22 August 2019

jaksa

KPK OTT Jaksa di Kajati?

KONFRONTASI -  Belum didapat informasi resmi dari KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kejati Jakarta, Jumat (28/6/2019). Kabar beredar itu sendiri menyebut yang kena OTT adalah salah satu jaksa yang memiliki posisi di Kejati.

Pantauan media di sekitar Kajati menyebut, terlihat tim KPK berada di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Beberapa saat kemudian ada seorang yang dibawa ke dalam mobil.

OTT Jaksa, KPK Amankan 21 Ribu Dolar Singapura

Konfrontasi - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif membenarkan, KPK telah mengamankan dua Jaksa Kejati dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (28/6/2019). Proses penindakan sudah berlangsung sejak siang.

"Kami konfirmasi, benar KPK telah melakukan serangkaian kegiatan penindakan di Jakarta sejak siang sampai malam ini," kata Syarif dalam pesan singkatnya.

Oknum Jaksa Kejari Lampung Ditangkap Konsumsi Sabu

Konfrontasi - Seorang oknum jaksa ditangkap polisi karena diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Jaksa berinisial RA itu berdinas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur, Lampung.

Informasi yang dihimpun, RA bertugas di bagian Perdata dan Tata Usaha (Datun).

Jaksa RA diringkus saat sedang memakai sabu di sebuah rumah yang terletak di daerah Way Halim, Bandarlampung pada Kamis (20/6).

Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan satu plastik klip sisa pakai.

KPK Seleksi 28 Penyidik-Jaksa dari Polri dan Kejaksaan

Konfrontasi - KPK sedang melakukan seleksi terhadap penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU). Penyidik dan penuntut umum yang diseleksi itu berasal dari Kejaksaan dan Polri.

"KPK juga sedang melakukan proses seleksi untuk penyidik dan penuntut umum untuk mengisi posisi Pegawai Negeri yang Dipekerjakan (PNYD) di KPK. Mereka berasal dari Kejaksaan dan Polri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

Lagi Tengah Asyik Nikmati Mie Aceh, Jaksa Tangkap Buronan Terpidana Penipuan

KONFRONTASI  -      Istilah tak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan nampaknya benar adanya. Contohnya, kali ini jajaran Intelijen Kejaksaan Agung berhasil membekuk seorang buronan di warung Mie Aceh. 

Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh berhasil mengamankan Zulkarnain bin Yusuf. 

Jaksa Selidiki Alasan Aksi Penembakan di Utrecht, 3 Tewas

KONFRONTASI -  Jaksa Belanda pada Selasa (19/3) mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan alasan teroris dalam penembakan di satu trem di kota Utrecht, yang menyebabkan tiga orang terbunuh dan lima terluka.

Kajati Jakarta Barat Bekuk Terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Lahan PJKA

KONFRONTASI -  Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menangkap terpidana kasus korupsi pengadaan lahan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yaitu Anis Alwainy.

Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengatakan terpidana Anis ditangkap pada hari ini, Jumat (8/2) saat berada di rumahnya daerah Kemanggisan, Jakarta.

Aneh, Kok Jaksa Malah Melindungi Koruptor?

KONFRONTASI -  Bukan memberantas korupsi, Jaksa malah diduga sering melindungi koruptor di daerah-daerah. Para pelaku tindak pidana korupsi yang terdiri dari kepala daerah, seperti Bupati, Walikota, Gubernur dan jajaran pejabat di daerah dan pemerintah pusat sering tidak diusut oleh kejaksaan.

Woh, Jaksa Kasasi Kasus Kuli yang Dibui 158 Hari Tanpa Kesalahan?

KONFRONTASI - Jaksa mengajukan kasasi di kasus kuli bangunan yang dibui 158 hari tanpa kesalahan, Eli Sundari (22). Langkah hukum itu membuat pihak Eli mempertanyakan hati nurani kejaksaan.

"Kami baru mendapat kabar dari Bapak Sardi (ayah Eli), beliau menerima surat dari pengadilan yang isinya menerangkan kasasi dari jaksa terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung," kata kuasa Eli dari LBH Jatramada, Lebak, Jimi Siregar kepada detikcom, Senin (21/8/2017).

GNPF: Jaksa Jangan Sampai Bubarkan MUI

KONFRONTASI - Kapitera Ampera selaku tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menganggap tuntutan jaksa terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama seakan ingin membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tuntutan satu tahun penjara dengan pidana dua tahun percobaan, menurut dia, mencoreng organisasi yang mewadahi umat Islam tersebut.

Kapitera menerangkan, pada awalnya pihaknya mengharap jaksa menuntut vonis maksimal terhadap Ahok.

Namun, di luar dugaan, justru JPU mengatakan bahwa Ahok tidak menista agama.

Pages