21 February 2020

India

Sulit dapat Jodoh Karena bErtubuh Mungil, Pria Ini Curhat Pada Hakim

KONFRONTASI-Seorang hakim di kota Kairana, India menerima keluhan tak biasa dari seorang pria bernama Azim Mansoori (26).

Pria dengan tinggi tubuh di bawah rata-rata (76 sentimeter) itu meminta bantuan pak hakim agar mencarikannya jodoh.

Dikutip dari laman India Times, Sabtu (4/5/2019) Azim merasa putus asa lantaran pihak keluarga tidak membantunya. Dengan tinggi di bawah rata-rata seperti anak Sekolah Dasar juga membuatnya tak percaya diri.

Belasan Siswa di India Bunuh Diri Gara-gara Ujian Sekolah

KONFRONTASI-Setidaknya 19 siswa di India melakukan bunuh diri dalam dua minggu terakhir karena hasil ujian menengah yang kontroversial. Peristiwa ini pun memicu aksi protes dari para orang tua murid.

Ratusan orang tua memprotes sistem penilaian dan evaluasi makalah ujian untuk siswa kelas 12 di negara bagian Telangana, India. Mereka mengatakan sistem tersebut telah membuat siswa mendapat nilai yang salah dan, dalam banyak kasus, gagal dalam ujian.

Ranjau Darat Tewaskan 15 Polisi India

KONFRONTASI-Tersangka gerilyawan sayap-kiri menewaskan sedikitnya 15 polisi dan seorang pengemudi sipil dalam serangan ranjau darat terhadap dua kendaraan personel keamanan pada Rabu di Negara Bagian Maharashtra, India Barat, kata polisi.

Ledakan tersebut terjadi saat negara bagian itu merayakan hari pendiriannya.

Olah Plastik Jadi Aspal, Menko Kemaritiman: Belajar dari India

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia tengah belajar dari negara kain sari, India, dalam hal pembuatan aspal dengan bahan baku utama limbah plastik. Upaya ini dilakukan pemerintah untuk mengurangi limbah plastik yang mengapung di laut dengan mengolahnya menjadi barang reuse dan recycle.

Pakistan Peringatkan India, Pembelian S-400 Hanya akan Perburuk Stabilitas Kawasan

KONFRONTASI-Pakistan merasa jengkel dengan kesepakatan pembelian sistem pertahanan udara S-400 senilai USD5,43 miliar yang diteken India dengan Rusia pada tahun lalu. Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Shah Mohammed Qureshi menggambarkan S-400 sebagai sistem senjata tidak stabil yang dapat mempengaruhi stabilitas strategis kawasan itu.

Qureshi pun menyerukan kekuatan global untuk "memperhatikan" tanggung jawab mereka dalam hal pasokan senjata ke wilayah tersebut.

"Pengenalan sistem senjata destabilisasi baru, seperti sistem rudal anti-balistik S-400, dapat lebih jauh menekankan tantangan pada stabilitas strategis. Mereka dapat mendorong bencana, di bawah rasa aman yang palsu," kata Qureshi seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (11/4/2019).

Oktober lalu, India menandatangani kontrak pertahanan senilai USD5,43 miliar dengan Rusia untuk membeli lima sistem pertahanan udara S-400 meskipun ada ancaman sanksi AS. Pengiriman sistem S-400 pertama kemungkinan akan terjadi pada tahun 2020.

Pakistan segera bereaksi dengan mengklaim bahwa pembelian itu adalah bagian dari upaya India untuk memperoleh Sistem Pertahanan Rudal Balistik (BMD) melalui berbagai sumber. Pakistan menambahkan bahwa langkah itu dapat mengacaukan stabilitas strategis di Asia Selatan.

India membantah tuduhan itu, menganggap pembelian itu perlu untuk keamanan nasionalnya.

Menurut Qureshi, akuisisi besar-besaran senjata konvensional oleh India yang digabungkan dengan doktrin ofensif, seperti Cold Start, dan perluasan aset strategisnya, termasuk kapal selam nuklir, merupakan perkembangan dengan implikasi keamanan serius bagi Pakistan dan kawasan.

Ia juga menyebutkan bahwa tes ASAT baru-baru ini yang dilakukan oleh India pada 27 Maret menimbulkan kekhawatiran di Islamabad. Qureshi memperingatkan masyarakat internasional agar tidak memberikan konsesi dan berbagi teknologi canggih dengan India.

"Pengecualian khusus negara oleh Kelompok Pemasok Nuklir (NSG), telah memiliki implikasi negatif untuk stabilitas strategis di wilayah kami," ujar Qureshi.

Pakistan Tuding Partai Berkuasa di India Kobarkan Histeria Perang

KONFRONTASI-Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyalahkan Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa di India karena "mengobarkan histeria perang" atas klaim bahwa India menjatuhkan satu pesawat F-16 Pakistan dalam kebuntuan pada Februari, dengan menyatakan bahwa kebenaran selalu merupakan kebijakan paling baik.

India-Pakistan Ribut, Afghanistan Kena Getahnya

KONFRONTASI-Pembatasan penggunaan ruang udara di Pakistan akibat ketegangan dengan India telah menyebabkan harga tiket meningkat tajam bagi warga Afghanistan yang pergi ke luar negeri untuk perawatan medis, pendidikan dan bisnis.

Facebook dan Twitter Jadi Ajang Perang Baru India-Pakistan

KONFRONTASI- Hanzala Tayyab, pegiat media sosial dari Pakistan, memimpin perang internet yang melibatkan sekitar 300 ksatria siber ultra-nasionalis melawan India sebagai musuh bebuyutan, dalam pertempuran yang semakin melibatkan raksasa teknologi global seperti Twitter dan Facebook.

Tayyab, 24 tahun, menghabiskan hari-harinya di Facebook dan ruang percakapan WhatsApp mengatur para anggota kelompok Pakistan Cyber Force untuk mempromosikan konten anti-India dan membuatnya viral, termasuk di Twitter tempat dia memiliki lebih 50.000 pengikut.

Mengandung Bakteri, Kementan Musnahkan 6,1 Ton Bibit Jagung dari India

Konfrontasi - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Bandar Udara Soekarno Hatta memusnahkan 6,1 ton benih jagung asal India. Pemusnahan dilakukan karena benih tersebut positif mengandung bakteri yang belum pernah ada di Indonesia dengan kategori Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 bernama Pseudomonas Syrungae Pv Syrungae (PSS).

Dibatasi Hanya 6 Jam Sehari, Gamers PUBG Terkejut

Konfrontasi - Game PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG sedang menjadi perhatian. Tak hanya di Indonesia saja yang mana Majelis Ulama Indonesia mewacanakan fatwa haram game terbitan Tencent tersebut, game tersebut juga sedang menjadi perhatian di India.

Pengguna game PUBG di Negeri Bollywood itu terkejut karena mendapat pembatasan waktu main. Beberapa pengguma PUBG Mobile di India, kaget dibatasi waktu main game tersebut cuma maksimal 6 jam selama sehari.

Pages