22 September 2019

Israel

Israel's Netanyahu says plans to annex settlements in West Bank if reelected

KONFRONTASI-Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu said on Saturday that he would annex Israeli settlements in the occupied West Bank if he wins another term in office, a last-minute pre-election promise likely to enrage Palestinians and the Arab world.

In an interview with Israeli Channel 12 News three days ahead of the April 9 poll, Netanyahu was asked why he had not extended sovereignty to large West Bank settlements, as Israel did without international recognition in east Jerusalem and the Golan Heights, both captured in the 1967 Middle East war.

“Who says that we won’t do it? We are on the way and we are discussing it,” Netanyahu said.

“You are asking whether we are moving on to the next stage - the answer is yes, we will move to the next stage. I am going to extend (Israeli) sovereignty and I don’t distinguish between settlement blocs and the isolated settlements.”

The veteran right-wing Israeli leader, who has dominated Israeli politics for a generation, is fighting for his political survival against former top general Benny Gantz, a political novice campaigning on a centrist platform.

Netanyahu has cast Gantz as a weak leftist who would endanger Israel’s security by giving territorial concessions to the Palestinians.

But Netanyahu, who has fought the election campaign under the shadow of corruption allegations, is also competing for votes with far-right parties who advocate annexation. His comments are likely to appeal to hardline voters, who oppose ceding lands.

Palestinian leaders immediately reacted with anger.

Saeb Erekat, the chief Palestinian negotiator and a close aide to Palestinian President Mahmoud Abbas, said: “Israel will continue to brazenly violate international law for as long as the international community will continue to reward Israel with impunity, particularly with the Trump Administration’s support and endorsement of Israel’s violation of the national and human rights of the people of Palestine.”

In Gaza, Hamas official Sami Abu Zuhri urged Abbas’s western-backed Palestinian Authority to halt its security cooperation with Israel in the occupied West Bank.

“Netanyahu’s dreams of annexing the West Bank will never be achieved and we will not allow that to happen,” he said.

“It is time for (the PA) to stop security coordination with the occupation, and to get united in the face of the challenges.”

KPK Janji Bongkar Pejabat PUPR yang Terima Duit Israel di Sidang

Konfrontasi - Dalam pusaran kasus suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR, KPK menyita total sekitar Rp 46 miliar dalam pecahan 14 mata uang termasuk dari Israel. Uang-uang itu disita dalam proses penyidikan, termasuk ada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR yang mengembalikan langsung ke KPK.

Serangan Gas Air Mata Israel Bikin Puluhan Guru dan Murid Sesak Nafas

KONFRONTASI-Puluhan murid dan beberapa guru Palestina pada Selasa pagi sesak nafas akibat menghirup gas air mata di dekat satu sekolah di Kota Al-Khalil (Hebron), bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan.

Koresponden Kantor Berita Palestina, WAFA, mengatakan tentara Yahudi dikerahkan ke sekitar Sekolah Dasar Al-Khalil di bagian selatan Kota Al-Khalil dan dengan gencat menembakkan gas air mata ke dalam kompleks sekolah. Akibatnya ialah puluhan murid dan beberapa guru menderita sesak nafas karena menghirup terlalu banyak gas air mata.

Malaysia Kutuk Kekerasan Israel di Gaza

KONFRONTASI-Kementerian Luar Negeri Malaysia mengutuk keras penggunaan peluru karet dan gas air mata Israel terhadap para pengunjuk rasa selama ulang tahun pertama demonstrasi "Great March of Return", yang berlangsung di Gaza Palestina 30 Maret 2019.

Pernyataan sikap Malaysia tersebut disampaikan kepada media di Kuala Lumpur, Senin.

Setidaknya empat warga sipil Palestina yang tidak bersalah tewas dan lebih dari 300 lainnya dilaporkan terluka.

Malaysia Ikut Kutuk Pernyataan Trump Terkait Dataran Golan

KONFRONTASI-Pemerintah Malaysia mengutuk keputusan  Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

"Dataran Tinggi Golan adalah bagian tak terpisahkan dari Suriah dan akan selalu demikian," demikian pernyataan Kemenlu Malaysia, Rabu.

Malaysia merasa tidak dapat menerima bahwa Amerika Serikat akan mengakui pendudukan paksa dan ilegal atas tanah milik negara berdaulat.

Rakyat Suriah Kecam Pernyataan Trump Terkait Dataran Golan

KONFRONTASI-Rakyat Suriah pada Rabu melanjutkan protes terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel.

Rakyat di Kota Hasaka berkumpul di pusat kota tersebut untuk mengutuk pengumuman Trump, demikian laporan Kantor Berita Suriah, SANA.. Mereka menyatakan pengumuman Trump tersebut tidak mengubah fakta sejarah dan Dataran Tinggi Golan akan tetap menjadi bagian dari wilayah Suriah.

Biadab: Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Wilayah Hamas di Gaza

KONFRONTASI -   Militer Israel melakukan serangan udara ke wilayah Hamas di Gaza sebagai aksi balasan pasca- roket yang ditembakkan ke ibu kota Tel Aviv. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim, serangan itu menghantam kantor pimpinan Hamas dan markas intelijen, seperti diberitakan BBC Senin (25/3/2019).

Mahasiswa dan Tentara Israel Bentrok di Perbatasan Ramallah

KONFRONTASI-Beberapa puluh mahasiswa Birzeit University pada Rabu (20/3) berdemonstrasi di perbatasan Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, di dekat pos pemeriksaan Israel untuk memprotes pembunuhan tiga pemuda Palestina di dekat Ramallah dan Balus pada malam sebelumnya.

Tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru logam yang berlapis karet ke arah mahasiswa dan melukai tiga mahasiswa dengan peluru karet sementara mahasiswa lain menderita sesak nafas karena menghirup gas air mata.

Pemukim Yahudi Bersenjata Serang Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

KONFRONTASI-Beberapa pemukim Yahudi yang bersenjata pada Ahad (17/3) menyerang beberapa rumah orang Palestina di Desa Twani di bagian selatan Tepi Barat Sungai --yang diduduki, kata seorang pegiat setempat Rateb Al-Jabbour.

Ia mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, Senin, dari permukiman Maon menyerang rumah orang Palestina yang berada di dekatnya dengan menggunakan batu dan mencfaci-maki penghuni rumah tersebut.

Ia mengatakan tentara Israel yang berada di daerah itu tidak berbuat apa-apa.

Ratusan Pemukim Yahudi Terobos Kompleks Masjid Al-Aqsha, Ketegangan Meningkat

KONFRONTASI-Sebanyak 150 pemukim Yahudi pada Kamis masuk secara paksa ke dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang sering menjadi tempat bentrokan di Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki Israel, kata seorang pejabat Palestina.

Pages