22 October 2019

ISIS

Seorang Asisten Profesor Universitas Tertua di Amerika 'Oberlin College' Sebut ISIS Ciptaan Israel

KONFRONTASI -   Seorang asisten profesor di Oberlin College, salah satu universitas tertua di Amerika Serikat (AS), diskors pihak kampus setelah mengungkap bahwa kelompok ISIS diciptakan Israel dan merupakan operasi CIA dan Mossad. Ilmuwan bernama Dr Joy Karega ini dianggap mengumbar materi anti-Semit.

Serangan Turki ke Suriah Untungkan ISIS, Ini Buktinya

Konfrontasi - Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyebut agresi militer Turki sangat menguntungkan ISIS. Pasalnya, sejak serangan itu berlangsung, penjara-penjara berisi anggota ISIS di bagian utara Suriah menjadi tidak terurus.

Aliansi militer yang dimotori milisi Kurdi, YPG tersebut menegaskan bahwa penjagaan penjara ISIS tidak lagi jadi prioritas. SDF terpaksa memusatkan pasukan untuk mempertahankan kota-kota yang mereka kuasai agar tak dicaplok Turki.

Ledakan Bom Mobil Guncang Penjara Tahanan ISIS di Suriah

KONFRONTASI-Bom mobil meledak pada Jumat malam di penjara tahanan ISIS di Kota Hasaka di timur laut Suriah, memaksa pasukan keamanan pimpinan Kurdi Suriah mengirim bala bantuan untuk mencegah kaburnya para tahanan, menurut Observatorium HAM untuk Suriah.

Pejabat Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi (SDF) membenarkan laporan tersebut melalui grup WhatsApp SDF.

Pada Jumat SDF mengatakan lima anggota ISIS membobol penjara di Qamishli setelah penembakan Turki terjadi di dekatnya.

Indonesia dan Belanda Bahas Penanganan Mantan Kombatan dan Simpatisan ISIS di Suriah

KONFRONTASI - Jatuhnya ISIS di Suriah tidak serta menyelesaikan masalah terkait terorisme. Pasalnya mantan kombatan (FTF) dan mantan simpatisan ISIS (Returnis) termasuk wanita dan anak-anak yang tak memiliki tempat pun berusaha kembali ke negara masing-masing. Hal itu pun ditanggapi serius sehingga dibutuhkan pemahaman dan peraturan terkait itu.

Wanita Ahli Senjata Kimia ISIS Diganjar Hukuman Seumur Hidup Penjara

KONFRONTASI-Seorang wanita yang ahli dalam program senjata kimia di kelompok Islamic State atau ISIS dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan Irak. Kementerian Dalam Negeri Irak menjuluki terpidana tersebut sebagai wanita paling berbahaya dari kelompok ISIS.

Direktur Intelijen dan Kontraterorisme di Kementerian Dalam Negeri Irak, Abu Ali al-Basri, mengungkap sosok yang dia sebut wanita paling berbahaya dari kelompok teroris tersebut. Dia adalah Abrar al-Kubaisi.

Dari Rasiame, Hoax, Asing Hingga Isis Di Papua

Oleh: Agustinus R Kambuaya

 

AS Tangkap Pemuda 19 Tahun yang Rencanakan Serangan Atas Nama ISIS

Konfrontasi - Seorang pemuda berusia 19 tahun di New York City, Amerika Serikat (AS) ditangkap karena merencanakan serangan pisau atas nama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pemuda ini bahkan berniat merekam aksinya dalam video dengan harapan bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan serangan serupa.

Pelaku Penyerang di Polsek Wonokromo Terduga ISIS

Konfrontasi - Pria penyerang Polsek Wonokromo terindikasi kelompok ISIS. Hal ini diketahui dari barang bukti berupa lambang tertentu yang ditemukan dalam tas ransel yang dipakai pelaku.

"Ada senjata tajam, celurit, ada ketapel, ada panah ketapel, air soft gun, ada lambang tertentu. Ada tadi yang ditanyakan apakah lambang ISIS, ya itu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Mapolsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (17/8/2019).

PBB Sebut ISIS Masih Kantongi USD300 Juta

KONFRONTASI-Meskipun telah kehilangan wilayah kekuasaan di Suriah dan Irak, namun kekuatan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih ada.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, seperti dilansir Al Araby, Senin (4/8), menyebut ISIS masih memiliki kekayaan senilai USD 300 juta atau setara dengan Rp 4,3 Triliun.

Pengadilan Melbourne Vonis Pembakar Masjid Syiah 16 Tahun Penjara

Konfrontasi - Tiga pendukung kelompok Negara Islam (ISIS) yang membakar sebuah masjid di Melbourne untuk meneror komunitas Muslim Syiah dipenjarakan selama lebih dari 16 tahun. Seorang hakim mengatakan kejahatan mereka dimotivasi oleh kebencian, intoleransi dan kedengkian.

Abdullah Chaarani, 28, Ahmed Mohammed, 26, dan Hatim Moukhaiber, 30, dijatuhi hukuman di Mahkamah Agung Victoria karena terlibat dalam aksi teroris dengan membakar masjid Fawkner pada Desember 2016.

Pages