21 July 2019

ISIS

Waspada Disusupi ISIS, Wakil Ketua MPR: Jangan Belajar Agama dari Internet

Konfrontasi - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin meminta masyarakat belajar agama dengan ulama tepercaya.

Menurut dia, masyarakat bisa belajar dari guru-guru agama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Mahyudin mengucapkan permintaan itu ketika menjadi pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Dermaga Kutai Lama, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kertanegara, Minggu (24/3/2019).

Menyesal Gabung ISIS, Warga Inggris Ini Ingin Pulang

KONFRONTASI-Tersangka anggota ISIS asal Inggris Jack Letts atau dikenal sebagai Jihadi Jack yang telah dua tahun mendekam di penjara Kurdi mengatakan ingin pulang. Namun ia ragu jika Inggris mau memulangkannya kembali.

Berbicara kepada ITV dari penjara di Suriah, Letts mengatakan bahwa ia kehilangan kasih sayang ibunya dan kehidupan yang nyaman di rumahnya di Inggris, termasuk pasties dan Doctor Who.

Presiden AS, Trump minta negara-negara Eropa terima ratusan anggota ISIS yang tertangkap di Suriah

KONFRONTASI -  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negara-negara Eropa harus menerima dan mengadili lebih dari 800 anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, yang tertangkap di Suriah.

Kalau negara-negara Eropa menolaknya, kata Trump melalui Twitter, AS akan membebaskan mereka dan mungkin mereka akan masuk ke Eropa.

Para pejabat Inggris dan Prancis mengisyaratkan, mereka mungkin menolak menerima kembali warga mereka yang telah bergabung dengan kelompok militan di Suriah. 

Terus Terdesak, ISIS di Suriah di Ambang Punah

KONFRONTASI-Pasukan oposisi Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS) siap untuk merebut kantong kecil terakhir Islamic State atau ISIS di Sungai Eufrat. Seorang komandan pasukan oposisi menyatakan pertempuran pada hari Sabtu membawa "kekhalifahan" kelompok itu ke akhir riwayatnya.

Jiya Furat, seorang komandan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengatakan kelompok militan ISIS telah terpojok di lingkungan desa Baghouz, dekat perbatasan Irak. Kelompok yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi itu terus mendapat serangan dari berbagai pihak.

TDR, Menyebutkan ISIS Tinggal 500 Orang Lagi dan Kini Terjepit di Pertahanan Terakhir

KONFRONTASI -  Kekuatan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), menurut sejumlah laporan, hanya tersisa 500 orang.

Mereka bertahan di lokasi seluas lima kilometer persegi di wilayah utara Suriah, seperti dilansir Serambinews.com dari Kompas.com.

Pada 2014, ISIS merebut wilayah yang cukup luas di Irak dan Baghdad sebelum kemudian mendeklarasikan sebuah kekalifahan.

Saat itu, wilayah yang dikuasai ISIS kurang lebih sama dengan luas Inggris Raya dengan hampir 8 juta orang hidup di kawasan itu.

ISIS Ancam Bunuh Kate Middleton Lewat Makanan

Konfrontasi - ISIS telah merancang pembunuhan Kate Middleton, Duchess of Cambridge, dengan cara meracun makanan yang biasa dia beli di supermarket.

Ancaman ISIS terhadap Kate dimuat di layanan pesan Telegram dan disebarkan kepada para pendukung fanatik ISIS, seperti dilansir dari Daily Mail, Minggu, 13 Januari 2019.

Dukung ISIS, Tentara Teladan AS Diganjar 25 Tahun Penjara

KONFRONTASI-Seorang sersan Angkatan Darat Amerika Serikat, yang digambarkan bekas rekan-rekannya sebagai seorang "prajurit teladan", pada Selasa (4/12) dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun di pengadilan federal di Hawaii terkait ISIS.

Sersan bernama Ikaika Erik Kang dan berusia 35 tahun itu divonis 25 tahun setelah menyatakan bersalah memberikan dukungan materi kepada kelompok garis keras tersebut.

ISIS Tinggalkan Ratusan Kuburan Massal di Irak

KONFRONTASI-Sekurangnya 202 kuburan massal ditemukan di  sejumlah kawasan di Irak yang pernah dikuasai kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, kata PBB.

Investigasi PBB menunjukkan jumlah keseluruhan jenazah yang ditemukan di kuburan-kuburan tersebut mencapai 12.000.

"Angka 12.000 jenazah di kuburan-kuburan itu hanya perkiraan. Di satu kuburan kami menemukan delapan jenazah, di kuburan lain kami menemukan 4.000 jenazah," kata Ravina Shamdasani, juru bicara badan HAM PBB di Jenewa.

Simpan Foto ISIS, WNI Dipenjara 30 Bulan di Malaysia

KONFRONTASI-Gara-gara menyimpan dua foto kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seorang peternak bebek asal Indonesia divonis hukuman penjara selama 30 bulan oleh pengadilan di Malaysia .

Eq Maulana Dunda, 25 tahun, baru tiba di Malaysia beberapa bulan lalu setelah dia menikahi seorang perempuan Negeri Jiran. Hakim Collin Lawrence di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menjatuhkan sanksi itu setelah terdakwa mengaku bersalah.

Kisah Pilu Wanita Yazidi yang Melahirkan Anak Hasil Perkosaan Milisi ISIS

KONFRONTASI-Di usia yang baru 26 tahun tahun, wanita asal Yazidi, Irak, ini merasakan dilema hebat setelah melahirkan anak perempuan hasil pemerkosaan milisi ISIS.

Anak yang dilahirkan itu kini berusia dua tahun dan diberi nama Maria. Mengacu pada nama anaknya, dia hanya bersedia diidentifikasi dengan nama "Umm Maria (Ibu Maria).

Dilema dia rasakan setelah komunitas Yazidi di Irak tidak bisa menerima kehadiran anak yang dia lahirkan.  Keluarganya sedang bersiap untuk beremigrasi dari Irak ke Australia dan memulai hidup baru.

Dia tahu keluarganya tidak akan pernah mengizinkannya membawa Maria. Keluarganya bahkan tidak tahu bahwa gadis kecil itu ada.

Satu-satunya kerabat yang tahu adalah seorang paman yang mengambil gadis itu darinya dan menempatkannya di sebuah panti asuhan di Baghdad. Wanita itu dan para kerabatnya dibebaskan dari penindasan ISIS (Islamic State) sejak beberapa tahun lalu.

"Hati saya meledak dari dada saya setiap kali saya berpikir untuk meninggalkannya. Dia adalah bagian dari saya, tetapi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan," katanya, saat berbicara kepada The Associated Press di sebuah kamp di Irak utara untuk pengungsi Yazidi, yang dilansir Stripes, Senin (29/10/2018).

Dia menggunakan nama "Umm Maria" karena takut keluarga dan komunitasnya akan mengetahui bahwa dia memiliki anak hasil dari perbudakan seks ISIS.

Derita Umm Maria dan komunitasnya dimulai ketika kelompok ISIS menyerbu wilayah Sinjar di Irak utara pada 2014. Ratusan pria dan anak laki-laki Yazidi dibantai, puluhan ribu meninggalkan rumah, dan para militan ISIS mengambil ribuan wanita dan gadis sebagai budak seks. Para wanita tersebut disandera, diperkosa dan dijual.

Selama praktik barbar itu, banyak wanita Yazidi melahirkan anak-anak dari milisi ISIS. Jumlah pastinya tidak diketahui, namun para wanita tersebut tidak ragu jika jumlahnya mencapai ratusan anak.

Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini diberikan kepada Nadia Murad, wanita Yazidi yang juga pernah jadi korban perbudakan seks ISIS namun bangkit untuk mengadvokasi para wanita yang mengalami nasib serupa.

Komunitas Yazidi menolak perkawinan campur dengan non-Yazidi, sehingga anak-anak hasil pemerkosaan para milisi ISIS tak pernah bisa diterima di komunitas tersebut.

Pemimpin spiritual Yazidi, Babashekh Khirto Hadji Ismail, mengeluarkan dekrit pada 2015 yang menyatakan bahwa kaum perempuan yang diperbudak oleh kaum militan akan "dimurnikan" dengan iman mereka tetap utuh. Deklarasi itu memungkinkan para wanita tersebut disambut kembali ke dalam masyarakat Yazidi. Tapi, dekrit itu tidak berlaku bagi anak-anak keturunan ISIS.

Khidr Domary, seorang aktivis Yazidi terkemuka, mengakui bahwa tradisi insular komunitas memerlukan beberapa pembaruan. Dia mengatakan kepemimpinan Yazidi telah menunjukkan fleksibilitas ketika mencoba untuk menangani trauma yang ditinggalkan oleh para milisi ISIS. Menurutnya, para wanita yang jadi korban harus bebas untuk membawa anak-anak dengan ayah biologis milisi ISIS jika mereka mau.

"Tapi, itu tidak bisa termasuk reformasi untuk mengakomodasi hasil kejahatan Daesh," katanya mengacu pada akronim Arab untuk ISIS. Dia mengakui tekanan penolakan dari keluarga dan masyarakat masih kuat untuk menerima anak-anak tersebut.

"Sulit, bahkan bagi ibu, untuk membawa seorang anak untuk tinggal di tengah-tengah kita ketika mungkin ayah Daesh-nya mungkin telah membunuh ratusan dari kita dengan tangannya sendiri, termasuk saudara dari ibu tersebut," katanya.

Umm Maria dibawa tawanan bersama dengan wanita lain pada Agustus 2014, ketika militan menyerbu Sinjar, dekat perbatasan Suriah. Dia akhirnya dibawa ke Suriah sebagai budak seks milisi ISIS, yang dia tahu hanya dengan nama alias Abu Turab.

Pages