24 May 2018

inggris

Giliran Rusia Usir 23 Diplomat Inggris

KONFRONTASI-Para karyawan kedutaan besar Inggris berkumpul di beberapa tempat di kedutaan itu di Moskow hari ini menjelang batas waktu yang ditetapkan Rusia bagi 23 diplomat untuk pergi sebagai balasan atas pengusiran 23 diplomat Rusia oleh London dalam perselisihan mata-mata.

Kamerawan Reuters melihat orang-orang memeluk kolega mereka menjelang batas waktu bagi meninggalkan Rusia di mana kendaraan-kendaraan dipersiapkan di halaman kedutaan Inggris.

Soal Kematian Eks Mata-mata, Menlu Inggris: Penyangkalan Rusia Makin Absurd

KONFRONTASI- "Rusia salah telah membantah bertanggung jawab atas serangan gas saraf terhadap seorang mantan agen ganda Rusia di bumi Inggris pada 4 Maret," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson seperti dikutip Reuters.

"Penyangkalan Rusia semakin absurd," kata Johnson kepada wartawan begitu tiba di Brussels guna menghadiri pertemuan dengan timpalan-timpalannya di Uni Eropa.

Dalam pertemuan itu, Johnson akan membeberkan insiden peracunan itu kepada para mitranya di Uni Eropa.

Boris Murka Usai Rusia Usir 23 Diplomat London

Konfrontasi - Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengaku marah dengan keputusan Rusia yang mengusir 23 diplomat Inggris. Pengusiran tersebut merupakan respon Rusia atas tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Inggris.

Johnson menuturkan, apa yang dilakukan oleh Moskow hanya akan merugikan diri mereka, khususnya merugikan warga Rusia yang berada di Inggris. Mantan Walikota London itu menyebut, pihaknya bisa saja mengusir semua warga Rusia yang berada di Inggris sebagai responn atas keputusan tersebut.

Inggris dan AS Geger, Puluhan Juta Profil Facebook Dimanipulasi untuk Trump

Konfrontasi - Sebuah perusahaan penganalisis data yang bekerja untuk Tim Sukses Donald Trump pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016 dan kampanye memenangkan Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, diketahui telah memanen jutaan profil pengguna Facebook yang menjadi pemilih Amerika Serikat pada Pemilu 2016.

The Guardian menyebut skandal ini sebagai salah satu pembobolan data terbesar perusahaan raksasa IT tersebut yang hasilnya dimanfaatkan untuk membuat program software canggih yang bisa memprediksi dan mempengaruhi pilihan orang di kotak suara Pemilu.

Seorang whistleblower mengungkapkan kepada surat kabar Inggris The Observer mengenai bagaimana perusahaan bernama Cambridge Analytica yang dimiliki miliarder pengelola dana Robert Mercer dan dikepalai mantan penasihat utam Trump bernama Steve Bannon itu memanfaatkan informasi pribadi yang didapat tanpa izin pada awal 2014 untuk membangun sistem yang bisa memprofilkan para pemilih AS sehingga menjadi sasaran iklan politik pribadi tim sukses Trump.

Christopher Wylie, yang bekerja untuk Universitas Cambridge guna mendapatkan data itu berkata kepada The Observer: "Kami mengeksploitasi Facebook untuk memanen jutaan profil orang. Dan membangun model-model untuk mengeksploitasi apa yang kami ketahui soal profil-profil itu dan membidik lingkaran terdalam profil-profil itu.  Itu adalah basis yang sepenuhnya dibangun perusahaan itu."

Dokumen-dokumen yang diperlihatkan kepada Observer yang kemudian dibenarkan Facebook, menunjukkan bahwa pada akhir 2015 perusahaan analisis data itu telah memanen data dalam jumlah tak terkira. Saat itu perusahaan itu tidak mewanti-wanti pengguna dan hanya mengambil langkah seperlunya untuk mengamankan informasi pribadi milik 50 juta orang.

New York Times melaporkan bahwa salinan data yang dipanen Cambridge Analytica masih bisa ditemukan secara online, bahkan tim reportase mereka mendapati data mentahnya.

Rusia akan Usir 23 Diplomat Inggris

Konfrontasi - Pemerintah Rusia, pada Sabtu (17/3/2018), mengumumkan akan mengusir 23 diplomat Inggris dari negara tersebut. Ini merupakan balasan Moskow terhadap London yang baru-baru ini memutuskan mengusir 23 diplomat Rusia.

Seperti dilaporkan laman the Independent, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan 23 diplomat Inggris harus meninggalkan Rusia dalam waktu sepekan. Sesaat sebelum pengumuman tersebut dirilis, Kementerian Luar Negeri Rusia telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia Laurie Bristow.

Soal Kematian Agen Ganda, Rusia Kecam Pernyataan Menhan Inggris

KONFRONTASI - Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov pada Kamis (15/3/2018) menanggapi komentar menteri pertahanan Inggris, yang menuding Moskow terlibat dalam kematian mantan agen ganda asal Rusia, Sergei Skripal.

"Retorika yang ditunjukkan hari ini oleh Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson luar biasa, karena tingkat impotensi intelektualnya yang ekstrem," kata Konashenkov seperti dilansir televisi RT.

Rusia Bersumpah akan Balas Perlakuan Inggris

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia

Buntut Kematian Agen Ganda, Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

KONFRONTASI-Inggris akan mengusir 23 diplomat Rusia sebagai tindakan atas serangan racun saraf terhadap seorang bekas agen ganda Rusia di Inggris selatan, kata Perdana Menteri Theresa May pada Rabu.

PM Inggris menambahkan bahwa tindakan tersebut adalah pengusiran terbesar dalam satu perkara dalam 30 tahun belakangan.

Bunuh Mantan Mata-mata dengan Racun Saraf, Rusia Dianggap Langgar Hukum Internasional

KONFRONTASI-Inggris menyebut Rusia telah melanggar hukum internasional karena telah menggunakan zat saraf kelas militer untuk membunuh bekas mata-mata Kremlin. Inggris menilai aksi tersebut adalah peringatan bagi dunia internasional.

"Dewan dan Majelis Umum PBB telah mengecam pelanggaran hukum internasional oleh Rusia dengan keteraturan yang mengkhawatirkan. Perilaku cerobohnya adalah penghinaan terhadap badan ini," kata Dubes Inggris Julian Braithwaite di Dewan HAM PBB seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/3/2018).

Meninggal di Usia 76 Tahun, Stephen Hawking Fisikiawan Inggris yang Tak Percaya Tuhan dan Surga

Konfrontasi - Fisikawan ternama asal Inggris, Stephen Hawking meninggal di usia 76 tahun. Semasa hidupnya, salah satu pemikiran kontroversial Hawking adalah tentang agama dan Tuhan. 

Dalam bukunya yang paling laku 'In A Brief History of Time', Stephen Hawking tidak memungkiri kemungkinan ada peran Tuhan dalam penciptaan dunia. Buku itu ditulis di tahun 1988. 

"Jika kita memenemukan teori yang lengkap, itu akan jadi kemenangan tertinggi manusia karena dengan demikian kita tahu isi pikiran Tuhan," tulisnya seperti dilansir The Telegraph. 

Pada bukunya 'The Grand Design' yang diterbitkan pada 2010, Hawking mengklaim bahwa tidak perlu kekuatan ilahi yang bisa menjelaskan terciptanya semesta. 

"Tidak perlu meminta Tuhan untuk mengatur bagaimana alam semesta bekerja," ungkap Hawking.

Dalam wawancara dengan El Mundo, Hawking ditanya soal pendapatnya tentang Tuhan yang terungkap dalam 2 bukunya. Dalam jawabannya, Hawking juga menyatakan bahwa dia adalah seorang ateis. 

"Sebelum kita memahami ilmu pengetahuan, wajar saja untuk percaya Tuhan menciptakan alam semesta. Namun saat ini, ilmu pengetahuan menawarkan penjelasan yang lebih meyakinkan. Yang saya maksud soal 'kita akan tahu isi pikiran Tuhan' adalah kita bisa mengetahui semua yang Tuhan ketahui, apabila ada Tuhan. Yang sebenarnya (Tuhan) tidak ada. Saya adalah seorang ateis," jawab Hawking. 

Hawking meninggal dunia di usia 76 tahun di rumahnya, Oxford, Inggris. Kabar soal meninggalnya Hawking ini disampaikan oleh keluarga.

Pages