24 February 2020

Jiwasraya

Curhat Benny Tjokro soal Penegakan Hukum yang Tebang Pilih: Jangan demi Gengsi, Pimpinan BPK dan Kejagung Korbankan Pihak Lain

KONFRONTASI - Direktur Utama PT Hanson International (MYRX) Tbk Benny Tjokrosaputro kembali buka suara. Benny Tjokro keberatan dengan kerja-kerja Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dalam mengungkap kasus Jiwasraya. Ia merasa dirinya dikorbankan dalam kasus ini tanpa menimbang keterlibatan pihak lain.

Penegakan Hukum Masih Tebang Pilih, PB HMI Desak Kejagung Tangkap Emiten Besar Perampok Uang Jiwasraya

KONFRONTASI - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai penegakan hukum terkait skandal korupsi Jiwasraya terkesan tebang pilih. Pasalnya, masih banyak Emiten-emiten besar atau Manager Investasi yang kini belum tersentuh hukum. 

Ketua Komisi Pemuda dan Kemahasiswaan PB HMI, Abubakar mengatakan kasus tersebut diduga melibatkan banyak mafia dan merampok uang negara secara berjamaah.

ARUN: Skandal Jiwasraya Harus Diungkap Biang Keladinya

KONFRONTASI-Mega skandal Jiwasraya terus diusut Kejaksaan Agung (Kejagung). Diberitakan Kejagung telah mendalami peran Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dalam pemeriksaan pada Senin (10/2/2020) hari ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menuturkan, ini merupakan pemeriksaan pertama sebagai tersangka bagi Benny Tjokro.

Diminta ganti rugi dana nasabah Jiwasraya, OJK: Kami bukan debt collector nasabah

KONFRONTASI -   Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak bisa mengganti uang nasabah yang tertipu atas kasus Jiwasraya dan EMCO Asset Management. Hal itu karena kewenangan OJK tidak sampai untuk mengganti uang nasabah tersebut bukan karena lepas tangan akan kasus-kasus itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen mengatakan bahwa saat ini tidak dimungkinkan bagi OJK untuk mengganti uang nasabah yang merasa tertipu oleh perusahaan efek. "OJK tidak bisa jadi debt collector nasabah," katanya tegas, Sabtu (15/2).

Skandal Jiwasraya.. Sepi Di Media dan Media Sosial

KONFRONTASI- Kesimpulan tersebut diperoleh oleh aplikasi Big Data Evello setelah melakukan penilaian terhadap isu Jiwasraya pada periode 1-15 Februari 2020. Dibandingkan isu lainnya, seperti banjir dan virus corona, kasus jiwasraya diberitakan hanya 1.656 kali di media daring. Sementara, berita banjir telah dimuat 4.599 dan virus corona mendapat perhatian penuh publik dengan pemberitaan sebanyak 21.782 pemberitaan.

Konspirasi di Balik Investasi Saham Gorengan Jiwasraya

KONFRONTASI -   Anggota Komisi XI Misbakhun dari fraksi Partai Golkar menduga ada konspirasi atau persekongkolan dalam kasus investasi saham gorengan dan reksa dana yang dilakukan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Hal itu ia yakini ketika Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Uriep Budhi Prasetyo mengungkapkan bahwa produk investasi reksa dana yang ditawarkan oleh manajer investasi sebagian besar dibuat khusus untuk Jiwasraya.
 

Kejagung akan Periksa Bank Mayapada Terkait Skandal Jiwasraya, Iwan: Tangkap Dato Tahir!

KONFRONTASI-Penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya terus dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Terbaru, Kejagung akan memeriksa PT Bank Mayapada Internasional milik Dato Sri Tahir.

Rencana pemeriksaan itu dilakukan lantaran salah satu tersangka Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosapuro memiliki rekening Bank Mayapada.

BPK Sebut Krisis Jiwasraya merusak. Trader Saham Mulai Ketar-ketir

KONFRONTASI-- Kasus gagal bayar dan dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan kerugian investasi PT Asabri (Persero) benar-benar sedang jadi perhatian para pelaku industri keuangan. Banyak pihak khawatir kasus ini akan berdampak merusak karena nilai investasi kedua perusahaan tersebut relatif jumbo. Namun, kata para analis,  alasan pemerintah untuk lakukan bail out  bagi Jiwasraya jelas busuk, dan tidak bisa dibenarkan sebab alasan itu manipulatif dan mengada-ada. Tidak ada UU untuk bail out Jiwasraya, ungkap analis..

Tunggu Tanggal Mainnya, Bakal Ada Tersangka Baru Skandal Jiwasraya

KONFRONTASI-Kejaksaan Agung RI memastikan terus mengusut tuntas kasus gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya. Dalam waktu dekat, Kejagung bahkan menyebut akan ada tersangka baru.

Demikian disampaikan Pelaksana harian (Plh) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Ali Mukartono kepada wartawan seusai menggelar rapat tertutup bersama Panja Jiwasraya di Komisi III DPR RI, Kamis (13/2).

Siap-siap, Bakal Ada Tersangka Baru Skandal Jiwasraya

KONFRONTASI-Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan pihaknya akan kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Ada, ada," jawabnya, saat ditanya soal kemungkinan tersangka baru dalam kasus itu, ketika ditemui di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jakarta, Rabu (12/2).

Sejauh ini, kata dia, kejaksaan masih sedang mendalami tindak pidana yang dilakukan oleh masing-masing tersangka. Beberapa diantaranya pun sudah diduga turut melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kendati demikian, ia enggan menuturkan kapan kejaksaan akan merampungkan penetapan tersangka baru itu.

Terpisah, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan pihaknya kini sedang fokus dalam proses pemberkasan tersangka. Di saat yang sama, masih ada pemeriksaan beragam transaksi terkait kasus itu. 

"Ini kan tetap penyelesaian pemberkasan yang kita tahan enam orang, dengan target dua bulan. Namun transaksi banyak terkait teman-teman auditor," kata Febrie menjawab pertanyaan awak media soal target pemeriksaan itu di Kejaksaan Agung, Selasa (12/2).

Nantinya, pelimpahan berkas kasus tersebut akan bersamaan dengan perampungan pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"BPK (juga) sedang lakukan perhitungan kerugian keuangan negara," ujar dia

Pages