17 February 2020

Iran

Despair, defiance in Iran after US killing of Qassem Soleimani

KONFRONTASI-When the world rang in the New Year on January 1, Iranians were reeling from the country's worst political unrest in decades. Just weeks before, tens of thousands of people had poured onto the streets across Iranian cities, in an outburst of anger over corruption and hardship as the country's economy buckled under the weight of US-imposed sanctions.

The protests were met with a deadly crackdown by the security forces, leaving many in Iran believing things could not get any worse.

Saudi Coret Iran dari Pertemuan OIC di Jedah

KONFRONTASI-Arab Saudi mencoret delegasi Iran dari pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di Jeddah pada Senin, di mana rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perdamaian Timur Tengah akan dibahas, kata Kementerian Luar Negeri Iran.

Otoritas Arab Saudi tidak mengeluarkan visa bagi partisipan Iran, demikian juru bicara kementerian Abbas Mousavi.

Iran-Kanada Berselisih Perebutkan Kotak Hitam Pesawat Ukraina Airlines

KONFRONTASI-Pemerintah Iran mengatakan pihaknya sudah meminta kepada otoritas Amerika Serikat dan Prancis peralatan untuk mengunduh informasi dari kotak hitam pesawat milik maskapai Ukrania yang jatuh.

Langkah pemerintah Iran itu berpotensi menuai amarah dari negara-negara yang ingin kotak hitam tersebut dianalisa di luar Iran.

Iran Hargai Kepala Trump Rp 42 M, AS: Teroris

KONFRONTASI -   Amerika Serikat akhirnya berkomentar soal tawaran uang hingga US$ 3 juta atau sekita Rp 42 miliar untuk kepala Presiden Donald Trump.

Bahkan Duta Besar AS Robert Wood, yang khusus menangani perlucutan senjata, menilai langkah tersebut tak dibenarkan.

"Konyol dan mendukung nilai-nilai teroris," tulis Reuters mengutip Wood saat bertemu wartawan di Jenewa, Selasa (21/1/2020) waktu setempat.

 

Iran's new Quds leader vows 'manly' revenge for Soleimani killing

KONFRONTASI-The newly appointed commander of Iran's elite Quds Force said the United States killed his predecessor, Qassem Soleimani, "in a cowardly way" and promised to "hit his enemy in a manly fashion".

Esmail Qaani made the remarks on Monday at an introduction ceremony held for him by top Islamic Revolutionary Guard Corps' (IRGC) commanders to mark the formal beginning of his tenure.

Iran akan Seret AS ke Mahkamah Internasional atas Pembunuhan Soleimani

KONFRONTASI-Pemerintah Iran telah menyatakan niatnya untuk mengajukan tuntutan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag. Tuntutan akan diajukan karena militer Amerika membunuh komandan pasukan Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, melalui serangan drone di Baghdad 3 Januari lalu.

Khutbah Jumat Khameni Bikin Donald Trump Panas

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei harus sangat berhati-hati saat berbicara.

Itu disampaikan Trump menyusul kritik pedas Khamenei terhadap Amerika Serikat dalam khotbah Jumatan di Teheran.

"Yang disebut 'Pemimpin Spritual' Iran, yang belum begitu menjadi penguasa, memilik hal buruk untuk dikatakan mengenai Amerika Serikat dan Eropa," cuit Trump di akunnya di Twitter.

Iran Makin Siap Perang, Langgar Batas Uranium Perjanjian Nuklir

KONFRONTASI -  Presiden Iran, Hassan Rouhani, baru-baru ini mengatakan bahwa negaranya saat ini sedang memperkaya uranium pada tingkat yang lebih tinggi.

Setelah ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas, kesepakatan Nuklir tahun 2015 berada di ambang kehancuran.

Rouhani mengklaim sedang memperkaya Uranium sebelum perjanjian nuklir membatasi kegiatan itu.


Sebuah pernyataan yang dilakukan oleh Rouhani ini kemungkinan akan membuat marah pemerintah Trump dan kritik pemerintah.

Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium, Tiga Negara Eropa Dicap Angkat Tangan Ancaman Trump

KONFRONTASI -    Iran saat ini tengah melakukan pengayaan uranium lebih banyak ketimbang yang dilakukannya sebelum Teheran menyepakati perjanjian nuklir dengan negara-negara dunia pada 2015.

Itu seperti diungkapkan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato yang disiarkan televise yang dilansir kantor berita internasional Reuters, Kamis (16/1/2020).

“Kami sedang melakukan pengayaan lebih banyak uranium sebelum kesepakatan dicapai. Tekanan terhadap Iran meningkat tapi kami terus maju,” kata Rouhani.

Iran Desak Negara-negara Timur Tengah Usir Pasukan AS

KONFRONTASI-Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan negara-negara Timur Tengah harus mengusir pasukan militer Amerika Serikat (AS) keluar dari kawasan itu.

"Negara-negara regional harus berjuang untuk mengakhiri kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah dan mengusir penjajah ini," ujar Rouhani seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (14/1/2020).

Rouhani membuat pernyataan itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Suriah yang sedang berkunjung Imad Khamis.

Pages