24 August 2019

ISIS

Danai Kelompok ISIS, Pria Asal AS Dijatuhi Hukuman 18 Tahun Penjara

Konfrontasi - Seorang pria warga negara Amerika Serikat dijatuhi hukuman penjara 18 tahun setelah ia mengaku bersekongkol mendanai ISIS serta menyerang seorang petugas penegak hukum federal.

Pria tersebut, Munther Omar Saleh (22 tahun), divonis oleh Hakim Distrik AS Margo Brodie di Brooklyn, ungkap John Marzulli, juru bicara kejaksaan federal.

“Bapak Saleh dengan tulus menyatakan sangat menyesal,” kata pengacara Saleh, Deborah Colson.

“Ia merasa lega masalah ini sudah usai dan dia siap untuk memperbaikinya.” Saleh, warga Kota New York yang tinggal di kecamatan Queens, pada Februari 2017 menyatakan bersalah.

Ia mengaku bahwa pada 2015 dirinya membantu seorang warga New Jersey bernama Nader Saadeh untuk melakukan perjalanan ke Jordania dan mengantarnya ke Bandar Udara John F. Kennedy. Saadeh ditangkap di bandara internasional New York itu.

Saadeh sendiri telah menyatakan bersalah atas tuduhan melakukan persekongkolan untuk membantu ISIS namun ia belum dijatuhi hukuman.

Menhan: Kalah di Timur Tengah, ISIS Menyebar ke Berbagai Belahan Dunia

KONFRONTASI-Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu menerangkan generasi ketiga terorisme setelah Al-Qaeda saat memberikan kuliah umum di School of International Studies S Rajaratnam, Singapura, Kamis.

Diduga Terlibat ISIS, WNI Ditangkap di Malaysia

KONFRONTASI-Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dan seorang warga negara Malaysia yang diduga terlibat dalam jaringan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) ditahan polisi Malaysia dalam operasi yang dijalankan mulai 23 Desember 2017 hingga 17 Januari 2018.

Kepala Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Irjen Pol Tan Mohamad Fuzi Harun di Kuala Lumpur, Senin, mengatakan kedua pelaku berumur 25 dan 23 tahun masing-masing bekerja sebagai buruh bangunan dan guru agama di sebuah sekolah agama swasta.

Iran Hukum Mati Perempuan Jerman Anggota ISIS

KONFRONTASI-Pengadilan di Irak menjatuhkan hukuman  gantung terhadap seorang perempuan Jerman asal Maroko setelah menyatakan dia terbukti bersalah menjadi anggota ISIS.

Dia dihukum mati karena menyediakan "bantuan logistik dan membantu kelompok teroris itu melakukan kejahatan-kejahatan," kata juru bicara pengadilan Abdel Settar Bayraqdar pada Minggu (21/1).

Militer Turki Mulai Serang Milisi Kurdi di Suriah

Konfrontasi - Milisi YPG Kurdi Suriah mengatakan sekitar 70 kali tembakan meriam dari pasukan Turki telah menghantam pedesaan Kurdi di wilayah Afrin, Suriah barat laut. Sementara Ankara mengaku bahwa serangan militer yang terancam adalah 'de facto' sedang berlangsung.

Polisi Thailand Tangkap Pemalsu Paspor untuk ISIS

Konfrontasi - Seorang pemalsu paspor asal Pakistan yang diduga telah menjual banyak hasil kejahatannya untuk kelompok militan Islamic State (ISIS) telah ditangkap di Thailand.

Mohammad Iqbal, 52, ditangkap pada 14 Januari di daerah pinggiran Bangkok. Ia ditangkap beserta sejumlah barang bukti paspor palsu berlogo negara Singapura dan India. 

Turut disita juga perangkat membuat visa palsu untuk negara tujuan Prancis, Italia dan Spanyol.

Pemimpin ISIS Ternyata agen Mossad Israel?

Sejumlah media asing, diantaranya Veterans Today, mengabarkan pemimpin ISIS Abu Bakar Al – Baghdadi adalah orang Yahudi tulen, yg paling mengejutkan adalah, disebutkan bahwa dia sejatinya adalah agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel).

Disebutkan bahwa nama asli Abu Bakar Al – Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi dan direkrut serta dilatih Mossad utk membuat kekacauan di kawasan Timur Tengah serta perang sesama masyarakat Arab dan muslim.

Perdana Menteri Irak Deklarasikan Kemenangan Melawan ISIS

Konfrontasi - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan karena telah mengusir kelompok militan Islam Irak dan Suriah (ISIS). Perang selama tiga tahun dilakukan untuk mengusir kelompok ektremis tersebut.

"Pasukan kita berada dalam kendali penuh atas perbatasan Irak-Suriah, dan oleh karena itu saya mengumumkan berakhirnya perang melawan Daesh (ISIS)," kata Abadi dalam sebuah konferensi di Baghdad, seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (10/12/2017).

PM Inggris: ISIS Belum Sepenuhnya Dikalahkan

KONFRONTASI-Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Sabtu (9/12) mengucapkan selamat kepada timpalannya dari Irak Haider Al-Abadi mengenai kemenangan atas ISIS, tapi memperingatkan kelompok fanatik tersebut "belum dikalahkan".

Petempur fanatik "masih menimbulkan ancaman buat Irak, termasuk dari perbatasan Suriah", kata May di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan di London, setelah Perdana Menteri Irak pada Sabtu pagi menyatakan berakhirnya perang melawan kelompok fanatik itu.

Irak: Perang Melawan ISIS Berakhir

JAKARTA- Irak mengumumkan negaranya kini telah terbebas dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS). Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, dalam konferensi pers di Baghdad, seperti diwartakan AFP Sabtu (9/12/2017), mengumumkan telah mengakhiri perang melawan ISIS yang telah berlangsung sejak 2014. Pengumuman itu disampaikan Abadi setelah militer pemerintah, yang dibantu Amerika Serikat dan paramiliter Syiah, berhasil mengamankan kawasan gurun. Kawasan tersebut diklaim merupakan kantong pertahanan terakhir ISIS dan dekat dengan perbatasan Suriah.

Pages