14 December 2018

IMF

''Tangan Dingin'' Rizal Ramli Angkat Ekonomi yang Minus menjadi Plus (Positif) era Gus Dur

KONFRONTASI- Dari  dulu pemerintah kita (kecuali era Presiden Gus Dur), takjub pada Barat sehingga hilang kepercayaan diri hingga tak menghargai pendapat ekonom senior Dr Rizal Ramli di Wall Street Journal pada 15 Januari 2002. ‘’Pasca era Gus Dur, pemerintah lebih percaya konsep luar terutama Neoliberalisme dari pemikiran Barat .

Soal Krisis 1997-1998: Ramalan Rizal Ramli Terbukti, Boediono Telat Mikir

KONFRONTASI-Setelah 20 tahun berlalu, mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono baru sadar kebijakan IMF membantu Indonesia dalam krisis ekonomi 1997-1998 salah arah.

Saat menghadapi krisis moneter 1997-1998, Dana Moneter Internasional IMF memang tidak hanya di minta saran dan nasehat-nasehatnya. Namun, juga gelontoran pinjaman dengan syarat-syarat yang memberatkan ekonomi Indonesia.

Terbukti, Analisis Rizal Ramli soal Kesalahan Resep IMF. Malah Boediono Setelah 20 Tahun Baru Akui Resep IMF Salah. Boed Tak Becus !

KONFRONTASI- Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia. Parah dan telat mikir  karena baru kali ini Boediono menilai IMF salah dalam menghadapi krisis moneter di Indonesia pada 1997-1998. Waktu itu, IMF menyarankan agar Indonesia menutup 16 bank kecil yang memiliki aset 3-4 persen dari total aset perbankan nasional, namun tanpa payung pengaman.

Blunder-blunder IMF Rusak Ekonomi RI: Catatan Rizal Ramli

KONFRONTASI-Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1998. Krisis itu kalau kita tangani sendiri, yang tadinya tumbuh rata-rata 6%, ekonomi Indonesia paling akan anjlok 2 – 0 %. Akan tetapi, karena kita mengundang IMF, ekonomi Indonesia malah anjlok ke -13%. Kok IMF malah bikin lebih rusak ?

Parah dan Telat Mikir, Setelah 20 Tahun Boediono Baru Akui Resep IMF Salah

KONFRONTASI-Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia.

Ekonom senior Rizal Ramli sendiri dahulu menolak mentah-mentah resep yang disuguhkan IMF tersebut karena sadar betul resiko yanf harus ditanggung bangsa ini.

Jamuan Ribawi Di Atas Derita Rakyat

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Pengasuh Grup Online BROWNIS

IMF dan Matinya Industri Strategis Anak Bangsa

KONFRONTASI -   “Fakta, Masalah, dan Solusi; Faktanya adalah Indonesia telah merdeka, masalahnya setelah merdeka lalu apa? Solusinya adalah seminar pembangunan”.

Rudy bersitegang dengan kawan-kawannya dalam kongres PPI seluruh Eropa, Rudy kukuh dengan gagasannya; melaksanakan Seminar Pembangunan, sementara kelompok mahasiswa lainnya menginginkan mengikuti arus politik yang tengah terjadi di Indonesia, mendukung Front Nasional. Rudy tidak saja bersitegang dengan kawan-kawannya, tetapi juga dengan Duta Besar RI untuk Jerman Barat.

Gagal Dana? Sri Mulyani Depresi Ditanya Dana untuk Korban Gempa Lombok - Palu

KONFRONTASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku depresi saat ditanyai soal kecukupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemulihan bencana alam. Diketahui bencana gempa mengguncang Lombok dan tsunami menerpa Palu dan Donggala.

Keluhan ini disampaikannya di forum diskusi bertajuk Risiko Pembiayaan Bencana dan Asuransi di Indonesia yang merupakan salah satu acara di Pertemuan Tahunan para negara anggota Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank/AM IMF WB) 2018.

Temu IMF-World Bank yang Kontroversial: Prabowo dan Jokowi 'Berbalas Pantun' soal Penanganan Bencana Palu

KONFRONTASI- Kritik ekonom senior Rizal Ramli bahwa anggaran pertemuan IMF-World Bank di Bali 8-14 Oktober 2018., sebaiknya dialihkan untuk penanganan bencana di Palu-Sulawesi Tengah, mendapat tanggapan dari kubu Istana Presiden Joko Widodo.

Ibarat berbalas pantun, kritik itu ditanggapi dengan respons nan konstruktif. Artinya, kritik RR direspons istana dengan relative cepat.

IMF dan WB Dapat Peringatan Dari Langit, Beberapa Peserta Saat 'Annual Meetings' Bali Berwajah Pucat

KONFRONTASI -  Gempa berkekuatan 6,4 Magnitudo mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali, Kamis (11/10/2018) dini hari, saat pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank) atau IMF-WB Annual Meetings sedang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 02.44 WITA berpusat di 61 kilometer sebelah timur laut Situbondo, Jawa Timur. Kedalaman gempa tercatat 10 km dan tidak berpotensi tsunami, menurut informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) di akun resmi media sosial Twitter-nya.

Pages