27 February 2017

Indemo

Diskusi Indemo: Pemerintah Terkesan Paksakan Infrastruktur

KONFRONTASI- Indonesia Demokrasi Monitor (Indemo) mengkritik pemerintah yang tidak mengubris krisis sebagai acuan yang lebih masuk akal ketimbang memaksakan diri membangun proyek-proyek infrasruktur yang belum jelas sumbernya.

Kritik ini disampaikan Direktur Indemo Hariman Siregar saat menyampaikan orasi politik pada acara 17 Tahun Indemo dan 43 Tahun Peristiwa Malari 1974 dan diskusi bertajuk "Kebangkitan Populisme"  yang digelar di Mawar Conference, Balai Kartini, Minggu (15/1).

17 Tahun InDemo & 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974

KONFRONTASI - Indonesian Democracy Monitor mengundang Bapak, Ibu, Saudara/i menghadiri 17 Tahun InDemo & 43 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 & Peluncuran Media Online Nusantara.news:

Hari/tanggal    : Minggu, 15 Januari 2017
Waktu    : 09.00-15.00
Tempat    : Mawar Conference Room, Lt. 2, Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan.

Tema:
Menyikapi Perubahan, Kebangkitan Populisme

Keynotespeaker: dr. Hariman Siregar
Menyikapi Kebangkitan Gerakan Populisme & Gelombang Perubahan Dunia

Akbar Tanjung di Indemo: Jangan Dibilang Demokrasi Kita Mundur !

JAKARTA- Demokrasi kita sedang menuju konsolidasi dengan mengambil pelajaran dari pemilu dan pilpres tahun 2014 ini. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, hiruk pikuk pilpres Indonesia harus menjadi pelajaran bagi bangsa.

Menurut Akbar, terjadinya hiruk pikuk tersebut karena calon presiden hanya ada dua.

"Jadi sejak awal sudah head to head. Dan ada nuansa masyarakat terbelah," kata Akbar saat menjadi narasumber dalam diskusi Reboan Indonesian Democracy Monitor (Indemo) di Jalan Lautze, Jakarta, Rabu (15/10).