Tapi kalau Wasit terus menerus berusaha curang, ya harusnya langsung diganti dan dihukum,’’ Kata RR, Mantan Menko Kemaritiman.

Pemilu 'Zaman Now' Jangan Khianati Reformasi

Jakarta-Hampir sepekan pesta demokrasi lima tahunan telah berlalu. Namun protes dan kritik terhadap pelaksanaan Pemilu yang berlangsung pada 17 April kemarin terus bergulir.
 
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Sodik Mujahid mengingatkan kritik dan protes yang disampaikan publik ditujukan untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil (jurdil).
 
Menurutnya, hal ini sebagai wujud demokrasi yang konsisten dengan semangat reformasi. 
 

BPN Pastikan Tak Ada Agenda Rekonsiliasi: Pemilu Bukan Perang!

Jakarta-Wacana agar dua kandidat capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2019 agar melakukan rekonsiliasi ditanggapi Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa.
 
Seperti seruan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menginginkan rekonsiliasi antara capres petahana Joko Widodo dengan capres penantang Prabowo dilakukan secepatnya.
 
Dian mengingatkan Pemilu bukanlah perang. Karena itu, ia memastikan tidak ada agenda rekonsiliasi antara BPN dengan siapapun. 

Jokowi dan Prabowo Disarankan Bertemu, yang Larang Kekanak-kanakan

KONFRONTASI -  Kedua capres baik Jokowi maupun Prabowo disarankan saling bertemu demi meredam panasnya suasana politik pasca pencoblosan. Jika ada pihak yang mencoba melarang pertemuan tersebut, dinilai kekanak-kanakan.

Pages