12 November 2019

Investasi

Pemerintah Revisi DNI, Menko Airlangga rancang daftar positif investasi

KONFRONTASI -    Pemerintah segera merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016 tentang  Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Daftar ini sering disebut Daftar Negatif Investasi (DNI).

Ria Ricis: Jadi Ibu Kos Sekarang

Konfrontasi - Youtuber muda Ria Ricis menginvestasikan penghasilannya untuk membuat kos-kosan bernuansa hotel. Bangunan tersebut saat ini diakui masih dalam proses.

"Alhamdulillah kalau invest alhamdulillah kemarin udah ada tanah di Bintaro, alhamdulillah. Terus juga alhamdulillah ada kos-kosan juga loh dideket rumahnya Ricis," sahutnya saat ditemui di kediamannya, kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Kos-kosan tersebut terdiri dari delapan kamar dan berada tepat berdekatan dengan rumah Ricis. 

Revisi UU KPK Dikhawatirkan Hambat Investasi

KONFRONTASI-Peneliti senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengkhawatirkan disahkannya revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi akan menjadi polemik berkepanjangan yang mengganggu iklim investasi.

Menurut Enny, dalam diskusi di Jakarta, Rabu, belum terdapat urgensi yang mendesak agar UU KPK direvisi. Dirinya mempertanyakan beberapa perubahan dari total tujuh perubahan di UU KPK yakni keharusan kepemilikan izin dari Dewan Pengawas kepada KPK sebelum melakukan penyadapan.

Pesan Warren Buffet: Investasi Jangan Latah Ikut-ikutan Orang Lain

KONFRONTASI-Investasi merupakan sesuatu yang sensitif. Setiap individu memiliki keputusan yang berbeda, tidak semuanya bisa disamaratakan. Untuk itu, bapak investor dunia, Warren Buffett menuturkan, jangan berinvestasi karena pendapat atau pikiran orang lain.

Keputusan dalam sekuritas itu sifatnya individu, semakin banyak pendapat orang lain yang Anda terima, akan semakin bingung dan tidak bulat keputusan yang Anda miliki.

Tak Satupun Perusahaan yang Mau Relokasi Bisnisnya ke Indonesia, Kenapa?

KONFRONTASI-Dalam dua bulan terakhir, tidak ada satupun dari 33 perusahaan yang mau merelokasi bisnisnya dari China ke Indonesia. Sebanyak 23 perusahaan tersebut pindah ke Vietnam, dan 10 lainnya pindah ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

Informasi ini didapat oleh Presiden RI Joko Widodo dari laporan kantor perwakilan Bank Dunia di Indonesia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, peristiwa relokasi perusahaan luar negeri yang berujung enggan masuk ke RI bukan hanya terjadi saat ini.

Gubernur The Fed Sebut Perang Dagang AS-China Bebani Keputusan Investasi

Konfrontasi - Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa perang perdagangan antara Tiongkok dan AS membebani keputusan investasi perusahaan.

"Saya pikir itu adalah sebuah ketidakpastian. Perang tarif pada perdagangan kedua negara menyebabkan beberapa perusahaan menahan investasi sekarang," kata Jerome Powell di Swiss, Jumat (6/8/2019).

Investor Tak Lirik Indonesia, Jokowi Bisa Apa?

KONFRINTASI-Paparan Bank Dunia di depan pemerintah menyebutkan 33 negara yang hengkang dari China sama sekali tak melirik Indonesia sebagai tempat relokasi. Hal ini karena Indonesia dinilai terlalu sulit dan lama dalam proses perizinan usaha sehingga dianggap kurang menarik dengan investor.

Tanpa Suntikan Modal Asing, Unicorn Tak akan Pernah Ada di Indonesia

KONFRONTASI-Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia (ADEI) mengakui bahwa aliran dana asing menjadi salah satu penopang pertumbuhan bagi perusahaan unicorn di Indonesia seperti Gojek dan Tokopedia. Sebab, tanpa adanya suntikan modal asing kedua perusahaan tersebut bukanlah apa-apa.

"Kalau tidak dibuka untuk investor asing masuk ya unicorn tidak pernah ada di Indonesia yang ada hanya startup," kata salah satu Perwakilan ADEI, Suherman Widjaja, saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/8).

Currency War China vs AS, Investor Disarankan Bersikap Defensif

KONFRONTASI-Investor perlu bersikap defensif dalam menghadapi makin memburuknya hubungan Amerika Serikat (AS) dan China yang dapat memberikan sentimen negatif bagi pasar modal. Demikian disarankan Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonomi Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat.

Sebab itu, investor direkomendasikan untuk memilih instrumen-instrumen investasi yang aman dari volatilitas dan tingkat risiko yang lebih rendah.

Jokowi dan Realisasi Investasi Memacu Pertumbuhan Ekonomi: Mungkinkah?

 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja merilis data investasipada triwulan II 2019 yang mencapai Rp 200,5 triliun. Pencapaian ini meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pages