12 November 2019

Irak

Kedubes AS di Irak Kecam Kekerasan Terhadap Demonstran

KONFRONTASI-Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad mengecam pembunuhan dan penculikan para pengunjuk rasa yang tidak bersenjata oleh pasukan keamanan dan mendesak para pemimpin Irak untuk segera terlibat dengan ribuan orang yang melakukan protes terhadap pemerintah.

"Kami menyayangkan pembunuhan dan penculikan (terhadap) pemrotes tak bersenjata, mengancam kebebasan menyampaikan pendapat dan siklus kekerasan yang terjadi. Warga Irak harus bebas menentukan pilihannya mengenai masa depan bangsa," demikian bunyi pernyataan itu.

Demonstran Banjiri Baghdad, Tuntut Seluruh Elit Politik Mundur

KONFRONTASI-Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah berkumpul di pusat Baghdad pada Senin (4/11). Mereka mengabaikan himbauan Perdana Menteri (PM) Adel Abdul Mahdi agar demonstran berhenti berunjuk rasa karena merugikan ekonomi hingga miliaran dolar serta mengganggu kehidupan sehari-hari.

Demonstran memecah hampir dua tahun kondisi yang relatif stabil di Irak sejak 1 Oktober lalu. Lebih dari 250 orang telah tewas sejak unjuk rasa pecah di negara itu.

42 Orang Tewas Dalam Demo Anti-pemerintah di Irak

KONFRONTASI-Korban tewas dalam unjuk rasa antipemerintah yang kembali muncul di Irak bertambah menjadi 42 orang. Dalam menangani unjuk rasa, pasukan keamanan Irak dilaporkan menembakkan gas air mata dan peluru tajam.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (26/10/2019), unjuk rasa ini merupakan fase kedua dari gerakan antipemerintah, yang pada awal Oktober lalu digelar selama sepekan dan menewaskan sedikitnya 157 orang. Unjuk rasa kembali berlanjut sejak pekan ini dan berujung bentrokan pada Jumat (25/10) waktu setempat.

Irak Diguncang Demo, Ini Respon AS

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) menyatakan mendukung penuh atas apa yang dilakukan pemerintah Irak dalam merespon aksi demonstrasi di negara itu. Dukungan itu disampaikan dalam pembicaraan antara Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Kantor Perdana Menteri Irak menuturkan, dalam pembicaraan melalui sambungan telepon itu, Abdul Mahdi memberikan pembaruan informasi kepada Pompeo mengenai situasi di Irak.

Demonstrasi di Irak Telan Puluhan Korban Jiwa

KONFRONTASI-Komisi HAM Parlemen Irak menuturkan bahwa jumlah korban tewas akibat demonstrasi yang berujung kerusuhan di negara itu menembus angka 70 orang. Total, sejauh ini jumlah korban tewas mencapai 73 orang.

"Lebih dari 3.000 orang juga terluka sejak protes terhadap pengangguran kronis, pelayanan publik yang buruk, dan korupsi yang meluas meletus di Ibu Kota Baghdad pada Selasa," kata komisi itu.

Wanita Ahli Senjata Kimia ISIS Diganjar Hukuman Seumur Hidup Penjara

KONFRONTASI-Seorang wanita yang ahli dalam program senjata kimia di kelompok Islamic State atau ISIS dihukum penjara seumur hidup oleh pengadilan Irak. Kementerian Dalam Negeri Irak menjuluki terpidana tersebut sebagai wanita paling berbahaya dari kelompok ISIS.

Direktur Intelijen dan Kontraterorisme di Kementerian Dalam Negeri Irak, Abu Ali al-Basri, mengungkap sosok yang dia sebut wanita paling berbahaya dari kelompok teroris tersebut. Dia adalah Abrar al-Kubaisi.

Dipenjara Karena Berzina, Perempuan Irak Ditembak Suami Saat Bebas dari Tahanan

KONFRONTASI-Seorang suami di wilayah Kurdistan, Irak, menembak mati istrinya yang baru-baru ini dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara 1,5 tahun karena berzina. Korban ditembak di luar pengadilan perceraian.

Ketika wanita itu keluar dari penjara, dia dan suaminya sepakat bercerai di pengadilan. Identitas korban dan pelaku penembakan belum diungkap pihak berwenang.

Bahrain Perintahkan Warganya Hengkang dari Irak dan Iran

KONFRONTASI-Pemerintah Bahrain telah memerintahkan warganya yang berada di Iran dan Irak agar segera hengkang dari kedua negara tersebut. Perintah itu dikeluarkan pada saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat.

Dalam keterangan yang dirilis pada Sabtu (18/5), Kementerian Luar Negeri Bahrain tak mengungkap secara detail mengapa warganya harus meninggalkan Iran dan Irak. Ia hanya mengatakan bahwa keadaan regional tak stabil dan adanya potensi ancaman.

Yazidi Tolak Anak-anak Hasil Perkosaan ISIS

Seorang ibu dan anak-anak komunitas Yazidi Irak yang melarikan diri dari kekejaman ISIS. [Foto/REUTERS]

KONFRONTASI-Dewan Spiritual Tertinggi Yazidi di Irak mengumumkan bahwa mereka tidak akan menerima anak-anak yang dilahirkan wanita akibat diperkosa oleh para militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pengumuman ini seperti menjadi revisi dari pernyataan sebelumnya bahwa komunitas itu akan menerima semua korban ISIS yang selamat.

Ulama Irak Minta AS Tak Ciptakan Krisis Baru

KONFRONTASI-Pemimpin Gerakan Kebijakan Nasional Irak, dalam reaksi terhadap tindakan Amerika Serikat membidik Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris, memperingatkan AS agar tidak menciptakan krisis baru dengan tindakan tanpa berpikir.

Ammar Hakim mendesak semua pihak agar menempuh jalan yang beradab untuk menyelesaikan masalah melalui perundingan.

Ia memperingatkan AS agar tidak menciptakan krisis baru yang membahayakan kestabilan dan keamanan semua negara di wilayah tersebut.

Pages