23 November 2019

Iran

Iran's Rouhani claims victory over unrest and blames foreigners

KONFRONTASI-Iranian President Hassan Rouhani on Wednesday claimed victory over unrest he blamed on foreign enemies, according to state media, after protests over fuel price rises rocked the nation and left scores reported dead.

“The Iranian people have again succeeded in an historic test and shown they will not let enemies benefit from the situation, even though they might have complaints about the country’s management,” Rouhani said in remarks carried by state broadcaster IRIB on its website.

Iran Kecam Dukungan AS Terhadap Aksi Demonstran

KONFRONTASI-- Pemerintah Iran mengecam dukungan pemerintah Amerika Serikat (AS) pada aksi-aksi demo yang diwarnai kerusuhan di Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/11/2019), bahwa pihaknya merespons pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo yang menyampaikan "dukungan untuk sekelompok perusuh di beberapa kota di Iran dan mengutuk dukungan dan komentar ikut campur seperti itu".

Demonstran Iran Tewas Saat Protes Kenaikan BBM

KONFRONTASI-Satu orang tewas di kota Sirjan, Iran, saat unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah yang menjatah dan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 50%.

Pemerintahan Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan pada Jumat (15/11) bahwa harga satu liter BBM naik menjadi 15.000 rial (Rp5.000) dari 10.000 rial (Rp3.300) dan setiap satu mobil pribadi hanya mendapat 60 liter BMM per bulan. Jika beli lebih dari 60 liter maka harganya menjadi 30.000 rial (Rp10.000) per liter.

Iraq's elite rallies around Iran-backed plan to hang on to power

KONFRONTASI-Iraq’s ruling parties appear to have rallied behind a strategy, blessed by Iran, to try to survive a mass anti-government uprising by containing protests on the streets of Baghdad while offering a package of political reforms and elections next year.

But the proposed solution involves keeping in power a ruling elite that Iran has cultivated for years - unlikely to placate protesters who have been demanding the entire caste of politicians be swept aside.

Aku Perempuan Iran

Oleh: Hila Sedighi

 

 

Tanahku, tanah yang menakjubkan di Timur Tengah

Tertanam namamu dalam sejarah orang-orang Kuwait yang abadi

Aku perempuan Iran, Iran adalah bagian darimu

Bersabar dan berbaik hatilah pada anak-anakmu

Aku perempuan Iran dari generasi millennium yang gagah, pantang menyerah

Kami adalah adik Tahmineh, kami juga lahir dari kisah Puran dan Parvin

Aku perempuan dari peradaban Iran

Dilahirkan di Parsi seperti laut

Aku adalah Teluk Persia selamanya

AS Desak Iran Beri Kekebalan Pada Inspektur IAEA

KONFRONTASI- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mendesak Iran memberikan hak-hak dan kekebalan kepada inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Desakan ini datang setelah Iran sempat menahan inspektur IAEA karena dianggap membawa dokumen sensitif.

USGS: Iran Diguncang Gempa Magnitudo 5,8 SR

KONFRONTASI -  Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang barat laut Iran pada Jumat pagi, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Gempa terjadi pukul 02.17 waktu setempat. Kantor Berita Iran, IRNA, melaporkan getaran akibat gempa relatif kuat dan menyebabkan kepanikan di masyarakat yang berhamburan keluar dari rumah mereka.

Iran Minta AS Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Twitter pada Jumat (1/11) mengatakan bahwa sanksi baru Amerika Serikat yang dikenakan pada Teheran menunjukkan kegagalan kebijakan Washington. Menurutnya, AS harus kembali ke perjanjian nuklir tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar.

"Daripada menggali lebih dalam, AS harus meninggalkan kebijakan yang gagal dan kembali ke #JCPOA (kesepakatan nuklir 2015)," ujar Zarif dalam cicitannya.

Israel Siaga Penuh Hadapi Kemungkinan Serangan Rudal Jarak Jauh Iran

KONFRONTASI-Israel sedang siaga tinggi menghadapi kemungkinan diserang rudal jelajah atau pun pesawat tak berawak (drone) bersenjata langsung oleh Teheran. Kemungkinan serangan itu sebagai respons atas serangan baru-baru ini terhadap proksi regional Iran yang diduga kuat dilakukan rezim Zionis.

Kondisi Tel Aviv yang siaga tinggi itu dilaporkan Army Radio pada Selasa malam.

Tidak seperti rudal balistik yang biasanya terbang melalui busur tinggi dalam perjalanan ke target, rudal jelajah dan drone terbang di ketinggian rendah yang membuat mereka lebih sulit untuk dideteksi.

Laporan radio yang mengutip sumber-sumber pemerintah Israel itu mengatakan Pasukan Keamanan Israel (IDF) sudah siaga tinggi untuk kemungkinan itu dan kabinet keamanan akan bersidang untuk pertemuan yang tidak direncanakan Selasa depan dengan latar belakang ketegangan dengan Republik Islam Iran.

Ini akan menjadi yang kedua kalinya pada bulan ini bahwa kabinet keamanan tingkat tinggi bersiap untuk bersidang. Pada 6 Oktober, para anggota kabinet berkumpul di tengah peringatan samar oleh para pemimpin Israel tentang ancaman keamanan yang meningkat dari Iran. Pertemuan itu berlangsung selama hampir enam jam.

Selama pertemuan itu, para menteri membahas proposal—didorong oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu—untuk proyek senilai NIS1 miliar (USD290 juta) untuk meningkatkan pertahanan udara Israel yang akan menempatkan fokus khusus pada mempertahankan negara terhadap serangan rudal jelajah.

Channel 12 pada saat itu mengutip pejabat anonim yang percaya bahwa Teheran telah mempublikasikan informasi tentang rencana untuk membunuh Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, sebagai alasan untuk menyerang Israel. Rencana itu dilaporkan telah digagalkan oleh pihak yang disebut media tersebut dengan sebutan "Israel-Arab" 

Baik Netanyahu dan Presiden Reuven Rivlin telah menyebutkan kebutuhan keamanan penting dalam beberapa hari terakhir karena mereka menyerukan pembentukan pemerintah persatuan luas setelah pemilu 17 September.

Iran diduga telah meningkatkan aktivitas dan serangan pesawat tak berawaknya dalam beberapa bulan terakhir. IDF mengatakan, pada Agustus lalu jet tempur Israel melakukan serangan udara di Suriah untuk menggagalkan serangan yang direncanakan terhadap negara Yahudi oleh para milisi pro-Iran dengan pesawat nirawak bersenjata.

Militer Israel mengatakan serangannya menargetkan operasi dari Pasukan Quds IRGC serta milisi Syiah yang telah merencanakan untuk mengirimkan drone tempur "kamikaze" yang dipersenjatai bahan peledak ke Israel.

Pada bulan September, serangan rudal jelajah dan pesawat tak berawak ke fasilitas minyak Arab Saudi menghancurkan setengah produksi minyak kerajaan. Meskipun pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Arab Saudi telah menyalahkan Iran sebagai penyebab serangan itu.

Laporan Channel 12 lebih lanjut mengatakan bahwa pejabat pertahanan Israel telah mempelajari senjata yang digunakan dalam serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Mereka menyimpulkan bahwa serangan serupa oleh Iran bisa dilakukan terhadap Israel, dan jika itu terjadi, kemungkinan serangan akan diluncurkan dari Irak barat, di mana ada kehadiran milisi pro-Iran yang kuat di sana.

Iran secara teratur mengancam Israel, memandang negara itu sebagai musuh yang kuat yang bersekutu dengan Amerika Serikat dan negara-negara Sunni di kawasan itu yang anti-Teheran dan ambisi nuklirnya.

Israel juga telah menggagalkan operasi Iran di Suriah di mana para pasukan dan milisi Hizbullah Lebanon—sekutu Iran—telah bertempur bersama pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Assad sejak 2011.

Israel sendiri telah bersumpah untuk mencegah milisi proksi regional Iran untuk memperoleh senjata canggih yang akan digunakan terhadap negara Yahudi dan telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah yang diklaim untuk mencegah pengiriman senjata dan untuk menghentikan perambahan militer Iran di negara itu.

Iran Siap Lakukan Pertukaran Tahanan, AS Masih Bungkam

KONFRONTASI-Iran mengatakan telah memberikan daftar tahanan yang ingin dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan AS. Namun pejabat-pejabat AS masih belum memberi tanggapan jelas, lapor VOA, Selasa (22/10/2019).

Berbicara pada wartawan di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan pihaknya telah memberikan daftar nama orang Iran yang ditahan AS dan siap ditukar dengan orang AS yang mereka tahan. Mousavi tidak merinci siapa saja yang ada dalam daftar itu atau bagaimana ia menyerahkan daftar itu ke Washington.

Pages