19 October 2018

jerman

Pemerintah Jerman Hentikan Deportasi Etnis Uigur ke Cina Karena Resiko Penindasan

KONFRONTASI - Etnis Uigur dan warga minoritas lain yang beragama Islam tidak boleh dideportasi lagi ke Cina. Demikian kebijakan baru yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Jerman.

Kebijakan baru itu tertera dalam keterangan Kementerian Dalam Negeri ketika menjawab pertanyaan anggota parlemen dari Partai Hijau Margerete Brause, sebagaimana diberitakan harian "Süddeutsche Zeitung".

Jerman Desak Warga Dunia Cegah Tragedi Kemanusiaan di Idlib, Suriah

KONFRONTASI-Jerman telah mendesak masyarakat internasional agar bertindak guna mencegah bencana kemanusiaan di Provinsi Idlib, Suriah, di tengah laporan mengenai potensi serangan militer oleh pasukan pemerintah.

"Kami akan melakukan apa saja untuk mencegah bencana kemanusiaan di Idlib," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam taklimat di Berlin pada Senin (3/9).

"Ini akan menjadi salah satu topik selama kunjungan saya ke Turki pada Rabu dan Kamis," ia menambahkan, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Pemimpin Sayap Kiri Jerman Kritik Kebijakan Agresif AS

KONFRONTASI-Kecaman keras dilayangkan pemimpin partai sayap kiri Jerman, Sahra Wagenknecht, terhadap kebijakan agresif pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah pimpinan Donald Trump untuk mengejar kepentingannya di seluruh dunia.

Menurut Wagenknecht, dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Frankfurter Allgemeine, kepentingan Washington tidak sejalan dengan Uni Eropa (UE) dalam hal penyelesaian masalah yang paling penting, termasuk masalah ekonomi.

Tak Ada Bukti Rusia Racuni Skripal

KONFRONTASI-Empat bulan setelah serangan racun saraf mantan perwira intelijen Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya di Salisbury, Inggris, penyelidik masih meraba-raba dalam kegelapan tanpa ada petunjuk yang pasti.

Apa Sebabnya Gol Pertama Korea Selatan ke Gawang Jerman Tak Dianggap Offside?

KONFRONTASI  -  Timnas Jerman punya kans untuk lolos ke babak 16 Besar asal menang atas Korea Selatan di laga pamungkas Grup F Piala Dunia 2018.

Akan tetapi para pemain Jerman tak mampu membongkar pertahanan Korea Selatan dan harus mengakhiri babak pertama dengan skor kacamata.

Kedua tim saling menyerang meski Jerman lebih unggul dalam penguasaan bola.

Jelang pertandingan berakhir, Korea Selatan mencuri gol melalui Kim Young-gwon pada menit ke-90+2.

Tragis Nasib Joachim Low, Juara bertahan Jerman Disingkirkan Korea Selatan 0 - 2 di Piala Dunia, Moskow

KONFRONTASI -  Juara bertahan Jerman tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah 0-2 secara mengejutkan dari Korea Selatan (Korsel) pada Rabu, berkat dua gol pada fase akhir pertandingan.

Pemain Korsel Kim Young Gwon mencetak gol pada masa tambahan waktu menyusul tinjauan ulang video (VAR), dan Son Heung Min menambahi gol lain sebelum peluit panjang berbunyi.

Ini 5 Fakta Sejarah di Balik Laga Korea Selatan vs Jerman

KONFRONTASI -  GOL menit kahir kembali tercipta di laga Korea Selatan vs Jerman di Stadion Kazan Arena, Rabu 27 Juni 2018 malam. Namun alih-alih menyelamatkan tim Panser seperti sebelumnya, kali ini dua gol yang dicetak oleh Kim Young-gwon menit ke-90 (+2) dan Son Heung-min menit ke-90 (+6) itu memaksa tim asuhan Joachim Löw untuk angkat koper dari Rusia.

Terjadi Keributan Usai Laga Jerman Kontra Swedia

Dampak Kekalahan Jerman bagi Para Pendukungnya

KONFRONTASI-Kekalahan Jerman dari Meksiko 1-0 berdampak bagi seluruh pendukungnya baik yang datang ke Stadion Luzhniki, Kota Moskow tempat berlangsungnya laga tersebut, maupun di luar bahkan di negara lain yang terpantau melalui media sosial.

Usai laga yang awalnya banyak orang menjagokan Jerman sebagai juara dunia itu, seluruh pendukung Jerman baik warga Jerman maupun warga negara lain seperti Indonesia, Jepang dan China terlihat lesu ketika keluar dari stadion itu.

Mey Ling, warga China yang datang dengan tiga rekan perempuan lainnya dari negeri panda itu mengaku sempat menangis ketika peluit panjang ditiupkan wasit yang memimpin pertandingan Alireza Faghani asal Iran dibantu dua rekan senegaranya yakni Reza Sokhandan dan Mohamadreza Mansouri.

Pendukung asal Indonesia Tanuhardi pun merasakan kekecewaannya karena harapan ingin melihat tim Panzer menang namun yang ditemui kebalikannya, jauh dari perkiraan banyak orang.

Ia mengakui permainan Meksiko bagus dengan serangan baliknya serta kepiawaian Javier Hernandez atau Chicarito yang mampu membuat gerakan tanpa bola sehingga membongkar pertahanan lawan, tetapi masih ada celah untuk bisa mengatasi dengan permainan khas Jerman.

Beberapa kali, lanjutnya, peluang dari anak-anak asuhan Joachim Loew kandas baik di lini pertahanan, tendangan tak terarah hingga beberapa kali diselamatkan oleh penjaga gawang Meksiko.

Mahasiswa asal Indonesia di Rusia yang juga pendukung Jerman, Teja Tjakradiningrat tak beda dengan pendukung lainnya. Kekecewaan itu tak bisa dihindarkan. Apalagi guna menyaksikan dan mendukung tim Jerman ia harus rela menyisihkan uang bulanan guna membeli atribut seperti syal tim Panzer itu.

Teja pun mengaku kesal beberapa kali upaya serangan Jerman kandas di tangan penjaga gawang. Ia menilai penjaga gawang Meksiko Guillermo Ochoa tampil pada peformanya dan dinilainya sebagai pemain terbaik pada laga itu.

Sementara para pendukung asal Jerman yang awal laga hingga gawang Manuel Neuer belum kebobolan dari aksi Hirving Lozano, yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pendukung Meksiko, masih berteriak sambil mengibarkan bendera negaranya, selanjutnya terdiam.

Sepanjang jalan dari pintu ke luar stadion Luzhniki hingga ke stasiun kereta (metro) tidak banyak gerakan ataupun aktivitas dilakukan mereka. Hanya sesekali berfoto dengan latar stadion tersebut.

Namun, terkadang saat berfoto itu ada saja tingkah usil dari pendukung Meksiko yang langsung masuk dalam kelompok jangkauan yang akan diabadikan, dan langsung mengajak salaman sambil berpelukan.

Di dalam kereta pun mereka lebih banyak terdiam. Sepasang suami-istri yang datang khusus dari Jerman untuk memberikan dukungan, bahkan pipi sang istri dibubuhi gambar bendera negaranya, serta mereka pun membawa bendera, hanya mengatakan kecewa, sambil mengangkat kedua pundaknya.

Mereka pun tak menjawab ketika beberapa orang Argentina yang juga menyaksikan laga itu, berdiri di depannya, bertanya apa penyebab kekalahan tim besutan Joachim Loew itu. Tetap dengan gelengan kepala dan mengangkat pundaknya.

Obrolan kekalahan Jerman dari Meksiko terus berlangsung hingga di dalam rumah makan siap saji. Di situ kumpul beberapa orang yang baru menyaksikan pertandingan. Dengan bahasa Rusia--menurut mahasiswa Indonesia di Rusia yang paham dialek tersebut, mereka pun kecewa dan tak mengira.

Kekecewaan pun diungkapkan mereka yang tidak menonton langsung di Stadion Luzhniki. Terpantau melalui media sosial beberapa pendukung Jerman mengungkapkannya. Sahabat dari Lampung bahkan menulis hari ini tidak ingin melakukan apa-apa lantaran Jerman kalah.

Begitu pun rekan dari Gorontalo, yang memang pendukung fanatik tim Panzer sejak dulu, bahkan dia mengerti setiap pemain dari tahun ke tahun, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Postingnya di media sosial atas kekecewaannya itu mendapat tanggapan beragam. Bagi yang pendukungnya sama, mendapat komentar menyejukkan. Sebaliknya bagi yang tak suka tim Jerman menjadi ajang "pembantaian" melalui kata-kata.

Bila Terjadi Hal Menyulitkan, Jerman Paling Jago Adu Penalti Dan Enam Hal Yang Perlu Anda Ketahui

KONFRONTASI -  Apakah para pemain Jerman memang paling jago dalam urusan tendangan penalti? Seberapa penting posisi tuan rumah untuk memenangi kejuaraan ini? Dan negara mana yang tak pernah absen sejak Piala Dunia digelar di Uruguay pada tahun 1930?

Piala Dunia 2018 di Rusia akan digelar mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2018 dan BBC akan menjelaskan tujuh hal penting kejuaraan bergengsi itu yang perlu Anda ketahui:

Pages