25 January 2020

Israel

Serangan Gas Air Mata Israel Bikin Puluhan Guru dan Murid Sesak Nafas

KONFRONTASI-Puluhan murid dan beberapa guru Palestina pada Selasa pagi sesak nafas akibat menghirup gas air mata di dekat satu sekolah di Kota Al-Khalil (Hebron), bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan.

Koresponden Kantor Berita Palestina, WAFA, mengatakan tentara Yahudi dikerahkan ke sekitar Sekolah Dasar Al-Khalil di bagian selatan Kota Al-Khalil dan dengan gencat menembakkan gas air mata ke dalam kompleks sekolah. Akibatnya ialah puluhan murid dan beberapa guru menderita sesak nafas karena menghirup terlalu banyak gas air mata.

Malaysia Kutuk Kekerasan Israel di Gaza

KONFRONTASI-Kementerian Luar Negeri Malaysia mengutuk keras penggunaan peluru karet dan gas air mata Israel terhadap para pengunjuk rasa selama ulang tahun pertama demonstrasi "Great March of Return", yang berlangsung di Gaza Palestina 30 Maret 2019.

Pernyataan sikap Malaysia tersebut disampaikan kepada media di Kuala Lumpur, Senin.

Setidaknya empat warga sipil Palestina yang tidak bersalah tewas dan lebih dari 300 lainnya dilaporkan terluka.

Malaysia Ikut Kutuk Pernyataan Trump Terkait Dataran Golan

KONFRONTASI-Pemerintah Malaysia mengutuk keputusan  Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

"Dataran Tinggi Golan adalah bagian tak terpisahkan dari Suriah dan akan selalu demikian," demikian pernyataan Kemenlu Malaysia, Rabu.

Malaysia merasa tidak dapat menerima bahwa Amerika Serikat akan mengakui pendudukan paksa dan ilegal atas tanah milik negara berdaulat.

Rakyat Suriah Kecam Pernyataan Trump Terkait Dataran Golan

KONFRONTASI-Rakyat Suriah pada Rabu melanjutkan protes terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel.

Rakyat di Kota Hasaka berkumpul di pusat kota tersebut untuk mengutuk pengumuman Trump, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA.. Mereka menyatakan pengumuman Trump tersebut tidak mengubah fakta sejarah dan Dataran Tinggi Golan akan tetap menjadi bagian dari wilayah Suriah.

Biadab: Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Wilayah Hamas di Gaza

KONFRONTASI -   Militer Israel melakukan serangan udara ke wilayah Hamas di Gaza sebagai aksi balasan pasca- roket yang ditembakkan ke ibu kota Tel Aviv. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim, serangan itu menghantam kantor pimpinan Hamas dan markas intelijen, seperti diberitakan BBC Senin (25/3/2019).

Mahasiswa dan Tentara Israel Bentrok di Perbatasan Ramallah

KONFRONTASI-Beberapa puluh mahasiswa Birzeit University pada Rabu (20/3) berdemonstrasi di perbatasan Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, di dekat pos pemeriksaan Israel untuk memprotes pembunuhan tiga pemuda Palestina di dekat Ramallah dan Balus pada malam sebelumnya.

Tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru logam yang berlapis karet ke arah mahasiswa dan melukai tiga mahasiswa dengan peluru karet sementara mahasiswa lain menderita sesak nafas karena menghirup gas air mata.

Pemukim Yahudi Bersenjata Serang Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

KONFRONTASI-Beberapa pemukim Yahudi yang bersenjata pada Ahad (17/3) menyerang beberapa rumah orang Palestina di Desa Twani di bagian selatan Tepi Barat Sungai --yang diduduki, kata seorang pegiat setempat Rateb Al-Jabbour.

Ia mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, Senin, dari permukiman Maon menyerang rumah orang Palestina yang berada di dekatnya dengan menggunakan batu dan mencfaci-maki penghuni rumah tersebut.

Ia mengatakan tentara Israel yang berada di daerah itu tidak berbuat apa-apa.

Ratusan Pemukim Yahudi Terobos Kompleks Masjid Al-Aqsha, Ketegangan Meningkat

KONFRONTASI-Sebanyak 150 pemukim Yahudi pada Kamis masuk secara paksa ke dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang sering menjadi tempat bentrokan di Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki Israel, kata seorang pejabat Palestina.

Kejam, Tentara Israel Pukuli Tahanan Palestina yang Diborgol

KONFRONTASI- Sebuah pengadilan Israel membuka rekaman mengerikan saat tentara-tentara ultra ortodoks Israel, IDF, memukuli seorang ayah Palestina yang diborgol dan putranya yang masih remaja sambil tertawa. Mereka ditangkap dalam sebuah penggerebekan. Video itu adalah bukti dalam persidangan pelecehan tahanan.

Sebuah pengadilan di Jaffa mencabut perintah pembungkaman terhadap video pada hari Selasa setelah permintaan dari media Israel. Rekaman itu menunjukkan tentara ultra ortodoks dari Batalyon Netzah Yehuda 97 IDF menganiayan dua tahanan Palestina yang diborgol dan ditutup matanya di dalam kendaraan militer.

"Kami sedang berpesta," ujar para prajurit sambil tertawa ketika mereka berulang kali memukul kepala para tahanan, menuntut agar mereka "menyapa" ke kamera. Salah satu pria yang terikat terluka sangat parah sehingga penyidik tidak bisa menanyai dia segera setelah itu seperti dikutip dari RT, Kamis (14/3/2019).

Setelah mendengar pembelaan, kelima tentara IDF itu dinyatakan bersalah atas pelecehan dan dijatuhi hukuman penjara antara dua dan enam setengah bulan penjara. Mereka semua diturunkan pangkat dan menjalani masa percobaan.

Sementara itu komandan para tentara itu menghadapi tuduhan gagal mencegah penganiayaan tahanan oleh bawahannya.

Kasus mengejutkan itu mendapat banyak perhatian di Israel. Presenter TV Oshrat Kotler mengatakan bahwa tentara muda IDF menjadi "manusia binatang" setelah mereka kembali dari Tepi Barat.

"Itulah hasil pendudukan tanah Palestina," katanya.

Komentar jurnalis itu disambut dengan serangan balik dan dukungan.

UN: Possible Israel crimes against humanity in Gaza

KONFRONTASI-There is evidence that Israel committed crimes against humanity in responding to 2018 protests in Gaza, as snipers targeted people clearly identifiable as children, health workers and journalists, according to a United Nations report.

Pages