20 March 2019

JOKO WIDODO

Surprise in Indonesia's Election?

by Rizal Ramli

NEW STRAITS TIMES- Could Prabowo Subianto, who is running against incumbent Joko Widodo in next month’s presidential election, emerge as Indonesia’s next leader?

Rizal Ramli kritik Biaya Saksi pemilu Mahal

KONFRONTASI- Menteri Keuangan dan Koordinator Perekonomian periode 2000-2001 Rizal Ramli mengkritik mahalnya saksi dalam seluruh tahapan pemilihan umum (pemilu) baik itu pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden.

Hal tersebut disampaikan Rizal Ramli saat mengisi seminar nasional dan launching Madrasah Demokrasi Ikatan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah periode 2018-2020 di Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat.

Rakyat Jawa Bergerak: Benderang, Rizal Ramli Menyalakan Kembali Trisakti Soekarno dari Semarang

SEMARANG-  Pesan Guntur Soekarnoputra itu terus terngiang di benak dan hati Rizal Ramli. Guntur adalah sahabat dekat dan seniornya di ITB. Mantan aktivis ITB Guntur Soekarnoputra (Mas Tok) secara tenang dan perlahan membisikkan kepada Dr  Rizal Ramli,  Menko perekonomian era Presiden Gus Dur, agar  RR berani membawa bandul ekonomi nasional kembali ke kiri, menuju posisi tengah karena sudah terlalu kanan. RR diminta Guntur membawa ekonomi yang sudah Neoliberal itu kembali kepada ekonomi konstitusi sesuai cita-cita Proklamasi 1945.

Rakyat Jawa Bergerak: Mengapa Rizal Ramli Minta Rakyat Tinggalkan Joko Widodo? Ini soal Ideologi dan Kebijakan Ekonomi

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang,kembali mengingatkan bahwa pemerintahan Joko Widodo benar-benar telah meninggalkan konsep Trisakti. Bahkan, Rizal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meninggalkan Jokowi pada Pilpres 2019.

Rizal Ramli: Joko Widodo Belum Bisa Jawab Soal Revisi UU ITE, Prabowo Komit untuk Revisi

KONFRONTASI- Sebagai negara demokratis, keberadaan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) saat ini justru menurunkan nilai demokrasi di Indonesia.

Asumsi itu terbukti dari Indeks demokrasi Indonesia berdasarkan BPS turun dari nomor 49 tahun 2014, dan sekarang ini 2018 menjadi ke-65.

Hal itu disampaikan oleh ekonom senior  sekaligus tokoh nasional Rizal Ramli saat ditemui Tribun Jabar di Jalan Sumatera No 31 Kota Bandung, Selasa (12/3/2019).

Masyarakat: Hoaks di Januari Banyak Serang Prabowo Ketimbang Jokowi

KONFRONTASI- Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) merilis penelitiannya seputar peredaran hoaks di media sosial selama Januari 2019. Hasilnya hoaks tentang politik dominan. Dan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang paling banyak menjadi sasaran.

Ketua Komite Penelitian dan Pengembangan Mafindo, Santi Indra Astuti, mengatakan berdasarkan temuan lembaganya sebanyak 21 hoaks menyerang Prabowo dan 19 menyasar lawannya, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi.

Akankah Joko Widodo Kalah? Jokowi Sudah Gagal dan Kehilangan Pamor

Pilpres 2019. Rizal Ramli: Swing voter mayoritas civil society akan menentukan siapa yang pemenang,

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom Rizal Ramli menilai kedua calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) belum menawarkan solusi konkret terkait permasalahan nasional. Hal tersebut membuat masyarakat madani bingung untuk menentukan pilihannya di pemilu presiden (pilpres) 2019. Namun Prabowo sekarang sudah deket dengan Jokowi, kurang dari satu digit. Yang menentukan swing voter, dan swing voter mayoritas civil society. Kalau mereka menentukan sikap, mereka lah yang menentukan siapa yang pemenang,

Ketua BKPM Tom Lembong Kaget Jokowi Marah hingga Sebut Bodoh

KONFRONTASI- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku kaget saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menumpahkan kekesa

Rizal Ramli: Mediokrasi Membawa Stagnasi. Kita Dorong Meritokrasi

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan, Indonesia terlalu besar dan terlalu berharga kalau diserahkan oleh para aktor mediokrasi untuk mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara.

‘’Kita semua, termasuk saya, sering terlalu toleran terhadap mediokrasi. Karena ewuh pakewuh. Tapi Indonesia terlalu besar, no 4 terbanyak penduduk-nya, wilayah sangat luas. Mediokrasi membawa stagnasi dan kemunduran dalam banyak hal. Sudah waktunya kita dorong meritokrasi,’’ tegas RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur..

Pages