23 May 2018

India

LIPI: TKA China Masuk RI, Tapi Ditolak India dan Eropa

KONFRONTASI -  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut melakukan kajian mengenai isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Salah satu temuan LIPI menyebutkan bertambahnya TKA China di Indonesia seiring dengan meningkatnya investasi China di Indonesia.

Badai Debu Tewaskan Sedikitnya 125 Orang di India

KONFRONTASI-Badai debu yang dahsyat dan sambaran petir menewaskan sedikitnya 125 orang di penjuru India.

Negara itu pun, pada Kamis (3/5) bersiap untuk cuaca yang lebih ekstrem.

Awan debu meliputi sejumlah wilayah di utara India hingga menghalangi sinar matahari saat angin dengan embusan 130 kilometer per jam menyapu seluruh negara bagian Uttar Pradesh, Rajasthan dan Punjab, merobohkan rumah, dinding, pepohonan, dan tiang listrik.

Sedikitnya 111 orang tewas, sebagian besar ketika mereka tidur saat dinding dan atap runtuh menimpa mereka.

Hantaman Badai Tewaskan 78 Warga India

KONFRONTASI-Hujan es dan hujan badai merobohkan tiang listrik sekaligus menumbangkan pepohonan akibat badai yang juga menewaskan sedikit-dikitnya 78 orang di India utara dan barat, kata pejabat Pemerintah India, Kamis.

Wanita India Tewas Setelah Dikubur Hidup-hidup Dalam Kotoran Sapi

KONFRONTASI-Seorang wanita di India meninggal setelah dikubur di bawah tumpukan kotoran sapi oleh pawang ular. Wanita itu menjadi korban ritual penyembuhan yang sepenuhnya takhayul.

Korban yang bernama Devendri awalnya sedang mengumpulkan kayu bakar untuk memasak di sebuah pedesaan di India. Namun, dia digigit seekor ular di bagian tangan.

Wanita berusia 35 tahun itu lantas berlari pulang untuk memberi tahu suaminya, Mukesh, yang akhirnya memanggil pawang ular setempat.

Bus Sekolah Diseruduk KA, 13 Bocah Tewas di India

KONFRONTASI-Sebanyak 13 anak dilaporkan tewas dan tujuh anak lainnya cedera setelah satu kereta api (KA) cepat menabrak bus sekolah mereka di satu persimpangan tanpa penjaga di Negara Bagian Uttra Pradesh, India Utara, Kamis.

"Bus sekolah itu sedang membawa 25 siswa Sekolah Umum Teologi. Satu kereta penumpang menabrak kendaraan tersebut, setelah mobil itu terhenti di rel di persimpangan tanpa penjaga. Sebanyak 13 anak meninggal di tempat," kata seorang pejabat perusahaan KA India, sebagaimana dikutip Xinhua.

Kecelakaan itu terjadi pada Kamis pagi di persimpangan kereta Dudhi di Kushinagar, lebih dari 320 kilometer dari Ibu Kota Negara Bagian Uttra Pradesh, Lucknow.

"Jumlah korban jiwa mungkin bertambah ... sebab kondisi sebagian anak yang cedera dikatakan serius di satu rumah sakit pemerintah, tempat mereka segera dibawa oleh warga lokal setelah kecelakaan. Semua anak yang cedera sedang diberi perawatan terbaik yang tersedia," ujar pejabat, yang enggan disebut jati dirinya itu.

Stasiun televisi lokal memperlihatkan tayangan kendaraan warna kuning yang ringsek dan tergeletak di pinggir rel kereta, dan melaporkan kebanyakan korban berusia di bawah 10 tahun.

Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath, yang bergergas ke lokasi kecelakaan bersama para pejabat senior, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi akibat "kecerobohan" pengemudi kendaraan sekolah.

"Ia mengabaikan peringatan penjaga pintu kereta," ujarnya kepada wartawan.

Yogi menimpali, "Penyelidikan awal telah menunjukkan pengemudi van sekolah itu terus mengemudikan kendaraannya ke rel kendati sudah diperingatkan mengenai bahaya yang mengancam karena ada kereta. Ia tidak mempedulikan peringatan, ia memakai alat dengar telinga. Ini adalah kasus kecerobohan murni."

Iran denies drop in India oil imports, predicts rise

KONFRONTASI-Iran’s Ministry of Petroleum has dismissed reports of a decline in oil exports to India, saying the South Asian country’s imports in fact hit an unprecedented record of 700,000 barrels per day (bpd) in April.

“This volume of Iranian oil sales to India is unprecedented,” the ministry said in a statement in reaction to a report by Reuters that India’s shipments from Iran were down 15%.

Pemerintah India Akhirnya Resmikan Hukuman Mati Anak dibawah Umur

Konfrontasi - Pemerintah India, Sabtu (21/4/2018), memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi pemerkosa yang korbannya berusia di bawah 12 tahun.

Langkah ini disepakati kabinet pemerintahan PM Narendra Modi dan sedang dikirim kepada presiden untuk disahkan. Demikian kantor berita Press Trust of India.

Setelah diteken presiden maka aturan baru ini harus mendapat persetujuan parlemen dalam waktu enam bulan sebelum bisa diundangkan.

Rape as a political tool in India

The gruesome rape and murder of an eight-year-old Muslim girl in Kathua district of Indian-administered Kashmir is a chilling reminder of how sexual assault is used as a tool to instil fear among those belonging to the minority communities in India.

Dua Pilar Kuno Taj Mahal Hancur Dihantam Badai

KONFRONTASI-Sebuah badai ganas telah menghancurkan dua pilar kuno di pintu masuk ke Taj Mahal, kata seorang pejabat pada Kamis (12/04), menekankan rapuhnya monumen marmer yang telah berusia berabad-abad tersebut.

Menara-menara batu pasir setinggi empat meter itu telah hancur setelah dilanda angin kencang pada Rabu malam.

"Dua pilar dekoratif ambruk tadi malam di tengah angin berkecepatan tinggi. Satu di di gerbang kerajaan, dan yang lainnya di gerbang selatan," kata seorang pejabat dari Survei Arkeologi India kepada AFP.

Lindungi Sapi dengan Main Hakim Sendiri, 11 Orang di India Dganjar Hukuman Seumur Hidup

KONFRONTASI-Pengadilan India memvonis 11 orang dengan hukuman penjara seumur hidup, setelah membunuh pedagang dengan alasan melindungi sapi.

Pedagang malang itu dicurigai membawa daging sapi, yang dianggap suci oleh beberapa kelompok di India.

Seperti TribunJogja.com kutip dari The New Indian Express, vonis itu diputuskan oleh pengadilan negara bagian Jharkhand.

Para pelaku menganiaya seorang pedagang bernama Alimuddin Ansari hingga tewas, lalu membakar mobilnya.

Pages