20 May 2019

IMF

Rizal Ramli: Jika Ingin Ekonomi Tumbuh Dua Digit, Tinggalkan Ekonomi Neoliberal

KONFRONTASI- Jika Indonesia ingin tumbuh double-digit, jadi negara kuat dan hebat, segera tinggalkan model pembangunan ekonomi Neoliberal ala Bank Dunia dan IMF. “Tidak ada negara di dunia yang berhasil di dunia yang mengikuti model Bank Dunia, tidak di Latin Amerika, tidak di Asia dan apalagi Afrika,” ungkap DR Rizal Ramli, Menko Ekuin Era Presiden Gus Dur.

Menurut RR, dalam praktik bisnis, pinjam meminjam adalah hal yang biasa dilakukan agar satu usaha bisa berkembang dan mengoptimalkan leverage.

Rizal Ramli berpesan ke Jokowi: Begitu Kontrak Karya Freeport Habis, Wajib Dikembalikan ke Pemerintah Indonesia

KONFRONTASI-  DR Rizal Ramli (RR) , Menko Ekuin Presiden Gus Dur, mengemukakan bahwa setiap kontrak karya pertambangan yang habis berlakunya wajib dikembalikan ke pemerintah Indonesia. Pak Jokowi menerima pengembalian Blok Mahakam dari Total Prancis tahun 2015, dan Blok Rokan di Riau dari Chevron, perusahaan AS. Kemudian memberikan hak pengelolaanya kepada Pertamina.

''Tangan Dingin'' Rizal Ramli Angkat Ekonomi yang Minus menjadi Plus (Positif) era Gus Dur

KONFRONTASI- Dari  dulu pemerintah kita (kecuali era Presiden Gus Dur), takjub pada Barat sehingga hilang kepercayaan diri hingga tak menghargai pendapat ekonom senior Dr Rizal Ramli di Wall Street Journal pada 15 Januari 2002. ‘’Pasca era Gus Dur, pemerintah lebih percaya konsep luar terutama Neoliberalisme dari pemikiran Barat .

Soal Krisis 1997-1998: Ramalan Rizal Ramli Terbukti, Boediono Telat Mikir

KONFRONTASI-Setelah 20 tahun berlalu, mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono baru sadar kebijakan IMF membantu Indonesia dalam krisis ekonomi 1997-1998 salah arah.

Saat menghadapi krisis moneter 1997-1998, Dana Moneter Internasional IMF memang tidak hanya di minta saran dan nasehat-nasehatnya. Namun, juga gelontoran pinjaman dengan syarat-syarat yang memberatkan ekonomi Indonesia.

Terbukti, Analisis Rizal Ramli soal Kesalahan Resep IMF. Malah Boediono Setelah 20 Tahun Baru Akui Resep IMF Salah. Boed Tak Becus !

KONFRONTASI- Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia. Parah dan telat mikir  karena baru kali ini Boediono menilai IMF salah dalam menghadapi krisis moneter di Indonesia pada 1997-1998. Waktu itu, IMF menyarankan agar Indonesia menutup 16 bank kecil yang memiliki aset 3-4 persen dari total aset perbankan nasional, namun tanpa payung pengaman.

Blunder-blunder IMF Rusak Ekonomi RI: Catatan Rizal Ramli

KONFRONTASI-Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1998. Krisis itu kalau kita tangani sendiri, yang tadinya tumbuh rata-rata 6%, ekonomi Indonesia paling akan anjlok 2 – 0 %. Akan tetapi, karena kita mengundang IMF, ekonomi Indonesia malah anjlok ke -13%. Kok IMF malah bikin lebih rusak ?

Parah dan Telat Mikir, Setelah 20 Tahun Boediono Baru Akui Resep IMF Salah

KONFRONTASI-Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia.

Ekonom senior Rizal Ramli sendiri dahulu menolak mentah-mentah resep yang disuguhkan IMF tersebut karena sadar betul resiko yanf harus ditanggung bangsa ini.

Jamuan Ribawi Di Atas Derita Rakyat

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Pengasuh Grup Online BROWNIS

IMF dan Matinya Industri Strategis Anak Bangsa

KONFRONTASI -   “Fakta, Masalah, dan Solusi; Faktanya adalah Indonesia telah merdeka, masalahnya setelah merdeka lalu apa? Solusinya adalah seminar pembangunan”.

Rudy bersitegang dengan kawan-kawannya dalam kongres PPI seluruh Eropa, Rudy kukuh dengan gagasannya; melaksanakan Seminar Pembangunan, sementara kelompok mahasiswa lainnya menginginkan mengikuti arus politik yang tengah terjadi di Indonesia, mendukung Front Nasional. Rudy tidak saja bersitegang dengan kawan-kawannya, tetapi juga dengan Duta Besar RI untuk Jerman Barat.

Gagal Dana? Sri Mulyani Depresi Ditanya Dana untuk Korban Gempa Lombok - Palu

KONFRONTASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku depresi saat ditanyai soal kecukupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemulihan bencana alam. Diketahui bencana gempa mengguncang Lombok dan tsunami menerpa Palu dan Donggala.

Keluhan ini disampaikannya di forum diskusi bertajuk Risiko Pembiayaan Bencana dan Asuransi di Indonesia yang merupakan salah satu acara di Pertemuan Tahunan para negara anggota Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank/AM IMF WB) 2018.

Pages