22 July 2019

Jokowi

Pertemuan Ini Bukan Sesuatu Yang Spontan dan Genuine !!

Jika anda bulan-bulan kemarin berjuang untuk membesarkan partai tertentu, mungkin anda sudah kecewa dan berhenti berjuang ketika politisi partai yang ada dukung ngomongnya di layar tv belepotan dengan sikap songong, segera setelah perolehan suaranya dipastikan cukup untuk "menebus" 1 kursi di Senayan.

Jika anda selama 5 tahun ini setia berjuang bersama Prabowo untuk menjadikannya Presiden, jika anda selama 10 bulan berjuang untuk menjadikan Prabowo dan Sandi jadi presiden dan wapres, maka perjuangan anda selesai hari ini.

Aku Bertanya pada Kalian....

Oleh: Tb Ardi Januar*

Aku ingin bertanya kepada para kiai, habib dan pemuka agama. Kenapa Nabi Muhammad masih mau bertemu, berdiplomasi dan bersikap baik kepada orang kafir yang jelas-jelas sudah dzolim dan memusuhi umat Muslim kala itu? Kenapa...? 

Ketua DPR: Pertemuan Jokowi-Prabowo Hilangkan Kegelisahan

KONFRONTASI-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mengakhiri rivalitas mereka di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dengan cara yang sangat elegan.

"Keduanya menyampaikan pesan damai, dan mendorong semua komunitas untuk menyudahi polarisasi di tengah masyarakat," kata Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu.

Ini Penyebab Rini dan Jonan Disemprot Jokowi

KONFRONTASI-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno termasuk dua dari nama enam menteri yang disebut-sebut akan meninggalkan kabinet Jokowi.

Keduanya sempat ditegur Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (8/7/2019). Teguran ini diberikan karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat ada penurunan nilai impor Januari-Mei turun mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menyimak Pertemuan Informal-Summit Prabowo-Jokowi di MRT

Oleh: Haz Pohan
(Pendukung 02, Mantan Dubes RI untuk Polandia)

 

Ketika Prabowo Bertemu Jokowi: Respon Pendukung dan Lawan Politik

KONFRONTASI-Langkah Prabowo Subianto yang bersedia bertemu dan mengucapkan selamat kepada Jokowi, mengundang pro dan kontra. Banyak pendukung Prabowo kecewa dan bahkan mengucapkan sayonara atau selamat tinggal. Di medsos bertebaran ucapan selamat berpisah. Namun, di pihak lain, lawan politik malah memberikan apresiasi yang tinggi.

Ferry (50) yang merupakan pendukung Probowo di Pilpres, meluapkan kekecewaanya dalam akun Facebook. "Prabowo akhirnya memilih bertemu Jokowi. Dia mengabaikan sikap pendukungnya yang menentang pertemuan itu. Mengapa Prabowo sangat cepat melupakan janjinya untuk timbul dan tenggelam bersama rakyat? Bagaimana sejarah akan mencatat Prabowo?," tulis Ferry, 6 jam lalu.

Ia lantas mengunggah tulisan blogger ternama Hersubeno Arif yang membuat catatan bertajuk: Sayonara Pak Prabowo. Sebelumnya, Hersubeno yang juga wartawan senior itu selalu membuat tulisan bernada dukungan buat Prabowo-Sandi, dan banyak dibaca penggemarnya.

Hersubeno mengungkapkan banyak pendukung Prabowo kecewa. Menurut dia, dalam tulisan tersebut , kubu pendukung paslon 02 menyambut pertemuan tersebut dengan penuh duka dan kecewa. Emak-emak militan banyak yang mewek, kecewa, marah-marah. Patah hati.

Hersu bahkan mengaitkan langkah Prabowo itu dengan penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Belanda yang dilakukan dengan tipu daya. Menurut di, lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro karya pelukis legendaris Indonesia Raden Saleh beredar luas di berbagai platform media sosial.

Netizen menilai kesediaan Prabowo bertemu dengan Jokowi sama dengan peristiwa ketika Pangeran Diponegoro bersedia bertemu penjajah Belanda.

Pertemuan di Magelang yang semula dijanjikan sebagai silaturahmi, berakhir dengan penangkapan Pangeran Diponegoro. Dia dijebak. Berakhirlah Perang Jawa selama lima tahun (1825-1830). Sebuah perang yang menguras sumber daya Belanda. Banyak nyawa pasukan Belanda melayang dan kas VOC terkuras habis. "Entah secara kebetulan setting peristiwanya kok mirip-mirip," tulisanya.

Penangkapan Pangeran Diponegoro terjadi saat umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri. Tanggal 2 Syawal 1245 Hijriah atau 2 Maret 1830. Sementara Prabowo bertemu pada tanggal 10 Dzulkaidah 1440 Hijriah, lebih kurang 40 hari setelah 1 Syawal 1440 Hijriah.

Di satu akun Facebook seorang yang jejak didgitalnya terlihat selalu mendukung Prabowo, setelah pertemuan tersebut, langsung berbelok haluan. Akun Yayat C, menulisakan status singkat tapi sangat jelas maknanya. "Selamat bekerja rakyat Indonesia, selamat tinggal Prabowo, selamat tinggal Gerindra…."

Ternyata, postingan singkat ini menorehkan dua pihak yang perlu ditinggalkan, yakni Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Hal seperti ini, menggambarkan bahwa Prabowo telah dianggap sudah menjadi satu barisan Jokowi, demikian juga Gerindra. Penulis akun sendiri masih belum bisa kalau satu barisan dengan Jokowi.

Ada status-status lain yang menggambarkan hal yang sama. Aa yang menilai, seharusnya Prabowo tidak usah menemui Jokowi, itu tidak perlu. Seperti halnya Megawati dului, setelah kalah di Pilpres tidak pernah menemui SBY yang terpilih jadi Presiden. Pertemuan Prabowo – Jokowi dianggap merugikan Prabowo dan Gerindra.

Konstituen akan kabur ketika Prabowo merapat ke Jokowi, apa pun alassannya. Soal alasan ada yang meraba, telah terjadai hal-hal tertentu di bawah tangan, dan tiada lagi menghiraukan soal pendukung. Ada yang mengingatkan dengan kardus, ini yang menyedihkan.

Analisis di medsos menyatakan, Prabowo rupanya kurang pandai merawat konstituen, dalam hal politik dia selalu kalah dari dulu. Prabowo lebih terlihat sebagai prajurit TNI yang politiknya, politik negara, untuk keutuhan NKRI.

Merawat konstituen tampaknya dilalaikan Prabowo, dan dia tidak seperti Megawati yang mendengarkan konstituen. Soal rekonsiliasi, ada yang bilang, itu urusan pemenang, urusan Jokowi, jadi kenapa Prabowo harus repot-repot mau diajak bertemu. Ini merupakan penaklhukan, dan kekalahan kedua setelah Pilpres 2019.

Prabowo Bertemu Jokowi, Akankah Gerindra Ikut Merapat?

KONFRONTASI-Sinyal Partai Gerindra masuk pemerintahan dinilai masih jauh meskipun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT).

 

"Sinyal untuk merapat itu masih jauh," ujar Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio diberitakan SINDOnews, Sabtu (13/7/2019).

 

Prabowo bertemu Capres Jokowi di MRT: Prabowo Komit dan Bela Rakyat dan Ulama, Menjaga NKRI

KONFRONTASI- *  Prabowo Subianto menerima Pertemuan Dg Joko Widodo Dengan Membawa Prinsip bahwa Prabowo Tetap MEMBELA RAKYAT Untuk Keadilan & Kemakmuran Rakyat Indonesia !!!. Prabowo bertemu capres Jokowi untuk menjaga NKRI, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah nyaris pecah belah.

* Ingat  bahwa Prabowo Ada Janji Kepada Para Ulama Di Ijtima & Prabowo Punya Beban Moril Yg Diamanatkan Dari Mayoritas Rakyat Yg Memberi Amanah/Memberikan Suara Pada Pilpres 2019 !. 

Alasan Stasiun MRT Jadi Tempat Bertemunya Jokowi-Prabowo

Konfrontasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan alasan pertemuan Jokowi dan Prabowo dilakukan di MRT (moda raya terpadu). Menurutnya, MRT adalah simbol untuk kemajuan Indonesia.

Prabowo Temui Jokowi, PA 212 Kecewa

KONFRONTASI-Pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto usai Pilpres 2019 memunculkan kekecewaan di kalangan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya akan berjuang sendiri tanpa melibatkan partai politik, termasuk Prabowo.

"PA 212 sudah kembali kepada khittah semula yaitu sudah tidak lagi bersama partai manapun juga Prabowo/BPN," kata Novel melalui pesan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/7).

Pages