24 February 2020

Internet

Gara-gara Corona, Smartfren Tunda Uji Coba Jaringan 5G

KONFRONTASI-Operator seluler Smartfren memundurkan uji coba jaringan 5G untuk konsumen yang semula dijadwal pada awal tahun ini karena mereka menggunakan perangkat dari perusahaan China ZTE, serta bertepatan dengan wabah virus corona (COVID-19).

“Kemarin kami sudah mau uji coba 5G, cuma karena peralatan kami dari ZTE. Karena ada virus corona, kami terpaksa jadwal ulang, supaya lebih aman,” ujar Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra, usai konferensi pers “WOW Concert 2020” di Jakarta, Selasa.

Qualcomm Tertarik Dukung Pengembangan 5G di Indonesia

KONFRONTASI-Perusahaan teknologi global Qualcomm menyatakan ketertarikannya untuk untuk mendukung pengembangan teknologi 5G di Indonesia.

Hal itu diungkapkan President Qualcomm Cristiano Amon saat pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate di sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss.

Rusia Bakal Batasi Akses Internet Global, Kebebasan Makin Terkekang

KONFRONTASI- - Pemerintah Rusia mengumumkan negaranya telah berhasil menguji alternatif di seluruh dunia untuk internet global. Rincian tes yang terlibat tidak jelas, tapi menurut Departemen Komunikasinya, pengguna biasa tidak melihat adanya perubahan.

Inisiatif ini melibatkan pambatasan titik-titik di mana jaringan dari versi Rusia terhubung ke mitra globalnya, memberikan pemerintah lebih banyak kontrol atas apa yang dapat diakses warga negaranya. Nantinya negara menerima layanan web asing melalui kabel bawah laut atau node, yakni titik koneksi di mana data ditransmisikan ke dan dari jaringan komunikasi negara lain. Ini perlu diblokir atau setidaknya diatur.

Bagaimana cara kerja internet domestik? Sebagaimana dilansir dari laman BBC News, Kamis (26/12/2019), internet tersebut akan membutuhkan kerja sama Internet Service Provider (ISP) dalam negeri dan akan jauh lebih mudah untuk dicapai jika hanya ada segelintir perusahaan milik negara yang terlibat. Semakin banyak jaringan dan koneksi yang dimiliki suatu negara, maka semakin sulit untuk mengontrol akses.

Di Iran, Jaringan Informasi Nasional memungkinkan akses ke layanan web sambil mengawasi semua konten di jaringan dan membatasi informasi eksternal, dan itu diijalankan oleh perusahaan telekomunikasi milik pemerintah Iran. Salah satu manfaat mengubah secara efektif semua akses internet menjadi "taman bertembok" yang dikontrol pemerintah adalah jaringan privat virtual (VPN) yang sering digunakan untuk menghindari blok tidak akan berfungsi.

Contoh lain dari ini adalah apa yang disebut Great Firewall of China. Ini memblokir akses ke banyak layanan internet asing yang pada gilirannya telah membantu beberapa raksasa teknologi dalam negeri membangun diri.

Rusia sudah menjadi juara teknologi sendiri, seperti Yandex dan Mail.Ru, tetapi perusahaan lokal lain juga mungkin mendapat manfaat. Negara itu juga berencana untuk membuat Wikipedia sendiri dan politisi telah mengesahkan undang-undang yang melarang penjualan ponsel cerdas yang tidak memiliki perangkat lunak Rusia yang sudah diinstal sebelumnya.

Google Rilis 3 Hal yang Sering Dicari Orang Indonesia

Konfrontasi - Google baru-baru ini merilis laporan, mengenai tren pola konsumsi masyarakat Indonesia dari berbagai industri sepanjang tahun 2019. Laporan yang mereka buat kali kedua ini, secara khusus ditujukan untuk industri dan merek.

3 Alasan Indonesia Belum Adopsi Teknologi 5G

KONFRONTASI-Jaringan generasi terbaru 5G sedang menjadi perbincangan di bidang telekomunikasi dunia, beberapa negara bahkan sudah menggelar jaringan tersebut untuk konsumen.

"5G ini merupakan suatu revolusi, perubahan yang fundamental dari kehidupan digital," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, ditemui di acara Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama Fresh Graduate Academy dan Vocational School Graduate Academy, Digital Talent Scholarship Tahun 2020 di Jakarta, Selasa.

Regulasi 5G Masih Dikaji, Indosat Fokus Kembangkan 4G

KONFRONTASI-Teknologi 5G belum resmi melenggang di Indonesia karena saat ini pemerintah makasih mengkajinya. Kondisi ini yang membuat Indosat Ooredoo lebih memilih fokus pada pengembangan 4G.

Indosat Ooredoo sendiri sebelumnya sudah melakukan pengujian terhadap teknologi jaringan generasi kelima tersebut. Dengan menggandeng Ericsson, Indosat Ooredoo menjajal dua demo, yaitu test bed untuk 5G dan 3D-AR (Augmented Reality).

Qualcomm Tak Masukkan Indonesia Dalam Peta Jalan 5G Dunia, Alasannya?

KONFRONTASI- Belum lama ini, Qualcomm mengumumkan peta jalan visual yang memprediksi kapan negara di seluruh dunia dapat menghadirkan 5G. Dalam peta itu, juga diprediksi kesiapan setiap negara menyambut jaringan teknologi kelima, termasuk di negara-negara berkembang di Asia.

Namun dari negara-negara Asia tersebut, Qualcomm hanya menyebutkan Singapura, Sri Lanka, dan Kamboja, yang akan memiliki 5G pada 2021 mendatang. Sayangnya, Indonesia tidak disebutkan dalam daftar itu.

5G Baru Nongol, China Sudah Riset 6G

KONFRONTASI-China resmi memulai riset untuk jaringan 6G, meski saat ini masih belum banyak negara yang mengadopsi jaringan 5G.

Reuters melansir, pemerintah China dan sejumlah lembaga riset sudah bertemu untuk membicarakan penelitian 6G dan grup pengembangan.

Kabar rencana riset 6G ini muncul beberapa hari setelah tiga operator seluler di China mengeluarkan layanan 5G untuk lingkup nasional. Semula China berencana mengeluarkan internet ulta-cepat 5G pada 2020, namun, dipercepat setelah hubungan dengan AS memanas.

Siapkan Teknologi 5G, Smartfren Sebar Ribuan Small Cell di Pulau Jawa dan Sumatera

Konfrontasi - Smartfren tengah menyiapkan teknologi seluler berbasis 5G. Saat ini, Smartfren bahkan telah memasang ribuan Small Cell sebagai salah satu piranti pengembangan teknologi telekomunikasi generasi kelima tersebut.

Ribuan Small Cell tersebut telah terpasang di wilayah Jawa dan Sumatera. Sesuai namanya, alat pemancar signal ini memiliki ukuran kecil.

Adopsi 5G, Indonesia Perlu Benahi 3 Sektor

KONFRONTASI- Era jaringan 5G menawarkan potensi pertambahan pendapatan bagi operator seluler, namun, sebelum benar-benar mengadopsi jaringan tersebut, negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia harus menyiapkan tiga hal penting mulai dari spektrum hingga penggunaannya.

Pages