24 August 2019

ISIS

ISIS Tinggalkan Ratusan Kuburan Massal di Irak

KONFRONTASI-Sekurangnya 202 kuburan massal ditemukan di  sejumlah kawasan di Irak yang pernah dikuasai kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, kata PBB.

Investigasi PBB menunjukkan jumlah keseluruhan jenazah yang ditemukan di kuburan-kuburan tersebut mencapai 12.000.

"Angka 12.000 jenazah di kuburan-kuburan itu hanya perkiraan. Di satu kuburan kami menemukan delapan jenazah, di kuburan lain kami menemukan 4.000 jenazah," kata Ravina Shamdasani, juru bicara badan HAM PBB di Jenewa.

Simpan Foto ISIS, WNI Dipenjara 30 Bulan di Malaysia

KONFRONTASI-Gara-gara menyimpan dua foto kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seorang peternak bebek asal Indonesia divonis hukuman penjara selama 30 bulan oleh pengadilan di Malaysia .

Eq Maulana Dunda, 25 tahun, baru tiba di Malaysia beberapa bulan lalu setelah dia menikahi seorang perempuan Negeri Jiran. Hakim Collin Lawrence di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menjatuhkan sanksi itu setelah terdakwa mengaku bersalah.

Kisah Pilu Wanita Yazidi yang Melahirkan Anak Hasil Perkosaan Milisi ISIS

KONFRONTASI-Di usia yang baru 26 tahun tahun, wanita asal Yazidi, Irak, ini merasakan dilema hebat setelah melahirkan anak perempuan hasil pemerkosaan milisi ISIS.

Anak yang dilahirkan itu kini berusia dua tahun dan diberi nama Maria. Mengacu pada nama anaknya, dia hanya bersedia diidentifikasi dengan nama "Umm Maria (Ibu Maria).

Dilema dia rasakan setelah komunitas Yazidi di Irak tidak bisa menerima kehadiran anak yang dia lahirkan.  Keluarganya sedang bersiap untuk beremigrasi dari Irak ke Australia dan memulai hidup baru.

Dia tahu keluarganya tidak akan pernah mengizinkannya membawa Maria. Keluarganya bahkan tidak tahu bahwa gadis kecil itu ada.

Satu-satunya kerabat yang tahu adalah seorang paman yang mengambil gadis itu darinya dan menempatkannya di sebuah panti asuhan di Baghdad. Wanita itu dan para kerabatnya dibebaskan dari penindasan ISIS (Islamic State) sejak beberapa tahun lalu.

"Hati saya meledak dari dada saya setiap kali saya berpikir untuk meninggalkannya. Dia adalah bagian dari saya, tetapi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan," katanya, saat berbicara kepada The Associated Press di sebuah kamp di Irak utara untuk pengungsi Yazidi, yang dilansir Stripes, Senin (29/10/2018).

Dia menggunakan nama "Umm Maria" karena takut keluarga dan komunitasnya akan mengetahui bahwa dia memiliki anak hasil dari perbudakan seks ISIS.

Derita Umm Maria dan komunitasnya dimulai ketika kelompok ISIS menyerbu wilayah Sinjar di Irak utara pada 2014. Ratusan pria dan anak laki-laki Yazidi dibantai, puluhan ribu meninggalkan rumah, dan para militan ISIS mengambil ribuan wanita dan gadis sebagai budak seks. Para wanita tersebut disandera, diperkosa dan dijual.

Selama praktik barbar itu, banyak wanita Yazidi melahirkan anak-anak dari milisi ISIS. Jumlah pastinya tidak diketahui, namun para wanita tersebut tidak ragu jika jumlahnya mencapai ratusan anak.

Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini diberikan kepada Nadia Murad, wanita Yazidi yang juga pernah jadi korban perbudakan seks ISIS namun bangkit untuk mengadvokasi para wanita yang mengalami nasib serupa.

Komunitas Yazidi menolak perkawinan campur dengan non-Yazidi, sehingga anak-anak hasil pemerkosaan para milisi ISIS tak pernah bisa diterima di komunitas tersebut.

Pemimpin spiritual Yazidi, Babashekh Khirto Hadji Ismail, mengeluarkan dekrit pada 2015 yang menyatakan bahwa kaum perempuan yang diperbudak oleh kaum militan akan "dimurnikan" dengan iman mereka tetap utuh. Deklarasi itu memungkinkan para wanita tersebut disambut kembali ke dalam masyarakat Yazidi. Tapi, dekrit itu tidak berlaku bagi anak-anak keturunan ISIS.

Khidr Domary, seorang aktivis Yazidi terkemuka, mengakui bahwa tradisi insular komunitas memerlukan beberapa pembaruan. Dia mengatakan kepemimpinan Yazidi telah menunjukkan fleksibilitas ketika mencoba untuk menangani trauma yang ditinggalkan oleh para milisi ISIS. Menurutnya, para wanita yang jadi korban harus bebas untuk membawa anak-anak dengan ayah biologis milisi ISIS jika mereka mau.

"Tapi, itu tidak bisa termasuk reformasi untuk mengakomodasi hasil kejahatan Daesh," katanya mengacu pada akronim Arab untuk ISIS. Dia mengakui tekanan penolakan dari keluarga dan masyarakat masih kuat untuk menerima anak-anak tersebut.

"Sulit, bahkan bagi ibu, untuk membawa seorang anak untuk tinggal di tengah-tengah kita ketika mungkin ayah Daesh-nya mungkin telah membunuh ratusan dari kita dengan tangannya sendiri, termasuk saudara dari ibu tersebut," katanya.

Umm Maria dibawa tawanan bersama dengan wanita lain pada Agustus 2014, ketika militan menyerbu Sinjar, dekat perbatasan Suriah. Dia akhirnya dibawa ke Suriah sebagai budak seks milisi ISIS, yang dia tahu hanya dengan nama alias Abu Turab.

Dukung ISIS, WNI Dihukum 18 Bulan Penjara di Malaysia

KONFRONTASI-Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 18 bulan penjara terhadap Mohd Al-Arsyi bin Mus Budiono, warga Indonesia yang menjadi tenaga kerja di Malaysia, setelah dinyatakan bersalah terkait dakwaan teror.

Dalam sidang putusan di pengadilan tinggi Kuala Lumpur, hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali menyebut bahwa TKI yang menjadi buruh konstruksi itu terbukti bersalah untuk pemilikan foto-foto dan video terkait terorisme, khususnya ISIS.

ISIS Kalah, Jutaan Warga Irak Kembali ke Rumah

KONFRONTASI-Hampir 4 juta warga Irak telah kembali ke rumah dan permukimannya masing-masing setelah sebelumnya terlantar karena Irak tengah berperang melawan ISIS. Demikian laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

“Ketika ISIS menyebar di Irak pada 2014 dan akhirnya merebut sekitar sepertiga dari negara tersebut, hal itu memaksa 6 juta warga Irak melarikan diri demi keselamatan,” kata IOM dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (4/9), dikutip laman Al Arabiya.

Why Indonesia court sentences ISIS-linked cleric Abdurrahman to death for inciting terrorist attacks?

JAKARTA- An Indonesian court handed down the death penalty to a cleric linked to Islamic State for mobilizing his sympathizers to carry out a series of deadly attacks including a January 2016 gun-and-bomb attack at a Jakarta Starbucks cafe.

“The defendant Aman Abdurrahman was proven legally and convincingly guilty of committing a crime of terrorism,” said the presiding judge, Ahmad Zaini, at the South Jakarta District Court on Friday, June 22.

“The court sentences the defendant to death,” he said.

Al-Baghdadi Serukan Para Pengikut ISIS Terus Lancarkan Aksi Teror

KONFRONTASI- Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, meminta para pengikutnya untuk terus berjuang meskipun telah menderita kekalahan. Hal itu disampaikannya dalam sebuah rekaman audio di media milik kelompok ekstrimis tersebut.

Dalam rekaman selama 55 menit, Baghdadi mengucapkan selamat atas apa yang ia gambarkan sebagai "singa yang menyerang" di balik serangan baru-baru ini di Kanada dan Eropa. Ia pun meminta para pengikutnya untuk menggunakan bom, pisau, atau mobil untuk melakukan serangan.

Baghdadi juga memberikan selamat hari raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim. Ini menunjukkan jika pesan tersebut baru saja direkam.

"Bagi Mujahidin skala kemenangan atau kekalahan tidak tergantung pada kota atau kota yang direbut atau tunduk pada siapa yang memiliki superioritas udara, rudal antar benua atau bom pintar," kata Baghdadi dalam rekaman berbahasa Arab yang diposting oleh media kelompok itu al-Furqan.

"Oh para tentara kekhalifahan percayalah pada janji Tuhan dan kemenangan-Nya karena dengan kesukaran datang bantuan dan jalan keluar," tambahnya, berbicara kepada pengikut di berbagai kota di Suriah seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/8/2018).

Baghdadi juga menyerukan kepada para pengikutnya di Irak untuk mempertahankan serangan terhadap kelompok Syiah dan apa yang ia gambarkan sebagai kelompok murtad - sebuah referensi untuk kelompok Muslim yang  memerangi kelompoknya.

Ia meminta para pengikutnya untuk tetap setia kepada para pemimpin gerakan dan mendesak warga Arab Saudi, Bahrain dan Yordania untuk menggulingkan penguasa mereka.

Baghdadi juga memperingatkan bahwa provinsi Idlib di Suriah akan jatuh ketika Rusia dan pasukan pemerintah Suriah sedang bersiap untuk menyerangnya. Provinsi Idlib berada adalah wilayah terakhir dari wilayah yang masih dikuasai oleh para pemberontak yang menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Pada bulan Juni, koordinator kemanusiaan regional PBB memperingatkan bahwa ISIS dan kelompok militan lainnya berbaur dengan penduduk di Idlib, membuatnya menjadi situasi "sangat eksplosif".

Namun rekaman itu tidak dapat diverifikasi apakah benar suara pada rekaman itu milik Baghdadi.

ISIS, yang hingga tahun lalu menguasai daerah-derah besar di Suriah dan Irak, telah terusir ke padang pasir oleh kekalahan berturut-turut dalam serangan oleh sekutu intenasional di kedua negara.

Tujuh Militan ISIS Ditangkap Setelah Ancam Bunuh Raja Malaysia

KONFRONTASI-Tujuh tersangka militan Islamic State atau ISIS, termasuk tiga di antaranya berasal dari Indonesia ditangkap polisi Diraja Malaysia. Mereka dituduh telah mengancam akan membunuh Yang Di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V (raja Malaysia), Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan para pejabat lain.

Ketujuh tersangka ditangkap di empat negara bagian, yakni Terengganu, Selangor, Perak dan Johor. Mereka ditangkap dalam operasi khusus dari 12 Juli hingga 17 Juli 2018.

Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, mengatakan ketujuh tersangka ditahan di empat negara bagian tersebut.

"Kami melakukan penangkapan pertama pada 12 Juli di Terengganu, di mana seorang pria Indonesia berusia 26 tahun ditahan," katanya, Kamis (19/7/2018).

 


"Tersangka adalah anggota kelompok teror 'Negara Islam Indonesia' (NII), yang telah menerima pelatihan senjata di Bandung antara 2015 dan 2018," lanjut dia dalam sebuah pernyataan.

Menurut Mohamad Fuzi, istri salah satu tersangka yakni seorang warga Malaysia, juga bersumpah setia kepada kelompok teror NII.

"Tersangka dan istrinya berencana untuk membawa sisa keluarga mereka ke Suriah untuk bergabung dengan Islamic State," katanya.

Mohamad Fuzi mengatakan, penangkapan berikutnya melibatkan seorang pria Malaysia berusia 42 tahun dan wanita Malaysia berusia 24 tahun di Johor pada 16 Juli.

“Wanita itu mentransfer RM4.000 kepada militan Muhammad Nasrullah Latif, juga dikenal sebagai Abu Gomez, yang tewas di Suriah awal tahun ini," ujarnya.

Muhammad Nasrullah telah mem-posting materi di halaman Facebook-nya di mana dia mengancam untuk meluncurkan serangan di Malaysia, Indonesia dan Filipina setelah Hari Raya.

"Pria Malaysia berusia 42 tahun itu juga berhubungan dekat dengan pemimpin militan Muhammad Wanndy Mohamed Jedi, yang juga tewas di Suriah," katanya.

Empat Orang Tewas Dalam Serangan Teror di Saudi

KONFRONTASI-Seorang polisi Arab Saudi, seorang warga negara Bangladesh dan dua penyerang tewas dalam serangan teror yang ditujukan ke pos pemeriksa keamanan di Wilayah Al-Qassim di Arab Saudi, menurut siaran Saudi Press Agency (SPA) mengutip Kementerian Dalam Negeri.

Serangan Udara Pasukan Irak Tewaskan Tiga Militan ISIS

KONFRONTASI-Tiga anggota ISIS tewas pada Sabtu (7/7) dalam serangan udara terhadap persembunyian kelompok ekstremis itu di Provinsi Diyala di Irak Timur, kata beberapa keamanan provinsi Irak.

Pasukan gabungan militer dan polisi, yang didukung oleh helikopter bermeriam, menyerang persembunyian ISIS di daerah Himreen, sehingga menewaskan tiga petempur ISIS setelah bentrokan, kata Let. Jend. Mezhir Al-Azzawi, Komandan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas operasi militer di Diyala, kepada Xinhua.

Secara terpisah, seorang polisi tewas dan dua lagi cedera ketika gerilyawan ISIS menyerang satu pos pemeriksa keamanan di daerah Susa di sebelah timur Ibu Kota Provinsi itu, Baquba, yang berada sekitar 65 kilometer di sebelah timur-laut Ibu Kota Irak, Baghdad, kata Mayor Alaa As-Saadi, dari Komando Operasi Diyala.

Pada pagi hari yang sama, polisi mengatakan kepada Xinhua, seorang polisi ditembak hingga tewas oleh seorang penembak gelap di pos pemeriksa keamanan di dekat Baquba, saat gerilyawan ISIS dilaporkan menyerang satu desa di bagian utara Provinsi Salahudin.

Seorang warga desa tewas, seorang lagi diculik dan tiga cedera dalam peristiwa tersebut.

Semua peristiwa itu terjadi tiga hari setelah serangan besar dilancarkan oleh pasukan keamanan, yang didukung oleh pesawat tempur dan helikopter bermeriam, untuk memburu gerilyawan garis keras di daerah terjal di Provinsi Diyala dan Salahudin.

Pada 3 Juni, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi, yang juga adalah Panglima Tertinggi Pasukan Irak, berjanji akan memburu ISIS di seluruh Irak setelah serangan belum lama ini dan penculikan oleh kelompok radikal tersebut.

"Kami akan memburu sisa jaringan teror di kubu mereka. Kami akan membunuh mereka, dan kami akan memburu mereka di manapun juga, di pegunungan dan gurun," kata Al-Abadi.

Pages