23 January 2018

Impor

Begini Cara Petani di Musi Rawas Jaga Pasokan Beras Tetap Aman

Konfrontasi - Panen padi di Musi Rawas Sumatera Selatan, sepertinya tidak pernah usai karena panen padi berlangsung setiap hari di sini.

Panen padi pada hari Jumat (19/01)  berlangsung di desa Suro dan Tanah Periuk kecamatan Muara Beliti, serta desa Sidoharjo kecamatan Tugumulyo. Kondisi ini dimungkinkan karena sebagian besar sawah di Musi Rawas merupakan sawah irigasi. 

Keputusan Pemerintah untuk Impor Garam Industri Dipertanyakan

Konfrontasi - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mempertanyakan keputusan pemerintah untuk mengimpor garam industri karena dinilai yang seharusnya dilakukan adalah memberdayakan industri garam dalam negeri seoptimal mungkin.

"Sejak tahun 1990, kebijakan Pemerintah Indonesia tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap garam impor. Sampai kapan bangsa ini akan terus impor?" kata Sekretaris Jenderal Kiara Susan Herawati di Jakarta, Sabtu (20/1/2018).

Pemerintah Akan Impor Garam Industri 3,7 Juta Ton

Konfrontasi - Pemerintah membuka impor garam industri sebesar 3,7 juta ton. Pembukaan keran impor garam bertujuan untuk menjaga stabilitas dunia industri yang membutuhkan bahan baku garam.

Keputusan impor ini menjadi kesepakatan rapat koordinasi beberapa kementerian dan lembaga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (19/1/2018). Kementerian tersebut di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.  

Impor Beras, Zulkifli Hasan: Februari Sudah Panen Raya

Konfrontasi - Pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton beras pada akhir Januari 2018. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mewanti-wanti pemerintah berhati-hati dengan kebijakan impor beras tersebut.

"Impor beras, hati-hati. Karena Februari sudah panen raya," ungkap Zulkifli kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, 14 Januari 2018.

Jika beras impor masuk pada saat panen raya, hal tersebut bisa berimbas pada jumlah stok beras. Banjir stok, lanjut Zulkifli, sangat membahayakan kondisi petani di Indonesia.

Surplus Beras, Kalbar Tak Butuh Impor Beras

Konfrontasi - Kepala Badan Penyuluhan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pertanian Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan, Provinsi Kalimantan Barat saat ini sudah surplus beras sehingga impor beras tidak perlu lagi.

“Walaupun di wilayah Provinsi Kalbar saat ini mengalami surplus beras, namun impor beras tetap dilakukan oleh pemerintah, yakni kategori ke dalam beras khusus,” kata Momon Rusmono di Pontianak, Minggu (14/1/2018).

DPR Curigai Impor Beras Dadakan Bermotif Politik

Konfrontasi - Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita untuk impor beras dari Thailand & Vietnam sebanyak 500 ribu ton terus menuai spekulasi.

Kalangan DPR RI menilai impor beras menjelang panen raya beras nasional mampu merusak harga beras petani.

Bagi Firman Soebagio, anggota Komisi IV DPR, menyatakan impor beras mulai akhir Januari 2018 terkesan dadakan dengan alasan mengada-ada yaitu impor beras khusus medium yang patah-patah untuk konsumsi menengah bawah.

Rizal Ramli: Sebentar lagi Panen, Kok Mau impor Beras? Mau Cari Untung dan Merusak Pak Jokowi?

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) kembali mengingatkan para elite dan pejabat bahwa '' sebentar lagi Musim Panen, Kok malah mau impor beras''!' Kata Rizal Ramli: ''Mau Cari Untung dan mau merusak Pak  Jokowi? Sebentar lagi panen, Kok mau impor Beras? Mau cari Untung dan mau merusak elektabilitas dan kredibilitas  Pak Jokowi?''

Mendag Jamin Impor Beras Khusus tak Pakai APBN

Konfrontasi - Pemerintah telah menetapkan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai importir beras khusus yang didatangkan untuk mengisi kelangkaan pasokan beras medium. Menteri Perdagangan Enggartiasto memastikan, impor beras khusus tersebut tak akan menggunakan dana APBN.

"Tidak ada dana APBN. Itu pasti," ucapnya, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jumat (12/1/2018).

Menteri Perdagangan juga tidak menyebut berapa nilai impor untuk beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Ia menyerahkan hal itu sepenuhnya pada PPI.

Mendag: 500.000 Ton Akan Diimpor dari Thailand dan Vietnam Akhir Bulan ini

Konfrontasi - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan impor beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari nanti dilakukan tanpa menggunakan dana APBN.

Dalam bincang siang bersama media di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018), Enggar mengatakan impor beras dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang bermitra dengan perusahaan beras lain.

Mendag Jamin Impor Beras Tak Akan Memiskinkan Petani

Konfrontasi - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta semua pihak tidak memandang negatif keputusannya untuk membuka keran importasi beras. Dia menegaskan, keputusan ini semata demi kepentingan konsumen dan importasi beras dipastikan tidak akan memiskinkan petani.

Dia mengatakan, petani juga merupakan bagian dari konsumen. Sementara kenaikan harga beras yang meroket ini akan meningkatkan laju inflasi, sebab itu keputusan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton ini dipilih agar harga beras kembali stabil.

Pages