20 May 2019

Jokowi

Pemilu Tidak Jurdil: Dampaknya, Masyarakat Gaduh, Rupiah Mulai Runtuh dan Jokowi bisa Delegitimasi

KONFRONTASI- Para analis mengingatkan,  civil society (masyarakat madani) menilai pemilu tak jurdil, maka protes dan gaduh terus berlangsung, dan pada gilirannya buruknya pemilu dikhawatirkan bikin  rupiah runtuh dan pemerintah Jokowi bisa delegitimasi. Akibatnya, Bank Indonesia (BI) berjuang cukup keras beberapa waktu terakhir menahan gejolak nilai tukar rupiah yang melemah.

Ekonomi Mandeg, Pemilu Sarat Masalah, Apa yang Mau Dipertahankan Jokowi?

Fenomena adanya indikasi kecurangan dalam Pemilu, terutama Pilpres 2019 tampaknya menjadi momen untuk menunjukkan betapa besarnya bangsa Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari dua kubu antara paslon 01 dan tentunya 02 yang paling banyak diperbincangkan di sosial media, dalam dua pekan terakhir.

Lalu pertanyaannya, apakah suara yang terdengar bisa dikatakan mewakili aspirasi masyarakat Indonesia?

Tentunya bisa, mengingat pengguna sosial media di Indonesia merupakan terbesar di seluruh dunia, baik Facebook, Instagram dan Twitter.

Haris Rusly Tantang Penegak Hukum Usut Sumber Dana Kampanye Jokowi

KONFRONTASI. Aparat hukum ditantang untuk segera mengusut sumber dana kampanye Capres petahana Joko Widodo. Sebab selama memerintah, kebijakan Jokowi banyak yang berpihak kepada pengembang.

Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti mengatakan, aparat hukum perlu mencermati dana kampanye mantan Gubernur DKI Jakarta itu karena memang dia punya kekuasaan yang paling besar di negeri ini. Kekuasaan yang besar itu katanya bukan tidak mungkin digunakan untuk mengumpulkan pundi-pundi dana kampanye.

Jokowi's Pincer Movement

 Oleh: Zeng Wei Jian 

Pasca pencoblosan suara, Paslon Ko-Ruf No.1 merilis offensive strike. Targetnya mengisolasi Prabowo-Sandiri. 

Strategy Paslon No.1; Mematahkan dengan merangkul kaki-kaki penyanggah Paslon No. 2. 

Paslon No. 1 mengadopsi Taktik "Encirclement" dan "Exhaustion" dalam rangka menghancurkan moral massa Pro Prabowo-Sandi. 

Gerakan manuver mereka disebut "pincer movement" atau "double envelopment". Paslon Prabowo-Sandi dikurung dari ke dua sisi. 

Catatan Natalius Pigai untuk Jokowi: People Power, State In Emergency

Oleh: Natalius Pigai

Mereka Bingung, Kemenangan Prabowo Tak Terbendung.

MEREKA BINGUNG - KEMENANGAN PRABOWO TAK TERBENDUNG ...
(catatan Darby Jusbar Salim - NKS Consult)

Beredar tulisan Irene Viena ''SBY Bukan Peragu. Agendanya Memang Mengalahkan Prabowo''

Daftar Sebagian Dosa Besar SBY Pada Prabowo & Motifnya Selalu Gagalkan Prabowo Jadi Presiden

Wajar & manusiawi Jokowi sangat takut menghadapi kenyataan bhw rakyat menolaknya sbg presiden RI periode 2019-2024. Terlalu banyak kejahatan/pelanggaran hukum/UU. Terlalu banyak pengkhianatan pada negara. Terlalu banyak jejak kotor. Terlalu banyak korupsi. Melibatkan Jokowi.
(Irene Viena, 03-05-2019 Jam 21:43)

Himbauan kepada Penyelenggara Pemilu, agar Jujur dan Adil

KONFRONTASI- Wahai para penyelenggara Pemilu, para pemimpin dan senior yang kami hormati:
Tidakkah anda semua berkewajiban untuk menjaga kedaulatan NKRI? Kekuasaan tertinggi adalah kedaulatan rakyat. Untuk itu bertindaklah JUJUR dan ADIL. Jangan sekali-kali berhianat kepada rakyat, karena hakekatnya perbuatan itu adalah bentuk penghianatan kepada bangsa dan negara.

Pemilu Curang Brutal. Kalau SBY Mau Damaikan Kubu Prabowo vs Jokowi Bakal Gagal. SBY harusnya bela Kebenaran?

KONFRONTASI- Pemilu sudah terbukti curang secara brutal. Sehingga sikap SBY yang konon mau damaikan Kubu Prabowo dan Jokowi  bakal gagal.  Maaf, SBY harusnya Bela Prabowo, Bukan malah pragmatis-oportunis mau jembatani dialog kompromis paslon 02-01?  Para analis berharap, SBY harusnya tidak membiarkan pemilu curang brutal dimana KPU-Bawaslu-DKPP dan semua institusi negara dan media mainstream membiarkan pemilu banyak kecurangan, tidak jurdil alias sangat curang yang hanya menguntungkan kubu 01 itu?.

Rakyat Tidak Mentolerir Kejahatan Pemilu Curang. Jokowi Kalah dan Prabowo Presiden Rakyat?

KONFRONTASI- Para analis menilai Prabowo-Sandi menang, dan Jokowi-Maruf pasti kalah karena mayoritas rakyat telah memilh paslon 02. Dan rakyat tidak mentolerir kejahatan pemilu curang di TPS/KPPS sampai KPU yang akan memaksakan menang paslon 01 (Jokowi) 22 Mei.

Pages