17 October 2019

Jepang

Badai Higibis Hantam Jepang, Lima Pelaut China Ikut Tewas

KONFRONTASI-Lima pelaut China tewas setelah kapal kargo berbendera Panama yang diawaki mereka tenggelam akibat diterjang badai Hagibis di Jepang pada Sabtu (12/10).

Peristiwa tersebut juga menyebabkan seorang anak buah kapal berkewarganegaraan China lainnya hilang dan seorang lagi berhasil diselamatkan.

Kedutaan Besar China di Tokyo terus berkomunikasi dengan Badan Keamanan Laut Jepang dan meminta agar pencarian korban hilang terus dilakukan, tulis media resmi China, Senin.

Cerita Naruto Tak Pernah Habis, Giliran Novelnya Rilis di Jepang!

Konfrontasi - Petualangan si ninja nakal Naruto tak pernah ada habisnya. Karakter Naruto dan Boruto terus terbit dalam berbagai bentuk adaptasi dan kali ini giliran versi novel.

Viz Media juga mengumumkan mengenai penerbitan novel 'Naruto: Naruto's Story - Family Day (Naruto Shinden: Oyako no Hi)' yang ditulis Mirei Miyamoto.

Jepang Kecam Peluncuran Rudal Korut

KONFRONTASI-Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengecam keras peluncuran misil balistik yang dilakukan oleh Korea Utara, Rabu, dan mengatakan langkah tersebut melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PM Abe mengatakan Pyongyang telah meluncurkan dua peluru kendali balistik.

Peluncuran itu terjadi sehari setelah Korea Utara mengumumkan akan mengadakan pembicaraan tingkat kerja dengan Amerika Serikat pada akhir pekan.

Warga Korsel Boikot Mobil Jepang

KONFRONTASI-Boikot konsumen terhadap kendaraan Jepang menyusul memburuknya hubungan diplomatik kedua negara ternyata benar-benar terjadi. Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan mobil buatan Jepang menurun tajam di Korea Selatan sepanjang Agustus 2019.

Penjualan Toyota Motor Corp dan produsen mobil Jepang lainnya menukik sebesar 57 persen menjadi sebanyak 1.398 kendaraan sepanjang Agustus, sangat jauh dibanding penurunan sebesar 17 persen pada Juli lalu.

Kedubes Korsel di Jepang Dikirimi Surat Ancaman

KONFRONTASI-Sebuah surat bernada ancaman pemburuan warga Korea dan berisi sebuah benda seperti peluru dilayangkan ke Kedutaan Besar Korea Selatan di Jepang di tengah hubungan memburuk antartetangga Asia tersebut, demikian dilaporkan media Jepang, Selasa.

Hubungan antara kedua negara dibayangi dengan kenangan penjajahan Jepang pada 1910-1945 di Semenanjung Korea.

Baru baru ini, perselisihan soal pekerja paksa Korea merembet ke aspek perdagangan dan keamanan saat Korea Selatan membatalkan perjanjian pertukaran intelijen pada Agustus.

Protes Pembatasan Perdagangan, Korsel Panggil Dubes Jepang

KONFRONTASI-Korea Selatan memanggil duta besar Jepang untuk memprotes keputusan Jepang  menghapus status ekspor jalur cepat Seoul, yang mulai berlaku pada Rabu di tengah perselisihan politik dan ekonomi yang semakin dalam.
Jepang mencoret Korea Selatan dari apa yang disebut "daftar putih" mitra dagang favorit bulan ini. Pencoretan dari daftar itu bisa berarti lebih banyak dokumen dan pemeriksaan di tempat bagi beberapa pengekspor Jepang serta berpotensi memperlambat pasokan berbagai barang.

22,8 Ribu Ton Produk Sawit Sumbar Diekspor ke Cina dan Jepang

Konfrontasi - Sebanyak 22,8 ribu ton produk sawit dan turunannya asal Sumatera Barat menjadi produk ekspor ke Cina dan Jepang.

"Komoditas yang diekspor berupa minyak sawit RBD sebanyak 4 ribu ton dan CPO sebanyak 7,8 ribu ton dengan tujuan Cina, serta produk sampingan berupa cangkang sebanyak 11 ribu ton ke Jepang," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil di Padang, Sabtu 24 Agustus 2019.

Kemesraan Jepang-Korsel Terhalang Dosa Masa Lalu

KONFRONTASI-Dosa-dosa Jepang pada masa Perang Dunia II masih menghantui Negeri Sakura itu sampai sekarang. Isu tersebut terus menghalangi Jepang menjalin hubungan lebih mesra dengan tetangga terdekatnya, Korea Selatan.

Terbaru, Korsel mengakhiri kerja sama intelijen dengan Jepang karena urusan kompensasi bagi korban kerja paksa Perang Dunia II.

Tahun lalu Mahkamah Agung Korea Selatan memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberi ganti rugi kepada warga Korsel mengalami kerja paksa.

Edamame Jawa Timur Terus Menarik Minat Konsumen Luar Negeri

Konfrontasi - Kementerian Pertanian terus menggiatkan ekspor produk pertanian Indonesia menuju pasar dunia. Berbagai komoditas unggulan didorong menuju negara peminat. Sebagai contoh kali ini ekspor edamame sebanyak 115 ton tujuan Jepang. Tidak hanya edamame, namun okra dan buncis turut dalam pengiriman ini.

Rizal Ramli: "Bonus Demografi Hanya Mimpi Jika Ekonomi Tumbuh 5 Persen"

KONFRONTASI- "Bonus demografi hanya mimpi jika ekonomi tumbuh 5 Persen, Kita harus memacu produktivitas dan inovasi, melakukan terobosan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7-8 persen, "  kata tokoh nasional Rizal Ramli dalam dialog di TV Berita Satu (9/8).

Pages