23 November 2017

Jokowi

Gerindra Curigai Jokowi-JK Jual Obral BUMN, Aset Bangsa

JAKARTA-Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Moh. Nizar Zahro mencium gelagat Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (JK) yang bakal melakukan obral jual aset (for sale) milik negara dengan modus kerjasama dengan pihak swasta baik dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, banyak aset negara berupa infrastruktur yang kemudian dilego oleh pemerintah kepada para pihak swasta, dari mulai Bandara, Tol dan bahkan Pelabuhan.

Jokowi Diminta Evaluasi Infrastruktur karena Ekonomi RI dibayangi Krisis

KONFRONTASI-Aktivis Ferdinand Hutahaean dari lembaga Rumah Amanah Rakyat, mengatakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) semakin tak karuan, meski telah menginjak 4 tahun usia jabatan. Kepala negara yang terpilih sejak 4 Oktober 2014 itu semakin membuat kedaulatan tergerus dan membawa ekonomi diambang krisis.

Lima Tahun Jokowi Berkuasa, 30 Juta Cina Masuk Indonesia? demikian sebuah Laporan

JAKARTA - Indonesia secara demografis (kependudukan) akan mengalami perubahan demografis secara radikal. Komposisi penduduk akan berubah dengan drastis, demikian sebuah laporan mengungkapkan.

Ugal-ugalan ala Pemerintahan Jokowi: Hutang, Jual Aset BUMN dan Swastanisasi

Oleh : Ferdinand Hutahaean
Rumah Amanah Rakyat

Usia pemerintahan Jokowi kini semakin tua dan semakin senja. 3 tahun sudah terlampui dan sekarang menyusuri tahun ke 4 pemerintahan yang terpilih sejak Oktober 2014 silam. Namun ironinya, semakin tua pemerintahan ini, buka semakin matang dan bukan makin membawa kesejahteraan bagi bangsa dan negara namun semakin hari semakin membawa bangsa ke pinggir jurang krisis dan hampa kedaulatan.

Jokowi Minta Masukan Petinggi Bank Dunia Terkait Ekonomi Indonesia di Istana Bogor

KONFRONTASI - (Jokowi) meminta pandangan Bank Dunia terkait prospek dan potensi ekonomi Indonesia ke depan di tengah perekonomian global yang bergerak sangat cepat dan dinamis.

Hampir Seluruh Petinggi Bank Dunia Menghadap Jokowi di Istana Bogor

KONFRONTASI -  Perwakilan Bank Dunia yang hampir seluruhnya adalah jajaran petinggi mereka menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor.

Rombongan bos-bos Bank Dunia itu dipimpin Kepala Perwakilan World Bank Indonesia Rodrigo Chaves, Lead Economist Frederico Gil Sander.

Turut hadir pula, Program Leader for Suistanable Development Taimur Samad, Program Leader for Human Development Camilla Holmemo, Program Leader for Equitable Growth, Finance, and Institutions Yongmei Zhou, dan Operations Officer Steisianasari Mileiva.

Ada Apa Koq Presiden Jokowi Adakan Pertemuan Rahasia dengan Bank Dunia?

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Kepala Perwakilan World Bank Indonesia Rodrigo A. Chaves di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Rodrigo tiba di Istana sekira pukul 08.58 WIB.

Pantauan merdeka.com, Selasa (20/11) Rodrigo memboyong sejumlah anggotanya yakni Lead Economist, Frederico Gil Sander, Program Leader for Suistanable Development, Taimur Samad, Program Leader for Human Development, Camilla Holmemo, Program Leader for Equitable Growth, Finance, and Institutions Yongmei Zhou dan Operations Officer Steisianasari Mileiva.

Tuan Presiden, Jangan Jual Indonesia

Oleh: Ferdinand Hutahaean
Rumah Amanah Rakyat

Tiga tahun satu bulan sudah bangsa ini berjalan dalam genggaman kekuasaan Presiden Jokowi dan kabinet kerjanya. Tiga tahun satu bulan itu jugalah kabinet bekerja untuk membuat bangsa ini semakin terlihat rapuh, riuh, gaduh, merosot ekonominya, menurun daya kemampuan rakyatnya dan sesat dijalan lurus.

Respon Jusuf Kalla atas Setya Novanto: Soal Kepentingan atau dalil Hukum di Baliknya?

KONFRONTASI- Wapres Jusul Kalla sepertinya tak pernah lelah menyoroti perihal Ketua DPR Setya Novanto. Sejak ditetapkan sebagai tersangka pertama kali oleh KPK awal Juli lalu sampai Novanto dirawat di RSCM Jakarta, kemarin, JK terus berkomentar.

Langkah Kuda Jusuf Kalla: Bahaya (Alarm) Keras Untuk Jokowi

Setya Novanto bagai anak ayam kehilangan induk. Dari yang tadinya diangkat penguasa sebagai "operator" untuk mengendalikan Partai Golkar, kini ia terombang-ambing oleh perkara hukum yang tak terbendung.

Pages

Berita Terkait