24 May 2019

ISIS

Al-Baghdadi Serukan Para Pengikut ISIS Terus Lancarkan Aksi Teror

KONFRONTASI- Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, meminta para pengikutnya untuk terus berjuang meskipun telah menderita kekalahan. Hal itu disampaikannya dalam sebuah rekaman audio di media milik kelompok ekstrimis tersebut.

Dalam rekaman selama 55 menit, Baghdadi mengucapkan selamat atas apa yang ia gambarkan sebagai "singa yang menyerang" di balik serangan baru-baru ini di Kanada dan Eropa. Ia pun meminta para pengikutnya untuk menggunakan bom, pisau, atau mobil untuk melakukan serangan.

Baghdadi juga memberikan selamat hari raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim. Ini menunjukkan jika pesan tersebut baru saja direkam.

"Bagi Mujahidin skala kemenangan atau kekalahan tidak tergantung pada kota atau kota yang direbut atau tunduk pada siapa yang memiliki superioritas udara, rudal antar benua atau bom pintar," kata Baghdadi dalam rekaman berbahasa Arab yang diposting oleh media kelompok itu al-Furqan.

"Oh para tentara kekhalifahan percayalah pada janji Tuhan dan kemenangan-Nya karena dengan kesukaran datang bantuan dan jalan keluar," tambahnya, berbicara kepada pengikut di berbagai kota di Suriah seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/8/2018).

Baghdadi juga menyerukan kepada para pengikutnya di Irak untuk mempertahankan serangan terhadap kelompok Syiah dan apa yang ia gambarkan sebagai kelompok murtad - sebuah referensi untuk kelompok Muslim yang  memerangi kelompoknya.

Ia meminta para pengikutnya untuk tetap setia kepada para pemimpin gerakan dan mendesak warga Arab Saudi, Bahrain dan Yordania untuk menggulingkan penguasa mereka.

Baghdadi juga memperingatkan bahwa provinsi Idlib di Suriah akan jatuh ketika Rusia dan pasukan pemerintah Suriah sedang bersiap untuk menyerangnya. Provinsi Idlib berada adalah wilayah terakhir dari wilayah yang masih dikuasai oleh para pemberontak yang menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Pada bulan Juni, koordinator kemanusiaan regional PBB memperingatkan bahwa ISIS dan kelompok militan lainnya berbaur dengan penduduk di Idlib, membuatnya menjadi situasi "sangat eksplosif".

Namun rekaman itu tidak dapat diverifikasi apakah benar suara pada rekaman itu milik Baghdadi.

ISIS, yang hingga tahun lalu menguasai daerah-derah besar di Suriah dan Irak, telah terusir ke padang pasir oleh kekalahan berturut-turut dalam serangan oleh sekutu intenasional di kedua negara.

Tujuh Militan ISIS Ditangkap Setelah Ancam Bunuh Raja Malaysia

KONFRONTASI-Tujuh tersangka militan Islamic State atau ISIS, termasuk tiga di antaranya berasal dari Indonesia ditangkap polisi Diraja Malaysia. Mereka dituduh telah mengancam akan membunuh Yang Di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V (raja Malaysia), Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan para pejabat lain.

Ketujuh tersangka ditangkap di empat negara bagian, yakni Terengganu, Selangor, Perak dan Johor. Mereka ditangkap dalam operasi khusus dari 12 Juli hingga 17 Juli 2018.

Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, mengatakan ketujuh tersangka ditahan di empat negara bagian tersebut.

"Kami melakukan penangkapan pertama pada 12 Juli di Terengganu, di mana seorang pria Indonesia berusia 26 tahun ditahan," katanya, Kamis (19/7/2018).

 


"Tersangka adalah anggota kelompok teror 'Negara Islam Indonesia' (NII), yang telah menerima pelatihan senjata di Bandung antara 2015 dan 2018," lanjut dia dalam sebuah pernyataan.

Menurut Mohamad Fuzi, istri salah satu tersangka yakni seorang warga Malaysia, juga bersumpah setia kepada kelompok teror NII.

"Tersangka dan istrinya berencana untuk membawa sisa keluarga mereka ke Suriah untuk bergabung dengan Islamic State," katanya.

Mohamad Fuzi mengatakan, penangkapan berikutnya melibatkan seorang pria Malaysia berusia 42 tahun dan wanita Malaysia berusia 24 tahun di Johor pada 16 Juli.

“Wanita itu mentransfer RM4.000 kepada militan Muhammad Nasrullah Latif, juga dikenal sebagai Abu Gomez, yang tewas di Suriah awal tahun ini," ujarnya.

Muhammad Nasrullah telah mem-posting materi di halaman Facebook-nya di mana dia mengancam untuk meluncurkan serangan di Malaysia, Indonesia dan Filipina setelah Hari Raya.

"Pria Malaysia berusia 42 tahun itu juga berhubungan dekat dengan pemimpin militan Muhammad Wanndy Mohamed Jedi, yang juga tewas di Suriah," katanya.

Empat Orang Tewas Dalam Serangan Teror di Saudi

KONFRONTASI-Seorang polisi Arab Saudi, seorang warga negara Bangladesh dan dua penyerang tewas dalam serangan teror yang ditujukan ke pos pemeriksa keamanan di Wilayah Al-Qassim di Arab Saudi, menurut siaran Saudi Press Agency (SPA) mengutip Kementerian Dalam Negeri.

Serangan Udara Pasukan Irak Tewaskan Tiga Militan ISIS

KONFRONTASI-Tiga anggota ISIS tewas pada Sabtu (7/7) dalam serangan udara terhadap persembunyian kelompok ekstremis itu di Provinsi Diyala di Irak Timur, kata beberapa keamanan provinsi Irak.

Pasukan gabungan militer dan polisi, yang didukung oleh helikopter bermeriam, menyerang persembunyian ISIS di daerah Himreen, sehingga menewaskan tiga petempur ISIS setelah bentrokan, kata Let. Jend. Mezhir Al-Azzawi, Komandan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas operasi militer di Diyala, kepada Xinhua.

Secara terpisah, seorang polisi tewas dan dua lagi cedera ketika gerilyawan ISIS menyerang satu pos pemeriksa keamanan di daerah Susa di sebelah timur Ibu Kota Provinsi itu, Baquba, yang berada sekitar 65 kilometer di sebelah timur-laut Ibu Kota Irak, Baghdad, kata Mayor Alaa As-Saadi, dari Komando Operasi Diyala.

Pada pagi hari yang sama, polisi mengatakan kepada Xinhua, seorang polisi ditembak hingga tewas oleh seorang penembak gelap di pos pemeriksa keamanan di dekat Baquba, saat gerilyawan ISIS dilaporkan menyerang satu desa di bagian utara Provinsi Salahudin.

Seorang warga desa tewas, seorang lagi diculik dan tiga cedera dalam peristiwa tersebut.

Semua peristiwa itu terjadi tiga hari setelah serangan besar dilancarkan oleh pasukan keamanan, yang didukung oleh pesawat tempur dan helikopter bermeriam, untuk memburu gerilyawan garis keras di daerah terjal di Provinsi Diyala dan Salahudin.

Pada 3 Juni, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi, yang juga adalah Panglima Tertinggi Pasukan Irak, berjanji akan memburu ISIS di seluruh Irak setelah serangan belum lama ini dan penculikan oleh kelompok radikal tersebut.

"Kami akan memburu sisa jaringan teror di kubu mereka. Kami akan membunuh mereka, dan kami akan memburu mereka di manapun juga, di pegunungan dan gurun," kata Al-Abadi.

Suami Gabung ISIS, Para Istri Ramai-ramai Gugat Cerai

KONFRONTASI-Ketika Umaima bertemu calon suaminya 13 tahun lalu, sang calon suami adalah seorang montir mobil. Hari ini, suaminya adalah teroris kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Setelah ISIS terusir dari banyak wilayah yang pernah mereka kuasai di Irak dan Suriah, Umaima bergabung dengan banyak istri militan yang mengajukan gugatan cerai.

Umaima mengatakan, itu bukan keputusan yang mudah. Komunitas di Irak, tempat dia tinggal, memandang rendah wanita yang bercerai. Dia juga sedih bahwa ketiga anaknya, yang berusia enam hingga 12 tahun, harus tumbuh tanpa seorang ayah.

"Saya masih kecewa karena saya menikah dengan seorang pria yang tidak menghargai hidupnya dan memutuskan untuk bergabung dengan kelompok teroris daripada mengurus keluarganya," kesal Umaima, yang kini mengandalkan dukungan orangtuanya ketika menjalani hidup sebagai ibu tunggal.

"Saya akan berusaha menjadi ayah mereka juga," lanjut Umaima.

Wakil Menteri Kehakiman Irak Hussein Jassem mengatakan, ada "peningkatan besar" dalam jumlah permintaan cerai selama tiga bulan terakhir di Irak. Sebagian besar diajukan oleh perempuan.

Pemerintah belum melacak jumlah perceraian yang berkaitan dengan ISIS. Namun, pengajuan gugatan cerai marak terjadi wilayah komunitas Muslim Sunni seperti Anbar dan Nineveh, lokasi yang pernah dikuasai ISIS.

Umaima mengatakan transformasi suaminya, Awad, terjadi pada 2010, setelah pasukan keamanan Irak menuduh saudaranya sebagai seorang militan dan menyiksanya dengan fatal.

"Suami saya marah dan dia bersumpah dia akan membalas dendam atas pembunuh saudaranya," kata Umaima kepada NBC News dalam sebuah wawancara telepon dari Fallujah, yang dikutip Sabtu (7/7/2018). 

Seperti wanita lain yang NBC Newswawancarai, Umaima diminta untuk diidentifikasi hanya dengan nama depannya karena takut distigmatisasi.

Menurut Umaima, Awad bergabung dengan ISIS setelah kelompok itu mengusai sebagian wilayah Irak pada tahun 2014. Awad kemudian ditangkap dan menghadapi hidup di penjara atau hukuman mati jika terbukti bersalah.

Meskipun perasaan emosional berkecamuk, Umaima mengatakan perceraian lebih baik daripada alternatif yang ada.

Putra Pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, Tewas di Homs, Suriah

KONFRONTASI-Putra pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, tewas di Homs, Suriah, kata saluran berita kelompok itu, Selasa.

Otoritas Militer Suriah Rebut Daerah di Dekat Perbatasan Irak dari ISIS

KONFRONTASI -    Militer Suriah baru-baru ini telah merebut kembali wilayah seluas 1.800 kilometer persegi dari petempur ISIS di bagian timur negeri itu di dekat perbatasan Irak, kata militer Suriah dalam satu pernyataan pada Minggu (24/6).

Suriah Rebut Wilayah Gurun dari ISIS

KONFRONTASI-Tentara Suriah telah merebut kembali lebih dari 4.500 kilometer persegi daerah gurun dari kelompok gerilyawan garis keras ISIS di beberapa empat di negeri tersebut dalam beberapa hari belakangan, kata militer Suriah, Rabu (20/6).

Banyak pertempuran berkecamuk di Suriah Timur, tempat militer merebut kembali 2.400 kilometer persegi daerah terjal di sebelah timur Kota Kuno Palmyra di Suriah Tengah di dekat perbatasan Suriah-Irak, kata militer --yang dikutip oleh kantor berita resmi Suriah, SANA.

Rekan IN, Mahasiswi Tulungagung yang Gabung ISIS Blak-blakan : IN Bukan Sosok Rajin

KONFRONTASI -  IN (23), deportan Turki yang diduga gabung ISIS dipastikan pernah kuliah di IAIN Tulungagung jurusan Tadris Matematika.

IN adalah mahasiswa angkatan 2014, masuk di kelas F di jurusan ini.

Sosoknya paling mudah dikenali, karena mengenakan gamis tertutup dan kerudung lebar.

"Di kelas hanya dia sendiri yang memakai gamis dan kerudung lebar. Mukanya mudah dikenali," ucap seorang teman kuliahnya.

Dengan tampilannya yang begitu meyakinkan, teman-temannya sempat berpikir IN sosok yang disiplin dalam kuliah.

Waspada, ISIS Tak Hanya Dari Suriah, Tapi Juga Marawi

KONFRONTASI - Ancaman kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya datang para pengikutnya yang pernah bergabung di Suriah, tetapi juga dari Marawi, Filipina. Setelah hancur, banyak anggota ISIS yang menyeberang ke Indonesia. Pun begitu juga simpatisan ISIS di Indonesia yang ingin berperang ke Marawi karena daerah konflik selalu menjadi medan magnit bagi mereka untuk berjihad.

Pages