19 September 2019

impor pangan

Jokowi Menyesal Buka Keran Impor, Ugal-ugalan, Rizal Ramli: Ganti Strategi Ekonomi !

KONFRONTASI- Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyesal karena membuka keran impor secara ugal-ugalan, telat.

Meski demikian, lebih baik telat daripada tidak sama sekali menutup keran impor ugal-ugalan.

Demikian disampaikan begawan ekonomi Rizal Ramli dalam kicauan di Twitter, ditulis Selasa (17/9/2019).

“Walaupun Presiden Jokowi sangat terlambat, tapi kesadaran bahwa impor ugal-ugalan merugikan industri dan pertanian RI itu penting,” tegas dia.

Rizal Ramli Laporkan Skandal Korupsi Impor Pangan ke KPK

KONFRONTASI -  Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli melaporkan dugaan korupsi bernilai besar terkait impor pangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/10).

Rizal hadir di KPK pukul 09.00 WIB bersama sejumlah pengacara. Rizal menyebut kedatangannya untuk mengadukan dugaan korupsi dari kebijakan impor pangan pemerintah.

"Hari ini kami dan tim lawyer datang ke KPK mengadukan adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalam impor pangan," ujar Rizal, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/10).

KPK Harus Tuntaskan kasus Impor Gula, tak hanya Bawang

KONFRONTASI- KPK dalam sorotan publik dan civil society karena  kasus impor pangan yang bau sangit korupsi/kartelisme belum dituntaskan, misalnya kasus impor garam,beras,dan gula. KPK baru bergerak  untuk kasus impor bawang yang merugikan petani dan negara trilyunan rup[iah. ''  Tapi kok KPK belum buka kasus gula, baru bawang ??'' demikian pandangan analis  F Reinhard MSc dari  Indonesian Research Group dan aktivis Galih Prasetyo dari  HMI.

RR: Boro-boro Kedaulatan Pangan, Yang Terjadi Justeru Impor Ugal-ugalan

KONFRONTASI-Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menginginkan terciptanya kedaulatan pangan di Indonesia. Ini dilakukan lewat sejumlah program kerja yang telah dicanangkan.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan sulit terwujud karena kebijakan yang ditempuh pemerintah adalah sering melakukan impor pangan.

"Boro-boro kedaulatan pangan tercapai, yang terjadi justru impor 'ugal-ugalan' yang sangat merugikan petani," kata Rizal kepada awak media dalam jumpa persnya di Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Soal Impor Pangan, Golkar Minta Nasdem Tak Lepas Tangan di Injury Time

KONFRONTASI-Partai Nasdem sebagai pendukung pemerintah tidak boleh lepas tangan dan lempar tanggung jawab soal impor pangan kepada Presiden Joko Widodo.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo mengatakan, aksi lempar tanggung jawab Nasdem terkesan lari dari kesalahan.

"(Nasdem) di injury time malah lepas tangan seolah Presiden yang salah, kan enggak bisa begitu," ujar Firman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/2).

Rezim Jokowi Doyan Panen di Pelabuhan: Impor Pangan ! Inikah Nawa Cita?

KONFRONTASI- Sekjen Nasdem, Johnny G. Platte menyebut impor pangan adalah kebijakan Presiden Jokowi.Partai pendukung pemerintah Jokowi  berharap tidak ada lagi serangan terhadap keputusan politik pemerintah mengimpor kebutuhan pangan. Akibatnya, kaum petani makin terpuruk dihantam impor pangan Mendag Enggar dari Nasdem yang diperintahkan Jokowi.Yang pasti impor pengan membuat petani dan industri pangan domestik terpukul dan terpuruk, lapangan kerja makin susah karena Jokowi, kabinet dan rezimnya senang panen di pelabuhan. Tidak produktif.

Rizal Ramli: Konsep Kerja, Kerja ala Jokowi Mirip era Kolonial Belanda !

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli di Bandung mengingatkan Presiden Jokowi bahwa konsep kerjanya mirip era kolonial Belanda.“Jadi.. rakyat kita disuruh kerja..kerja..kerja, tapi gak tau hasil yang didapat rakyat apa. Saya ambil contoh, petani kita disuruh kerja tapi pas panen hasilnya malah jeblok, karena kalah dengan komoditas pangan impor yang sangat besar,” ujar Rizal kepada awak media.

Rizal Ramli soal Impor Pangan yang Rugikan Rakyat & Petani, dan Isu Perburuan Rente

KONFRONTASI-  Tokoh nasional/Ekonom Senior Rizal Ramli (RR) menyingkapkan bahwa melonjaknya volume impor pangan saat ini salah satunya disebabkan kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Misalnya, impor beras mencapai 2 juta ton dan gula 1,1 juta ton. Senada dengn RR, ekonom FEUI Faisal Basri mengungkapkan, perburuan rente dari impor pangan sudah luar biasa.

Prabowo Sukses Menjebak Jokowi Saat Menyerang Petahana Soal Impor Pangan

KONFRONTASI -  Capres nomor 02, Prabowo Subianto dinilai berhasil menjebak Capres petahana Jokowi dalam debat perdana, Kamis (17/1/2019) malam tadi.

Momen tersebut terjadi saat Prabowo mendapat giliran menyampaikan pertanyaan kepada paslon nomor urut 01 Jakowi-Ma'ruf Amin, terkait tema korupsi.

Kepada Jokowi, Prabowo kemudian mempertanyakan soal dugaan adanya konflik kepentingan dalam kebijakan impor pangan selama empat tahun Jokowi berkuasa. 

Faisal Basri: Jelang Pemilu/Pilpres, Praktik Rente Gila-GIlaan Perburuk Defisit

KONFRONTASI- Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di dunia menjelang Pemilu/Pilpres ini.

Ekonom FEUI Faisal Basri mengingatkan publik bahwa Impor beras Januari-November 2018 juga melonjak sangat tajam, sebanyak 2,2 juta ton, tertinggi selama pemerintahan Jokowi-JK.

Menurutnya, menjelang pemilu, tiba-tiba Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di Dunia. ''Praktek rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk defisit perdagangan,'' tegasnya..

Pages