22 November 2019

ISIS

Suriah Rebut Wilayah Gurun dari ISIS

KONFRONTASI-Tentara Suriah telah merebut kembali lebih dari 4.500 kilometer persegi daerah gurun dari kelompok gerilyawan garis keras ISIS di beberapa empat di negeri tersebut dalam beberapa hari belakangan, kata militer Suriah, Rabu (20/6).

Banyak pertempuran berkecamuk di Suriah Timur, tempat militer merebut kembali 2.400 kilometer persegi daerah terjal di sebelah timur Kota Kuno Palmyra di Suriah Tengah di dekat perbatasan Suriah-Irak, kata militer --yang dikutip oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.

Rekan IN, Mahasiswi Tulungagung yang Gabung ISIS Blak-blakan : IN Bukan Sosok Rajin

KONFRONTASI -  IN (23), deportan Turki yang diduga gabung ISIS dipastikan pernah kuliah di IAIN Tulungagung jurusan Tadris Matematika.

IN adalah mahasiswa angkatan 2014, masuk di kelas F di jurusan ini.

Sosoknya paling mudah dikenali, karena mengenakan gamis tertutup dan kerudung lebar.

"Di kelas hanya dia sendiri yang memakai gamis dan kerudung lebar. Mukanya mudah dikenali," ucap seorang teman kuliahnya.

Dengan tampilannya yang begitu meyakinkan, teman-temannya sempat berpikir IN sosok yang disiplin dalam kuliah.

Waspada, ISIS Tak Hanya Dari Suriah, Tapi Juga Marawi

KONFRONTASI - Ancaman kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya datang para pengikutnya yang pernah bergabung di Suriah, tetapi juga dari Marawi, Filipina. Setelah hancur, banyak anggota ISIS yang menyeberang ke Indonesia. Pun begitu juga simpatisan ISIS di Indonesia yang ingin berperang ke Marawi karena daerah konflik selalu menjadi medan magnit bagi mereka untuk berjihad.

Ramalan Rasulullah Tentang Munculnya Kelompok Radikal yang Menebar Teror

KONFRONTASI - Gerakan ISIS semakin membabi buta. Mereka juga semakin gencar merekrut para pengikut. Mereka tak segan menculik orang-orang potensial, bahkan anak-anak untuk dijadikan kadernya.

 

Gerakan ISIS ini juga sudah masuk wilayah Malang Raya. Baru-baru ini ada 4 warga Malang yang diciduk Densus 88. Bahkan, menurut informasi ada sekitar 18 warga Malang yang sudah berada di Syiria, menjadi relawan ISIS,masyaallah.

AD Suriah Temukan Senjata Buatan Israel dan AS di Gudang Milik ISIS

KONFRONTASI  -  Militer Suriah dikabarkan menemukan sejumlah senjata milik NATO dan buatan Israel di gudang senjata ISIS, Kamis (5/4/2018). Persenjataan itu ditemukan di tengah operasi yang dilakukan AD Suriah untuk mengamankan wilayah yang baru saja "dibersihkan" dari ISIS di sisi timur dan barat daya negeri itu. AD Suriah menggelar operasi di desa Al-Salehiyeh, Al-Dowayer, Al-Kashmeh, dan Sabikhan di provinsi Deir ez-Zor.

Saat Ustaz Somad Bongkar Rahasia ISIS, Ternyata Bukan Islam

KONFRONTASI - Dalam sepekan ini, kelompok pengikut teroris dunia yang bercokol di Indonesia, tergabung dalam sel-sel Jamaah Ansharud Daulah, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAD/ JAT, melakukan serangkaian serangan teror ke beberapa lokasi di sejumlah wilayah, korbannya cukup banyak, baik yang wafat maupun yang terluka.

Puluhan Tersangka Anggota ISIS Ditangkap di Istanbul

KONFRONTASI-Polisi Turki menahan puluhan tersangka anggota ISIS dalam operasi penindakan yang menyasar kelompok ekstremis itu di Istanbul menurut lansiran kantor berita swasta Dogan, Selasa.

Polisi antiteror menggerebek 19 lokasi di belasan distrik pada Senin malam, menahan 54 tersangka untuk diinterogasi di markas polisi kota tersebut menurut laporan Dogan. Polisi menduga mereka berencana pergi ke negara tetangga Suriah.

Aman Abdurrahman JAD dan ISIS dalam Sorotan Bom Surabaya

KONFRONTASI -  Kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) disebut Kepala Polisi Republik Indonesia (Polri) Jenderal Tito Karnavian terlibat dalam serangan bom tiga gereja di Surabaya. Dalam waktu yang bersamaan, kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 13 orang termasuk para pelakunya tersebut.

Nama JAD yang dipimpin Aman Aburrahman mencuat karena Dita Futrianto—salah satu pelaku—diidentifikasi polisi sebagai kepala sel JAD setempat.

Waspada, Jaringan Teroris Mulai Gunakan Perempuan untuk Lakukan Pengeboman

KONFRONTASI-Jaringan teroris kelompok ISIS dinilai mulai mengubah dan menggeser strategi dengan menggunakan pelaku perempuan dalam aksi mereka, kata pengamat The Islah Centre.

"Saya melihat ada pergeseran strategi jaringan teroris kelompok ISIS dalam melakukan aksi terorisme termasuk di Indonesia. Lone wolf yang lazimnya dilakukan oleh laki-laki kini dilakukan oleh perempuan," kata pengamat terorisme sekaligus Direktur The Islah Centre Mujahidin Nur di Jakarta, Minggu.

Ia mengamati aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh Puji Kuswanti di Surabaya dan penangkapan dua perempuan (Ditta Siska Millenia dan Siska Nurazizah) yang akan melakukan penusukan anggota Mako Brimob.

Menurut dia, tanda-tanda pergeseran strategi itu sebenarnya sudah bisa dibaca beberapa bulan terakhir ini di mana dalam video-video propaganda yang dibuat oleh ISIS sangat sering sekali memperlihatkan perempuan-perempuan ISIS melakukan pelatihan berbagai keahlian tempur baik menembak, memanah, maupun berbagai skill lapangan lainnya.

"Kelompok ISIS juga dalam beberapa bulan terakhir ini mendorong para wanita yang berada di kelompok mereka untuk mengambil bagian dalam aksi-aksi teror di berbagai negara termasuk di Indonesia," katanya.

Mujahidin mencontohkan perempuan yang akan melakukan penusukan seperti di Mako Brimob dan melakukan bom bunuh diri (women kamikaze) seperti di Surabaya adalah fenomena yang sangat jarang terjadi.

"Mungkin persentase bom bunuh dan terorisme secara global di mana pelakunya dilakukan oleh perempuan kurang dari 10 persen," katanya.

Selama ini, kata dia, dikenal berbagai istilah yang melibatkan peran perempuan di antaranya istilah "Black Widows" di Chechnya, " Black Tiger" di Srilanka, bahkan fenomena perempuan yang berperan aktif dalam teror juga terjadi pada kelompok teror Boko Haram, di Nigeria.

Di Indonesia sendiri, hal ini merupakan hal baru yang dilakukan oleh kelompok ISIS di mana bom bunuh diri dilakukan oleh perempuan seperti di Surabaya.

"Dan saya pikir ke depan tren perempuan menjadi bagian dalam aksi teror akan banyak terjadi termasuk di Indonesia," katanya.

Sebagaimana di negara-negara lain, Mujahidin menduga umumnya perempuan yang bisa direkrut dan mau melakukan aksi teror atau bom bunuh diri seperti terjadi di Mako Brimob dan Surabaya sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor motivasi-motivasi individual bisa balas dendam karena suaminya terbunuh karena aksi atau keterlibatan dalam terorisme, bisa karena suaminya dihukum karena tindakan terorisme.

Di sisi lain, bisa juga sebagai wujud kemarahan kelompoknya (ISIS) pada pemerintah atau alasan lain karena merasa terisolasi atau termarjinalkan hingga bisa juga mereka (perempuan) melakukan bom bunuh diri untuk kepentingan kelompoknya (ISIS).

"Bagi ISIS sendiri mereka bisa mendapatkan beberapa keuntungan ketika `lone wolf` dengan melakukan bom bunuh diri ini dilakukan oleh perempuan," katanya.

Hah, ISIS Klaim Dalang Kerusuhan di Mako Brimob? Polri Membantahnya

KONFRONTASI -   Polri angkat bicara atas klaim Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang mengaku menjadi dalang kerusuhan narapidana teroris.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Kombes M Iqbal meminta masyarakat tak percaya akan beredarnya informasi di media sosial (medsos) tersebut.

Pages