23 May 2019

Jokowi

Cak Nun: Ada Presiden Boneka “Ndeso” Sukses Menipu Rakyat

KONFRONTASI-Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengungkapkan ada ada presiden boneka ‘ndeso’ yang sukses menipu rakyat. “Kenapa rakyat mau memilih boneka, patung atau berhala untuk menjadi pemimpinnya?” tanya Cak Nun dalam berita berjudul “Peminpin Tanpa Bersalah” di situs www.caknun.com. Kata Cak Nun, rakyat memilih pemimpin boneka karena partai politik memperkenalkan calonnya dengan mendustakan kenyataannya.

Emha Ainun Nadjib: Ketika Boneka Memilih Pemimpin. Apa ia Tidak Merasa Malu Menjadi Boneka?

OLEH: MH. A’INUN NAJIB

Kenapa rakyat mau Memilih Boneka, Patung atau Berhala untuk menjadi Pemimpinnya?

Karena Partai Politik Memperkenalkan Calonnya dengan Mendustakan Kenyataannya

Calon Pemimpin Ditampilkan dgn Pencitraan, Pembohongan, di Make-Up Sedemikian Rupa, di Besar²kan,
di-Baik²kan,
di-Indah²kan,
di-Hebat²kan

Itu bukan Politik namanya, Pak itu Kriminal.

Memang bukan politik, melainkan Perdagangan

Bukan Demokrasi, melainkan Perjudian

Jokowi Tak Seindah Warna Aslinya?

Sepanjang debat pilpres, sejumlah media berhasil menunjukkan data. Banyak klaim Presiden Jokowi tidak terbukti. Jokowi juga diketahui sering melebih-lebihkan fakta.

Sikap Jokowi mengingatkan kita pada iklan jadul Fuji Film,” Lebih indah dari warna aslinya.”

Publik kini kembali menunggu apakah klaim Jokowi benar. Sejumlah kepala negara/pemerintahan telah memberi ucapan selamat kepadanya. Bukan hanya karena pemilu berlangsung sukses, namun juga karena dia terpilih kembali sebagai presiden.

Agum Gumelar Ingatkan Pendukung Jokowi, Kalau Kalah Harus Legowo

KONFRONTASI-Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar meminta pendukung 01 Jokowi-Ma"ruf Amin bersikap dewasa terhadap papun hasil Pilpres yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

Saat ini, menurutnya, yang terpenting semua pihak harus mensyukuri Pemilu 2019 berjalan lancar dan damai. 

Soal Bukti Kecurangan Pilpres, BPN: Kenapa TKN yang Risau?

"Pemungutan Suara Ulang, Perolehan Suara Jokowi dan Prabowo Sama-sama Berkurang"

KONFRONTASI- Pemungutan Suara Ulang ( PSU) digelar di TPS 04 Kacang Pedang, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (27/4/2019). Hasilnya, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno kehilangan 72 suara. Pada pemungutan suara sebelumnya, Prabowo-Sandiaga Uno meraih 162 suara, turun menjadi 90 suara setelah PSU digelar. Sementara pasangan Jokowi - Ma'ruf kehilangan 26 suara. Pada pemungutan suara sebelumnya pasangan Jokowi - Ma'ruf memperoleh 100 suara. Setelah PSU, suaranya anjlok menjadi 74 suara.

Situng KPU Provinsi Bengkulu 100%, Prabowo Menang Tipis atas Jokowi

KONFRONTASI -   Angka dalam Sistem Informasi Penghitungan (Situng) KPU menunjukkan Provinsi Bengkulu telah mencapai 100%. KPU mengatakan hal ini menunjukkan Provinsi Bengkulu selesai memasukkan formulir C1 penghitungan suara TPS ke Situng. 
 
"Iya kalau yang provinsi ya sudah 100%, di kabupaten sudah menyelesaikan," ujar komisioner KPU Hasyim Asyari di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).
 
 

Ngeri : Jokowi Vs People Power-Mati Sahid

Oleh:  Tony Rosyid

 

 

Moeldoko: Jokowi Buka Pintu Bagi PAN Gabung Koalisi

Konfrontasi - Perbincangan antara Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara usai pelantikan Gubernur Maluku memunculkan dugaan potensi bergabungnya PAN dengan partai koalisi pengusung Jokowi.

Diketahui meski belum diumumkan resmi oleh KPU, hasil hitung cepat lembaga survei dan real count sementara KPU, pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan 02 Prabowo-Sandi. Sementara PAN merupakan salah satu pengusung pasangan 02.

Jokowi dan Pimpinan Serikat Pekerja Sepakat Revisi PP Pengupahan

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menerima sejumlah pimpinan Serikat Pekerja, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (26/4/2019) siang.

Selain membahas perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, dalam kesempatan itu juga dibahas mengenai kemungkinan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Pages