25 August 2019

Jokowi

PDIP: Zaman SBY Sri Mulyani Kita Bongkar, maka Jokowi DIdesak Jangan Pakai Sri Lagi !

KONFRONTASI- Kinerja tim ekonomi Presiden Jokowi sangat buruk, sehingga harus dirombak total pada periode berikutnya.

Hal itu dikatakan Politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon di Jakarta, ditulis Jumat (16/8/2019).

Effendi menegaskan, salah satu yang dia sorot adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Jadi, bila ada wacana mempertahankan Sri Mulyani, maka hal itu sangat memprihatinkan.

Ia pun mengaku sangat prihatin dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Menteri Investasi, Terobosan Baru Kabinet Jokowi?

Oleh Chusnatul Jannah
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Susunan Kabinet Indonesia Kerja jilid 2 mulai berhembus. Tidak ada pengurangan atau penambahan pos kementerian. Tetap pada angka 34 kementerian. Hanya saja terjadi peleburan dan pemampatan. Contohnya adalah dibentuknya Menteri Ekonomi Kreatif dan Investasi. Ide ini pun diamini oleh PDIP.

Buya Syafii: Pak Jokowi Harus Cari Menteri yang Petarung, Bukan Yes Saja

KONFRONTASI- Tokoh bangsa, Buya Syafii Maarif mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengutamakan kalangan profesional dalam menyusun kabinet di periode kedua. Kalangan profesional itu bisa dari elemen bangsa manapun, termasuk dari partai politik.

Jokowi Tunjuk Ketua Pansel KPK sebagai Jaksa Agung?

KONFRONTASI - Kabarnya, Ketua panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK), Yenti Garnasih akan dipilih Presiden Joko Widodo sebagai jaksa agung. "Beredar isu kuat bahwa Jokowi akan mengangkat Jaksa Agung perempuan, yakni Yenti Garnarsih. Jika hal itu benar terjadi tentu akan menjadi sejarah baru di mana Korps Kejaksaan dipimpin seorang perempuan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan yang diterima, Kamis (15/8).

Saran Rizal Ramli untuk Jokowi: Gabungkan Perdagangan dan Industri untuk Perumbuhan Ekonomi

KONFRONTASI - Ekonom senior DR Rizal Ramli tidak melulu menyalahkan Kementerian Perdagangan yang menyebabkan perekonomian Indonesia terpuruk karena tidak bisa menahan laju impor.

Rizal Ramli memandang lebih luas mengenai akar masalah yang terjadi di perekonomian Indonesia, khususnya di bidang perdagangan.

Salah satu yang menjadi sorotan mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu adalah Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian yang terpisah.

Rizal Ramli Khawatir Ekonomi Nyungsep akibat Kebijakan Austerity dan Neoliberalisme

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) khawatir ekonomi nyungsep akibat Neoliberalisme/Kebijakan Austerity ala pemerintah/Menkeu Sri Mulyani yang tidak mampu berpikir out of the Box. Perekonomian RI yang terancam "nyungsep" dan hanya mampu tumbuh kurang dari 5 persen menjadi kekhawatiran ekonom senior Rizal Ramli.

Jokowi Pastikan Jaksa Agung Berikutnya Bukan Kader Parpol

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo alias Jokowi memastikan kursi jaksa agung di periode kedua pemerintahannya tidak akan diduduki kader partai politik.

"Pasti bukan dari parpol," ujar Jokowi saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8).

Jawaban atau janji Jokowi tersebut sekaligus menjawab polemik posisi jaksa agung akan diisi profesional atau kader parpol.

Rizal Ramli Usul Jokowi Pilih Menteri yang Dukung Kepentingan Nasional

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo dalam periode kedua pemerintahannya harus mencari menteri yang mendukung kepentingan rakyat kecil dan nasional, ujar mantan menteri Rizal Ramli.

"Karena percuma sektor pertanian dibesarkan tapi impor segala macam jalan terus, sama saja membunuh sektor pertanian," ujar Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritimin Rizal Ramli dalam acara diskusi yang diadakan di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

UUD45, Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’


Oleh : A. Sofiyanto, Wartawan Senior

Kompak, Koalisi Jokowi Dukung Prabowo Singkirkan 'Penumpang Gelap'

KONFRONTASI- Partai-partai koalisi pengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kompak mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyingkirkan penumpang gelap. Penumpang gelap ini dianggap sebagai pihak yang memanfaatkan Prabowo saja.

Isu soal penumpang gelap ini mulanya diungkapkan Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dasco menyebut 'penumpang gelap' itu mencoba memanfaatkan Prabowo untuk kepentingan mereka. Namun, menurut dia, Prabowo kemudian mengambil tindakan karena sadar telah dimanfaatkan.

Pages