23 May 2019

Jokowi

“Telegram” Prabowo kepada Penguasa Zalim

Oleh: Asyari Usman

Bahaya Krisis Ekonomi-Politik: Rezim Jokowi Dibayangi Keruntuhan

KONFRONTASI- Para analis dan jurnalis menganalisa, rezim  Joko widodo dibayangi keruntuhan, kejatuhan, tumbang karena faktor ekonomi-politik yang sangat  menghantam dan merugikan Jokowi sendiri.

Faktor politik mencakup pemilu paling buruk dan curang, demo-demo dan protes gaduh   gerakan daulat rakyat, perlawanan para jenderal TNI purn, civil society dan kalangan santeri (Islam) maupun kebangsaan serta keributan massa yang panjang, sekitar 600 petugas KPPS meninggal dan lebih 3000 orang sakit dirawat..Kriminakitas menguat dan frustasi rakyat meningkat.

Ekonomi Jokowi Memble dan ke OBOR China, Rizal Ramli: Tega-teganya Jokowi Mau Jadi Presiden 2 Kali?

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengaku bingung dengan pencalonan kembali Joko Widodo atau Jokowi sebagai Presiden. Menurutnya kondisi ekonomi Indonesia saat dipimpin Jokowi masih memble. Terkait tudingan itu, Rizal menyebut Jokowi tidak pantas untuk kembali menjabat presiden.

Rizal Ramli Ingatkan: Defisit Terparah, Tim Ekuin Kabinet Tidak Becus, dan Pemimpin Tidak paham Ekonomi, Ngertinya hanya Proyek

KONFRONTASI- Tokoh nasional/teknokrat senior mengingatkan bahwa Defisit April 2019, terparah sepanjang Sejarah RI Merdeka!  Dan kondisi ini terkait lemahnya tim ekuin rezim Jokowi yang tak kredibel, sedangkan Jokowi sendiri tidak paham ekonomi.

'' Memang Tim Ekonomi pemerintah tidak becus, tapi dibungkus dengan pencitraan tiada henti. Apalagi pemimpin tidak paham ekonomi, ngertinya hanya proyek,'' ungkap RR, Menko Ekuin era Gus Dur,  dalam twiternya Kamis ini. Tak mengherankan kalau Rupiah terus tertekan.

Pesan Kubu 02 untuk Jokowi: “Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti ( Kejahatan akan hancur lebur oleh kebenaran).”

KONFRONTASI- Orasi Jenderal (Purn) Djoko Santoso, Ketua BPN dalam simposium mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu Di Hotel Sahid Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019, terasa menggetarkan. Setelah menyampaikan penolakan BPN atas seluruh proses penghitungan suara di KPU, ia menutup pembicaraannya dengan mengutip pepatah Jawa “Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti ( kejahatan akan hancur lebur oleh kebenaran).”

Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Meski Unggul 51%, Ini Tanggapan Refly Harun

KONFRONTASI -   Sebuah tulisan yang viral di media sosial menyebutkan meski pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin meraup suara 51 persen lebih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, keduanya tak otomatis memenangi Pilpres 2019.

Dalam tulisan itu disebutkan, untuk dapat dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden, selain meraup suara 51 persen lebih, Jokowi-Maruf mesti memenuhi syarat lainnya yakni memenangkan suara di 1/2 jumlah provinsi atau 17 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia.

YLBHI Sebut 11 Indikasi Pemerintahan Jokowi Bahayakan Demokrasi

KONFRONTASI -  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut ada 11 indikasi kebijakan Pemerintahan era Joko Widodo atau Jokowi yang membahayakan demokrasi dan substansi hukum di Indonesia.

 

Ketua Umum YLBHI Asfinawati mengatakan beberapa kebijakan pemerintah seperti pembentukan tim asistensi hukum, penggunaan pasal makar, serta sikap menyudutkan para pendukung golput terkesan membahayakan demokrasi.

 

Pilpres Deadlock, Ini Solusinya

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beberapa daerah telah tuntas merekapitulasi suara. Sejumlah media sudah umumkan hasilnya. Tapi, tak semua pihak setuju dengan hasil itu. Sejumlah saksi tak mau tanda tangan. Artinya? Tak mengakui. Rekapitulasi dipertanyakan akurasi dan kejujurannya.

Rizal Ramli Sarankan Jokowi Tak Ambisi Langgengkan Kekuasaan dengan Cara Curang. Teladanilah Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur dan Megawati.

KONFRONTASI- Secara implisit ingatkan Jokowi, Tokoh nasional Rizal Ramli (RR), mengatakan seorang pemimpin yang memiliki ambisi melanggengkan kekuasaan dengan cara curang,  sudah tidak tahu diri dan tidak memiliki hati nurani terhadap rakyatnya.

Menurut RR, sang  tokoh bangsa itu, para pemimpin sekarang harus belajar banyak dari para pendahulu seperti Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur dan Megawati.

Wahyu Keprabon era Jokowi & Tumbal Pesugihan Demokrasi

KONFRONTASI- DALAM kurun 23 hari usai Pemilu ratusan jiwa melayang dan diyakini akan terus bertambah mengingat masih ada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang masih dirawat di rumah sakit.
Apa yang menyebabkan semua ini terjadi? Mungkinkah karena faktor kelelahan, penyakit bawaan atau ada sebab lainnya?

Ada rumor yang mengatakan bahwa korban akan mencapai 1.000 jiwa hingga tanggal 22 Mei nanti karena ini adalah tumbal pesugihan demokrasi.

Pages